There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
DUA BELAS


" Itu gaun kamu " kata Emre sambil menunjukkan gaun yang ia desain sendiri untuk Sakura.


******


Sakura pun jatuh hati pada gaun desain Emre. Memang patut di acungi jempol deh desainnya. Gak kalah sama baju dari designer papan atas langganan Sakura yang dimana rata-rata wanita. Sakura masih menatap gaun tersebut. Gaun dengan desain minimalis dan elegan merupakan gaun dengan desain favorit Sakura.


" Mau dicoba? " tanya Emre.


Sakura hanya menganggukkan kepalanya. Emre pun segera memanggil salah satu pegawainya untuk mengantarkan Sakura ke ruangan ganti.


" Indah, tolong kamu anterin dia ke ruangan ganti " perintah Emre.


" Iya, bos. Mari mbak saya antar " ajak pegawai tersebut. Sakura pun segera mengikutinya.


" Silakan mbak " kata pegawai tersebut setelah sampai di ruangan ganti.


" Terima kasih " ucap Sakura.


Sakura pun segera memasuki ruang ganti tersebut.


" Perfect " kata Sakura saat melihatnya dipantulan cermin.


" Bagaimana gaunnya? " Tanya Emre dari luar.


" Ok " jawab Sakura di ruang ganti.


" Bisa keluar dulu? " tanya Emre.


" Bisa " jawab Sakura. Sakura pun keluar dari ruang ganti.


" Cantik " batin Emre.


" Pas kan dibadan kamu? " tanya Emre lagi.


" Iya " jawab Sakura singkat.


" Darimana dia tahu ukuran baju gue? Apa mama yang ngasih tau? " tanya Sakura pada dirinya sendiri.


" Boleh balik kebelakang dulu, mungkin ada yang kurang " pinta Emre. Sakura pun segera mengikuti intruksi Emre.


Emre pun segera memeriksa bagian belakang Sakura dan beberapa bagian lainnya. Emre sengaja menyuruh Sakura untuk membalikkan badannya agar Emre bisa tersenyum lepas yang ia sembunyikan dari tadi. Emre pun teringat ucapan maminya.


" Dia nggak suka gaun yang aneh-aneh, cukup yang simple tapi elegan " kata mami.


Flashback


" Kok malah mami nyuruh Emre yang bikin. Ogah " jawab Emre.


" Kamu tuh ya ngejawab mulu, pokoknya kamu bikinin bajunya! badannya mungil dan tingginya proposional. Pasti kamu bisa bikinnya kan " Kata mami.


Flashback off**


" Udah ok " kata Emre memecahkan keheningan lagi. Sakura hanya menganggukkan kepalanya.


" Kamu duduk aja dulu, apa mau dibuatin minuman " tanya Emre.


" Boleh " jawab Sakura singkat.


" Indah, tolong bikinin minuman ya " suruh Emre pada salah satu pegawainya.


" Siap bos " jawab Indah.


" Mbak mau minuman apa? " tanya pada Sakura.


" Terserah kamu saja " jawab Sakura.


" Sirup jeruk mau nggak mbak? " tanya pegawai itu lagi.


" Tawaran yang menggiurkan, tapi jangan jawab mau " batin Sakura.


" Terserah kamu saja " jawab Sakura lagi.


" Kok terserah saya mbak? " kata pegawai itu lagi.


" Iya, terserah kamu saja, air putih juga tidak masalah " kata Sakura.


" Kok air putih, ya udah saya bikinin sirup jeruk saja " kata Indah. Pegawai tersebut pun segera menyiapkan minuman untuk tamu bosnya. Sedangkan Emre sedari tadi menatap Sakura dalam diam saat ia sedang berbicara dengan Indah.


" Saya ganti dulu " kata Sakura yang membuyarkan lamunannya Emre.


" Eh... emmm apa? " tanya Emre lagi.


" Saya ganti dulu " kata Sakura kedua kalinya.


" Oh... iya silahkan, saya tunggu disitu " kata Emre sambil menunjukkan sofa yang tadi Sakura duduki.


" Iya " jawab Sakura. ia segera ke ruangan ganti untuk mengganti pakaiannya.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Sakura pun segera duduk di sofa yang disana sudah ada Emre. Sakura pun duduk dengan arah yang berlawanan, Sakura diduduk menghadap ke arah selatan dan Emre duduk menghadap ke arah barat. Saat Sakura sudag duduk Emre pun bertanya kepadanya.


" Kamu kesini sama siapa? " tanya Emre.


" Sendiri " jawab Sakura.


" Oh... Bawa mobil? " tanya Emre lagi.


" Iya " jawab Sakura singkat.


Hingga keheningan pun mulai menerpa mereka. Sebenarnya sih, Emre masih pengen basa-basi dengan Sakura tapi ia udah kehabisan kata-kata karena Sakura menjawabnya dengan singkat. Dilain sisi, Sakura tidak bisa memungkiri bahwa ia kurang nyaman dengan kondisi tersebut. Biasanya ia akan selalu mengajak Vita untuk menemaninya dalam setiap pertemuan agar tidak tercipta suasana hening seperti sekarang.


Yah... Pada dasarnya, Sakura mengajak Vita karena Sakura kurang suka dalam pembicaraan yang selain kerjasama ataupun hal lain yang berkaitan dengan bisnis. Dan Vita adalah orang yang bisa diajak basa-basi ataupun ngobrol tentang apapun kecuali hal yang bersifat pribadi. Sedari tadi Sakura hanya mengecek ponselnya berharap ada sesuatu yang dapat memecahkan keheningan tersebut. Hingga akhirnya salah satu pegawai yang bernama Indah datang mengantarkan minuman untuk Sakura.


" Ini minumnya, silahkan diminum mbak " kata pegawai tersebut.


" Terima kasih " jawab Sakura sambil sedikit tersenyum. Emre terpana dengan senyum Sakura yang sedikit tersebut. Sakura yang sedang minum pun tidak luput dari pandangan Emre.


" Oh iya, soal pertunangan itu... Aku harap kamu tidak menolaknya " ujar Emre.


" Kenapa " tanya Sakura.


Entah apa yang merasuki Emre sehingga ia meminta Sakura agar tidak membatalkan acara pertunangan yang diadakan oleh orang tuanya tanpa persetujuan Emre dan Sakura. Namun, apa boleh buat. Mereka pun tetap tidak bisa menolaknya.


" Terserah " jawab Sakura. Emre sedang merogoh sakunya karena ia merasa ada pesan yang masuk ke hpny.


*Nanti jangan lupa ajak Sakura makan ataupun jalan-jalan biar kalian jadi tambah akrab...


Mami*


" Kita keluar yuk " ajak Emre.


" Kemana? " tanya Sakura.


" Terserah kamu " kata Emre.


" Saya pulang " kata Sakura sambil beranjak dari tempat duduknya. Namun, Emre mencekal tangan Sakura. Sakura pun segera melepaskan tangannya.


" Jangan, mending kita jalan-jalan aja dulu " Kata Emre.


" Tidak " jawab Sakura.


Sakura pun segera pergi meninggalkan butik Emre. Ia pun langsung masuk ke mobilnya dan langsung tancap gas. Emre yang melihat kepergian Sakura hanya bisa menghela napas. Ia pun segera membalas pesan mamanya.


*Dia nggak mau mi


Emre*


Emre pun langsung memasuki ruang kerjanya dengan tertunduk lesu.


****


Di dalam mobil Sakura pun menggerutu tentang apa yang telah terjadi beberapa menit yang lalu.


" Cih... SKSD banget " gerutu Sakura. Sakura pun langsung menuju kantornya untuk meredakan kekesalannya.


" Pagi Gas " sapa Sakura.


" Siang mbak " jawab Sakura.


" Hah? " kata Sakura.


" Udah jam 11 mbak " kata Bagas. Sakura pun menepuk jidatnya.


" Ampun dah, jadi nggak fokus kan gue " kata Sakura sambil ngomong sendiri.


" Kenapa mbak? " tanya Bagas lagi.


" Oh... tidak papa " jawab Sakura.


" Ya sudah saya masuk ke dulu, oh iya nanti ajak Vita makan siang bareng. Kita makan siang di luar " kata Sakura lagi.


" Baik mbak " jawab Bagas.


Sakura menghela napasnya melihat tumpukan berkas yang menggunung di meja kerjanya. Ia pun segera mengecek berkas-berkas tersebut.


Tok tok tok


" Masuk " kata Sakura.


" Hai bu bos " sapa Vita.


" Tumben lo punya sopan santun, biasanya aja langsung nyelenong aja " ujar Sakura, Vita pun hanya nyengir-nyengir aja.


" Hehe... Oh iya tumben lo masuknya siang? " tanya Vita.


" Gue tadi abis ada acara bentar doang " kata Sakura.


" Acara apa? Temu klien? " tanya Vita.


" Nggak, acara me time " jawab Sakura.


" Oh... Eh Ra, lo bisa nggak ke Jerman dalam waktu dekat ini? Soalnya abang lo lagi di tugasin ke London sama bokap lo " kata Vita.


" Gue nggak bisa deh kayaknya, kenapa nggak lo sendiri aja! " seru Sakura.


" Kalo pun gue bisa, gue nggak bakal nyuruh elo kesana. Gue harus ke Korea buat kerjasama produk kosmetik kita " ujar Vita.


" Minggu ini gue kayaknya ada acara, yang paling jelas itu acara pertunangan gue itu sih udah pasti. Terus gue juga harus ke Prancis dan Italia " ujar Sakura.


" Mbak Sakura, sudah waktunya makan siang " kata Bagas.


" Ok, ayo Vit kita makan diluar " ajak Sakura.


" Ok " jawab Vita.


" Bagas tolong kamu telpon Vincent suruh dia nyusul ke tempat makan siang kita. Ada hal yang perlu saya bahas dengan dia " suruh Sakura.


" Baik mbak " kata Bagas patuh.


Sakura pun segera turun ke lantai satu. Disana sudah ada mobil yang telah dipersiapkan oleh petugas yang ada dilobby kantor. Ia pun segera menaiki mobil tersebut dan segera berjalan menuju restoran yang sudah dipesankan oleh Bagas. Tak berapa lama merekapun telah sampai di restoran tersebut.


" Pada mau pesen apa? " tanya Vita.


" Vit tolong pesenin sup miso kepiting sama ramen ya. Oh iya minumnya jus nanas aja " pesan Sakura.


" Ok bu bos " kata Vita.


Mereka pun segera duduk dimeja yang telah dipesankan oleh Bagas. Hanya keheningan yang tercipta di meja makan tersebut. Mereka semua sedang memainkan ponselnya. Mereka sih sebenarnya hanya memeriksa email dari kolega perusahaan dan hingga keheningan tersebut pecah karena ada dering telpon dihp Bagas.


" Sebentar mbak " kata Bagas sambil menjahui meja makan mereka.


" Eh Ra gue mau telpon papi dulu ya. Ada yang mau gue omongin " kata Vita sambil menjauh dari meja tersebut. Tersisa hanya Sakura sendiri yang berada disana.


" Iya " jawab Sakura singkat.


" Hai...


NEXT...