
" Ya udah gue ke atas dulu " kata Sakura.
****
" Arya udah selesai mandi? " tanya Sakura saat melihat Arya sudah berganti pakaian.
" Udah mom " jawab Arya.
" Sekarang Arya mau apa? " tanya Sakura lagi.
" Arya mau nonton tv mom " jawab Arya.
" Ya udah kamu nonton aja, tuh remotnya ada di samping tv " tunjuk Sakura.
" Iya mom " jawab Arya sambil bergegas mengambil remot tv.
" Mom ini gimana? Kok tvnya gini? " tanya Arya.
" Oh iya, kamu kan belum tahu caranya ya " kata Sakura.
" Mau nonton apa? " tanya Sakura.
" Kartun mom " jawab Arya.
" Yang ini? " tanya Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
" Ya udah kalo gitu mom mandi dulu ya " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
Sakura pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai semua, Sakura pun bergabung dengan Arya yang masih nonton tv. Mereka bahkan terlihat saling bercanda satu sama lain. Jam pun sudah menunjukkan waktunya makan malam. Sakura dan Arya pun segera turun untuk makan malam bersama.Makan malam pun telah selesai. Namun, saat akan membereskan meja makan. Mama Sakura pun memanggil Sakura untuk membicarakan suatu hal yang penting.
" Sakura, mama sama papa mau bicara sama kamu " kata mama Sakura.
" Oh, iya ma " jawab Sakura.
" Bi, ajak Arya sama Arga ke kamar ya " kata Sakura pada bi Inem.
" Iya non " jawab bi Inem patuh
" Mau ngomong apa mah? " tanya Sakura.
" Kamu kan sudah memutuskan untuk menjadi ibu dari kedua anak kamu " kata mama Sakura.
" Iya " jawab Sakura.
" Kapan kamu memberitahu Emre tentang hal ini? " tanya mama Sakura serius.
" Sakura udah mutusin buat cerita sama dia saat pernikahan tersebut akan diputuskan " kata Sakura final.
" Kenapa tidak sekarang? " tanya papa Sakura.
" Karena aku mau mengenal karakter dia lebih jauh lagi " jawab Sakura.
" Dan juga, apakah dia bisa menerima kedua putraku dengan baik. Itu juga akan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dengan baik " kata Sakura.
" Dan semoga dia bisa menerima kedua putraku dengan lapang dada karena aku tahu itu pasti hal yang butuh pertimbangan yang berat. Jika dia tidak bisa menerima, aku mutusin buat mundur walaupun mama dan papa tidak setuju " jelas Sakura panjang lebar.
" Mama dan papa akan mendukung keputusan yang akan kamu ambil " kata papa Sakura.
" Terima kasih pah, doakan yang terbaik untuk kami " kata Sakura.
" Tentu " jawab papa Sakura.
" Ya udah mama mau ke kamar cucu mama dulu " kata mama Sakura.
" Papa ikut mah " kata papa Sakura.
" Ayo pah " ajak mama Sakura. Dan mereka pun segera menuju ke kamar Sakura.
" Lha... Gue ditinggal gitu aja " kata Sakura pada dirinya sendiri.
" Mbak tolong di beresin ya " pesan Sakura pada salah satu ART nya.
" Baik non " jawabnya patuh. Sakura pun segera beranjak dari ruang makan.
" Dek " panggil Vincent.
" Hem " jawab Sakura singkat.
" Ponakan gue mana? " tanya Vincent.
" Di kamar " jawab Sakura.
" Ya udah gue ke sana ya, bye " kata Vincent sambil meninggalkan Sakura.
" Buset... Kamar gue penuh dong, bisa-bisa roboh tuh kamar " kata Sakura.
" Lo napa ngomong sendiri? " tanya Vino.
" Eh... Abang, nggak napa-napa kok " jawab Sakura.
" Yang lain kemana? " tanya Vino.
" Mama, papa, ama Vincent lagi di kamar gue " jawab Sakura.
" Tumben, trus mereka ngapain disana? " tanya Vino lagi.
" Katanya sih ada yang mau main ama cucu dan ponakannya " jawab Sakura sedikit sewot.
" Gue ke sana yah, bye " kata Vino sambil meninggalkan Sakura sendirian di ruang tengah.
" Gila, gue ditinggal sendirian di sini " kata Sakura.
" Tau ah " imbuhnya.
" Gue jadi lupa kalo mau nelpon Bagas " kata Sakura sambil menepuk jidatnya. Ia pun segera menghubungi Bagas.
" Halo Gas " salam Sakura.
"...."
" Semuanya sudah kamu persiapkan? " tanya Sakura.
"...."
" Oh sudah, terima kasih kamu sudah menyiapkannya dengan baik. Kalau begitu lanjutkan kembali kegiatan kamu, selamat malam " tutup Sakura. Tepat Sakura selesai menelpon Bagas, terdengar suara tangisan dari anak-anak di kamar Sakura. Ia pun bergagas menuju ke lantai atas.
" Huaaa... Om nakal " suara tangisan Arya pecah.
" Kenapa ini? " tanya Sakura yang baru saja memasuki kamarnya.
" Mom... " tangis Arya sambil merentangkan kedua tangannya.
" Kenapa? " tanya Sakura sambil menggendong Arya.
" Om nakal " jawab Arya sambil menangis.
" Bang " sentak Sakura pada kedua kakaknya.
" Bukan gue Ra, dia itu dari tadi dijailin si Vincent " kata Vino.
" Lho, Arga mana? " tanya Sakura lagi.
" Arga sama mama, papa " jawab Vino.
" Oh... " jawab Sakura singkat.
" Arya, udah ya nangisnya. Masak jagoan mom nangis sih " bujuk Sakura.
" Arya mau Es krim " kata Arya.
" Arya mau Es krim? " tanya Sakura.
" Iya " jawab Arya dengan sedikit ketus.
" Beli sama om yuk " ajak Vincent.
" Gak mau " jawab Arya karena sudah terlanjur kesal dengan Vincent.
" Arya maunya sama om Vino " kata Arya.
" Ayo om anterin " ajak Vino.
" Tuh... Di anterin sama om Vino " kata Sakura.
" Sama mom juga " kata Arya dengan nada yang naik satu oktaf.
" Ya udah yuk " kata Sakura sambil menggendong Arya.
Sakura dan Vino pun segera memenuhi permintaan Arya yang sedang kesal karena di jahili olrh Vincent. Sebelum mereka pergi membeli es krim Sakura pun izin kepada orang tuanya untuk pergi membelikan Arya es krim.
" Mah, pah kita pergi dulu ya " pamit Sakura.
" Mau kemana malam-malam gini? " tanya mama Sakura.
" Ini mau beliin Arya es krim " jawab Sakura.
" Oh... Gitu, terus kenapa mukanya cemberut gitu? " tanya mama Sakura.
" Lagi kesel gara-gara dijailin Vincent " jawab Vino.
" Oh... Arya dijailin ya sama om Vincent? " tanya mama Sakura.
" Iya oma, om nakal " jawab Arya dengan wajah masih ditekuk.
" Ya udah kalian berangkat sekarang! Nanti pulangnya kemalaman lagi " kata papa Sakura.
" Iya pah " jawab Sakura.
" Kita pergi dulu ya, Assalamu'alaikum " salam Sakura.
" Wa'alaikumussalam " jawab papa dan mama Sakura.
****
" Ye... Beli es krim " teriak Arya kegirangan saat mereka sampai di kedai es krim.
" Arya mau es krim rasa apa? " tanya Sakura.
" Coklat " jawab Arya.
" Mbak, kita pesan es krim rasa coklatnya satu " kata Sakura.
" Mbak, nggak mau pesan paket family? Karena disini yang paling favorit itu paket family all varian " kata pelayan tersebut.
" Kita pesan paket family saja mbak, yang tadi dibatalin saja " kata Vino.
" Baik mas, kalo begitu pesanan akan kami sajikan " kata pelayan tersebut dan ia pun segera meninggalkan meja Sakura. Tak berselang lama es krim yang mereka pesan pun sudah disajikan di meja mereka.
" Selamat menikmati " kata pelayan tersebut.
" Yee.... Es krim " teriak Arya.
" Mom, Arya mau es krim yang coklat itu mom " tunjuk Arya.
" Iya, mom ambilin ya " jawab Sakura.
" Makasih mom " kata Arya saat Sakura mengambilkan es krim yang ia mau.
" Sama-sama sayang " jawab Sakura sambil mengelus puncak kepala Arya.
" Abang nggak mau? " tanya Sakura pada Vino.
" Nanti aja " jawab Vino singkat.
" Sakura " panggil Vino.
" Iya " jawab Sakura.
" Did you accept the arranged marriage? " tanya Vino.
( Apakah kamu menerima perjodohan itu? )
" Oh... Yes, I accept the arranged marriage " jawab Sakura dengan sedikit malas jika membahas tentang perjodohan itu.
( Oh... Iya, aku menerima perjodohan itu )
" Why you accept? " tanya Vino lagi
( Kenapa kamu menerima? )
" It never hurts to try " jawab Sakura.
( Tidak ada salahnya mencoba )
" Who is him? " tanya Vino.
( Siapa dia? )
" Do you want to know? " tanya Sakura lagi.
( Apakah kamu ingin tahu? ).
" Of course, what is him name? And what is him jobs? " tanya Vino
( Tentu saja, siapa namanya? Dan apa pekerjaannya? )
( O.K aku akan menjawabnya )
" He is fashion designer, and his name Emre Iskander " jawab Sakura.
( Dia seorang perancang busana dan namanya Emre Iskander ).
" Sever your relationship with him! " kata Vino dengan suara tegas.
( Putuskan hubunganmu dengan dia! )
" Why? " tanya Sakura.
" Mom, es krimnya mau meleleh " kata Arya. Suara Arya pun memecahkan ketegangan yang terjadi diantara Sakura dan Vino.
" Iya, ini mom mau makan, Arya mau nambah nggak? Tuh, es krimnya masih banyak " kata Sakura.
" Mau mom " jawab Arya sambil bersemangat.
Sakura pun segera menyantap es krim yang tadi mereka pesan. Bahkan sedari tadi ia menyantap es krim sambil memikirkan perkataan Vino yang memintanya untuk mengakhiri hubungannya dengan Emre. Entah apa yang ada di benak Vino sehingga ia meminta Sakura untuk mengakhiri hubungannya dengan Emre. Bahkan, saat mendengar nama Emre dari bibir mungil Sakura ia sudah tersulut emosi.
Setelah selesai makan es krim Vino pun segera membayar es krim yang mereka pesan. Setelah selesai membayar mereka pun segera menuju ke mobil. Ary pun duduk di mobil depan dengan dipangku oleh Sakura. Namun, saat berada di perjalanan pulang Arya sudah tidur dipangkuan Sakura. Dan saat melihat jam di hpnya. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dan Arya biasanya tidur pukul setengah sembilan malam. Karena sepanjang perjalanan hening. Mau tidak mau Sakura pun memecahkan keheningan tersebut.
" Kalo boleh jujur, gue sebenernya nggak setuju sama perjodohan gila ini " kata Sakura.
" Apa boleh buat, keputusan papa udah nggak bisa gue tolak! Gue menerima keputusan itu dengan syarat acaranya sesuai dengan kemauan gue " kata Sakura.
" Maksud lo? " tanya Vino.
" Gue minta mama sama papa menutup semua identitas asli mereka dan juga gue " kata Sakura.
" Nggak mungkin! Kalo perjodohan itu dari papa pasti mereka tau siapa lo dan juga keluarga kita " elak Vino.
" Tapi memang itu kenyataannya! Gue udah nyuruh orang buat nyari tahu motif perjodohan ini! Tapi jawaban yang gue dapat mereka hanya tau jika papa dan mama itu sudah jadi orang sukses tapi mereka belum tahu pekerjaan apa yang dijalankan oleh mama dan papa. Yah... Walaupun gue tahu itu mustahil tapi memang mereka belum tahu siapa kita sebenarnya apalagi gue " kata Sakura panjang lebar.
" Terus apa rencana lo? " tanya Vino.
" Gue nggak mau rencana gue itu terlalu yang ribet intinya yang gue dapat itu, jika awalnya saja sudah buruk apalagi akhirnya dan gue nggak memungkiri jika perjodohan ini bisa batal " kata Sakura.
" Dan juga jika dia tidak bisa menerima Arya dan Arga gue milih mundur dan papa setuju dengan keputusan gue yang itu " kata Sakura.
" Sampai kapan lo mau nyembunyiin mereka? " tanya Vino lagi.
" Entah, yang jelas jika hubungan ini akan dibawa sampai ke pernikahan maka gue putusin buat bongkar siapa gue sebenernya karena yang mereka tahu gue itu Adeeva dan gue juga mau ngumumin siapa Arya dan Arga " kata Sakura.
" Ok gue tunggu " kata Vino.
" Bang, mampir ke minimarket dulu ya " kata Sakura.
" Mau apa? " tanya Vino.
" Kayak nggak tahu gue aja " kata Sakura.
" Oh... Ya udah sini gue gendong Arya aja " kata Vino.
" Ya lo turun dulu bukain pintunya " kata Sakura.
" Ya elah tinggal dikasih ke gue apa susahnya sih " kata Vino.
" Arya nggak betah AC mobil bang " kata Sakura.
" Ya udah, tunggu gue bukain pintunya " kata Vino sambil keluar dari mobilnya dan membuka pintu penumpang Sakura.
" Ini udah lo parkirin dengan benar kan? " tanya Sakura saat Vino mulai mengambil alih Arya yang sedang tertidur di pangkuan Sakura.
" Udah kok " jawab Vino.
" Ya udah kalo gitu gue beli dulu ya bang " kata Sakura.
" Oh iya, lo kan di luar nih! Lo nanti terima dulu ya pesanan gue " kata Sakura.
" Terus gue yang bayar gitu? Ogah! " kata Vino.
" Gue yang bayar dan pesenin lo tinggal terima makanannya aja " kata Sakura.
" Oh... Gitu, O.K entar gue yang terima " jawab Vino.
" O.K gue pesen dulu, tungguin " kata Sakura.
" Iya " jawab Vino.
Sakura pun mulai memesan makanan kaki lima yang ada di luar minimarket tersebut ia pun mulai memesan kebab, onde-onde dan molen mini, martabak telur dan juga martabak manis.
" Nanti kalo udah jadi dikasih ke bapak itu ya " kata Sakura sambil menunjuk Vino yang sedang menggendong Arya.
" Iya mbak, totalnya berapa? " tanya Sakura.
" 600 ribu mbak " jawab pedagang tersebut.
" Ini ya pak, makasih " kata Sakura.
Sakura pun mulai memasuki minimarket untuk memilih jajanan yang akan ia beli. Mulai dari snack minuman jus kemasan, roti-rotian, permen, coklat dan lain-lain hingga tak terasa ia sudah membeli 4 keranjang penuh dengan dibantu salah satu pegawai minimarket tersebut.
" Totalnya satu juta dua ratus enam puluh ribu rupiah mau dibayar tunai atau kredit? " tanya pegawai tersebut.
" Kredit aja mas " jawab Sakura.
" Ini kartunya " kata Sakura sambil memberikan kartunya. Pegawai tersebut pun segera mengesek kartu tersebut.
" Silahkan masukkan kodenya mbak " kata pegawai tersebut.
" Baik mas " jawab Sakura sambil menekan kode kartu kreditnya.
" Ini mas sudah " kata Sakura.
" Baik mbak, ini bukti transaksinya. Dan ini belanjanya. Terima kasih sudah belanja di toko kami " kata pegawai tersebut.
" Sama-sama, tapi bisa bantu saya bawa belanjaan ini? " tanya Sakura.
" Bisa mbak " jawab pegawai tersebut. Pegawai tersebut pun segera membantu Sakura membawa belanjaannya ke mobil.
" Buseet... Banyak banget " kata Vino.
" Hehehe... Ini yang banyak susunya Arga sama Arya " jawab Sakura.
" Oh... " jawab Vino singkat.
" Masukin kesini aja mas " kata Sakura sambil membuka kan pintu penumpang di bagian belakang yang kosong.
" Terimakasih mas, Oh iya ini tipnya " kata Sakura sambil memberikan uang tip.
" Terima kasih mbak " kata pegawai tersebut.
" Sama-sama " jawab Sakura.
" Ayo bang kita pulang, sini Arya aku gendong aja " kata Sakura.
" Ya udah nih " kata Vino sambil memberikan Arya kepada Sakura. Dan tak lupa ia pun membukakan pintu untuk Sakura agar ia langsung masuk ke dalam mobil.
Setelah selesai, Vino pun segera memasuki kursi kemudi untuk mengemudikan mobil dan segera pulang ke rumah karena hari sudah mulai semakin malam. Karena sepanjang perjalanan hening. Sakura pun memulai pembicaraan dengan sang kakak.
" Bang, besok sibuk nggak? " tanya Sakura.
" Kenapa? " tanya Vino.
" Nggak kenapa-napa sih gue cuman tanya doang " kata Sakura.
" Kayaknya sih gue nggak terlalu sibuk " jawab Vino.
" Oh... Gue bisa minta tolong nggak kalo lo nggak sibuk " kata Sakura.
" Minta tolong apaan? " tanya Vino.
" Simple sih, lo bisa nggak ngajak Arya pergi jalan-jalan gitu kalo lo lagi senggang aja! " kata Sakura.
" Bisa sih, emang lo mau kemana? " tanya Vino lagi.
" Besok siang gue harus berangkat ke Italy " kata Sakura.
" Oh... Gitu berapa lama? " tanya Vino lagi.
" Paling lama sih seminggu " kata Sakura.
" Makanya, gue tanya. Lo bisa nggak ngajak Arya jalan-jalan selama gue di Italy biar dia nggak bosan di rumah terus " imbuhnya.
" Kalo itu sih tanpa lo minta juga gue bakal ajak Arya jalan-jalan " jawab Vino. Ucapan Vino tadi membuat Sakura terharu.
" Makasih ya bang " kata Sakura.
" Nyantai aja ra " kata Vino.
" Emang gue kenapa? " tanya Sakura balik.
" Kan lo tadi terharu dengar omongan gue " kata Vino dengan ke PD-an nya.
" Idih... Pd banget sih lo " kata Sakura.
" Emang napa? " tanya Vino.
" Ga papa " jawab Sakura.
" Bang gue boleh tanya nggak? " tanya Sakura.
" Tanya apa? " tanya Vino.
" Tapi lo jangan baper ya " kata Sakura.
" Idih... Baper! Baper napa coba? " tanya Vino.
" Nggak papa sih, soalnya gue kan mau tanya tentang... " kata Sakura menggantung.
" Tentang apa? " tanya Vino.
" Mantan lo bang " kata Sakura.
" Oh... Mantan gue " jawab Vino.
" Siapa namanya sasya atau siapa itu " kata Sakura.
" Natasha " jawab Vino membenarkan ucapan Sakura.
" Iya, waktu itu lo mutusin dia atau diputusin sih? " tanya Sakura.
" Gue yang mutusin dia " jawab Vino diplomatis.
" Kenapa lo mutusin dia? Dia kan cantik, pinter udah gitu pemikirannya aja kaya udah dewasa gitu " kata Sakura.
" Lo udah pernah ketemu dia? " tanya Vino.
" Enggak bang hehehe... " jawab Sakura sambil cengengesan.
" Gue mutusin dia karena dia selingkuh sama sahabat gue sendiri. Dan gue mergokin mereka yang hampir tanpa busana " kata Vino panjang lebar. Sakura pun yang mendengar jawaban Vino hanya bisa menutup mulutnya karena saking kagetnya mendengar pernyatan langsung dari sang kakak.
" Dan bodohmya gue nggak tahu kalo gue cuman dimanfaatin dia doang " lanjut Vino.
" Gila banget tuh cewek " kata Sakura.
" Dan lo punya bukti perselingkuhan mereka? " tanya Sakura lagi.
" Gue punya bukti perselingkuhan mereka dan gue akan secepatnya membongkar kedok mereka berdua " kata Vino.
" Kedok apaan? " tanya Sakura serius.
" Kedok sebenarnya yang membuat si Natasha ini selingkuh dengan sahabat gue " kata Vino.
" Kedok dia apa bang? Duit? " tanya Sakura lagi.
" Iya bener, dia cuman mau manfaatin dia doang dan biar dia percaya kalo si Natasha ini cuman cinta sama dia. Padahal dia sih di jebak sama si cewek uler ini, karena apa? Karena dia itu sebenarnya simpanan om-om hidung belang " jelas Vino.
" Gila " kata Sakura.
" Dan lo udah pernah tidur sama dia? " tanya Sakura tiba-tiba.
" Gue sih nggak mau! Walaupun sebenarnya gue hampir tergoda sama dia " jawab Vino jujur.
" Mantan lo itu orang gila bang " kata Sakura.
" Dan dia juga licik banget " kata Vino.
" Gue sih udah yakin kalo dia licik! Karena apa? Dia pasti menghalalkan segala cara biar dia bisa dapetin uang dan apa yang dia mau! " kata Sakura.
" Dan lo tahu dia simpanan siapa? " tanya Sakura lagi.
" Pak Burhan " jawab Vino tanpa basa-basi.
" Pak Burhan manajer di perusahaan kita itu? " tanya Sakura.
" Iya selain itu dia juga simpanan pak Alex " kata Vino.
" Gila banget, pak Alex kan kepala staf marketing FN grup! Kok bisa? " tanya Sakura.
" Karena pak Alex punya usaha sampingan dan itu bisa memenuhi kehidupan hedong dia " jawab Vino.
" Gila banget! Habis ujian sekolah gue bakal babat habis perusahaan kita " kata Sakura.
NEXT...