There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
DUA PULUH TUJUH


" Naik pesawat sayang " jawab Sakura.


****


Mereka pun sudah sampai di kediamannya bi Inem, dan sekarang Arya sudah selesai mandi dan kini giliran Sakura mandi. Bi Inem pun sedang menyiapkan air hangat untuk Arga. Dan Arga sedang dijaga oleh Sari yang sudah pulang sekolah. Sedangkan Bagas sedang membereskan kamarnya. Sakura juga sudah menyiapkan pakaian untuk Arga. Dan Arya sedang nonton tv karena menunggu yang lain.


Setelah semuanya selesai Sakura pun segera membawa keluar barang-barang yang akan ia bawa ke Jakarta. Baju Arya dan Arga juga sudah di tersimpan rapi didalam koper yang sekarang sudah berada di bagasi mobil. Bahkan Sari pun juga di ajak Sakura ke Jakarta tapi ia tidak mau ikut ke sana. Dan sekarang mereka sudah berada di dalam mobil dan bersiap pergi ke bandara.


" Sar, kita pergi dulu ya Assalamu'alaikum " pamit Sakura.


" Wa'alaikumussalam, hati-hati ya " pesan Sari.


" Iya, dah... " jawab Sakura sambil melambaikan tangannya.


Mobil pun segera melaju menuju ke bandara. Jarak dari rumah bi Inem ke bandara hanya ditempuh kurang lebih 25 menit. Sedari tadi Arya bertanya mengenai pesawat yang akan mereka naiki bersama.


" Mom, nanti di pesawat ada makanannya nggak mom? " tanya Arya.


" Ada kok " jawab Sakura. Dan... Masih banyak lagi hal yang ditanyakan oleh Arya.


" Nanti, sebelum naik pesawat kita makan dulu ya " kata Sakura.


" Makan mom? " tanya Arya.


" Iya, memangnya Arya nggak laper? " tanya Sakura lagi.


" Laper mom " jawab Arya.


" Nah.... Maka dari itu kita makan dulu " kata Sakura.


" Iya mom " jawab Arya.


Akhirnya mereka pun sudah sampai di bandara. Dan sesuai apa yang dibicarakan tadi, mereka pun segera menuju ke salah satu resto yang dapat mengganjal lapar dari perut mereka. Setelah selesai makan, Arya ingin membeli roti yang ada di bandara tersebut.


" Mom, beli itu " kata Arya sambil menunjuk ke arah stand tersebut.


" Iya " jawab Sakura sambil berjalan ke arah stan tersebut.


" Mbak rotinya 10 ya " pesan Sakura.


" Mau rasa apa mbak? " tanya pegawai tersebut.


" Arya mau rasa apa? " tanya Sakura pada Arya.


" Coklat ada mom? " tanya Arya.


" Ada nggak mbak yang rasa coklat? " tanya Sakura.


" Ada mbak " jawab pegawai tersebut.


" Emm... Coklatnya dua yang lain dicampur aja mbak " pesan Sakura.


" Baik, totalnya seratus tiga puluh ribu rupiah, mau dibayar tunai atau pakai kartu? " tanya pegawai tersebut.


" Tunai aja mbak, ini uangnya " kata Sakura sambil memberikan uangnya ke kasir tersebut.


" Terima kasih " kata pegawai tersebut.


" Sama-sama " jawab Sakura


" Nih rotinya " kata Sakura sambil mengangsurkan roti tersebut kepada Arya.


" Makasih mom " kata Arya.


" Sama-sama sayang, ya udah yuk kita langsung ke pesawat " kata Sakura.


" Yuk mom " jawab Arya sambil menggandeng tangan Sakura.


****


" Mom kok pesawatnya kecil? " tanya Arya saat mereka sudah sampai di pesawat pribadi Sakura.


" Emmm.... Iya karena mom sengaja aja pakai pesawat ini " jawab Sakura.


" Oh... Tapi kok penumpangnya cuman ada Arya, mom, om Bagas dan bibi sih mom? " tanya Arya lagi.


" Karena ini pesawatnya punya mom sendiri sayang! " jawab Sakura.


" Hah, mom punya pesawat sendiri? " tanya Arya heboh.


" Iya sayang " jawab Sakura.


" Wuuiiiihhhh.... Mom hebat bisa punya pesawat " puji Arya.


" Iya sayang " jawab Sakura.


" Tapi, kenapa mom nggak nyupir sendiri? " tanya Arya dengan polosnya.


" Mom nggak bisa nerbangin pesawat sayang " jawab Sakura.


" Terus yang nerbangin siapa mom? " tanya Arya lagi.


" Kan ada pilotnya sayang " jawab Sakura.


" Oh... " jawab Arya.


" Bu Sakura apakah semua penumpang sudah lengkap? " tanya salah satu pramugarinya.


" Oh... Sudah " jawab Sakura.


" Baik bu, jadi pesawat akan segera take off dari bandara " kata Pramugari tersebut. Ia pun segera meninggalkan tempat dimana Sakura sedang duduk.


Pesawat yang ditumpangi oleh Sakura pun sudah mulai mengudara. Arya pun sudah mulai tertidur dipesawat, bahkan Arga juga tidak rewel sama sakali. Arga sedang tidur sedari tadi saat di gendong oleh bi Inem. Dan Bagas pun mulai mengerjakan susunan jadwal kerja Sakura selama di Italia. Sakura akan pergi ke Italia selama lima hari. Dan kini Sakura pun sudah mulai tertidur di pesawat.


Pukul 6:15 malam, pesawat yang ditumpangi Sakura pun mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Dan sekarang mereka langsung menuju ke kediamannya keluarga Sakura. Setelah menempuh perjalanan dua jam lamanya, Sakura pun sudah sampai di rumah kedua orangtuanya. Mereka pun segera memasuki rumah Orang tua Sakura. Dan ternyata mereka sedang menonton tv di ruang tengah.


" Assalamualaikum " salam Sakura.


" Wa'alaikumussalam " jawab mereka serempak.


" Ra-Chan.... Akhirnya kamu kesini juga " kata mama Sakura sambil memeluk Sakura dengan erat.


" Papa kira kamu udah lupa jalan pulang ke rumah " kata papa Sakura.


" Papa ada-ada aja " jawab Sakura sambil mencium tangan papanya.


" Bi Inem juga ikut " tanya mama Sakura pada bi Inem.


" Iya nya, di suruh ikut " jawab bi Inem.


" Ya sudah kalo begitu saya pamit dulu ya pak, bu, mbak " pamit Bagas.


" Belum juga duduk udah pergi " kata Sakura.


" Iya mbak, soalnya ada acara keluarga " jawab Bagas.


" Oh... Ya udah " kata Sakura.


" Mari pak, bu " kata Bagas sambil bersalaman dengan kedua orangtua Sakura.


" Iya, hati-hati ya Gas " kata papa Sakura.


" Iya pak, Assalamu'alaikum " salam Bagas.


" Wa'alaikumussalam " jawab mereka serempak. Bagas pun segera meninggalkan kediaman orang tua Sakura.


" Ayo duduk dulu sayang " kata mama Sakura.


" Iya mah " jawab Sakura sambil duduk di sofa yang ada di ruang tengah.


" Aduuhhh.... Ini anak siapa sih lucu banget " kata mama Sakura sambil mencubit pipinya Arya. Sedangkan Arya diam saja karena ia juga belum kenal dengan orangtua Sakura.


" Aduhh.... Pah, liat deh bayi yang digendong bi Inem. Lucu banget pah " kata mama Sakura sambil menghampiri bi Inem.


" Ekhem... Mah, pah. Sakura mau ngomong " kata Sakura.


" Mau ngomong apa sayang " tanya mama Sakura tanpa mengalihkan pandangannya dari Arga.


" Emmm... Sebenarnya mereka... "


" Assalamu'alaikum " salam seseorang dari luar.


" Wa'alaikumussalam " jawab mereka serempak.


" Vino "


" Abang "


" Den Vino "


" Aku pulang " kata Vino dengan suara yang datar.


" Abang... " teriak Sakura sambil berlari ke arah kakaknya dan memeluknya dengan erat.


" Ra-Chan " kata Vino sambil membalas pelukan Sakura.


" Abang... Ra-Chan kangen " kata Sakura.


" Iya, abang juga " jawab Vino.


" Anak mama sama papa akhirnya pulang juga " kata mama Sakura.


" Iya ma " jawabnya. Sakura pun segera melepas pelukannya.


" Papa kira kamu nggak bakalan ke sini lagi " kata papa Sakura.


" Hem... " hela Vino.


Vino Putra Rawnie merupakan kakak Sakura yang pertama, ini merupakan kali pertama ia menginjakkan kakinya di indonesia setelah 5 tahun berada di Inggris. Ia pergi ke sana untuk menenangkan diri setelah tahu sang mantan kekasih selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dan ternyata ia berpacaran dengannya hanya demi hartanya saja.


" Oi bro " sapa Vincent saat ia baru saja keluar dari kamarnya. Sedangkan Vino membalasnya dengan sedikit senyuman.


" Kapan lo datang? " tanya Vincent.


" Baru aja " jawab Vino singkat.


" Buset... Singkat amat jawabnya " ejek Vincent.


" Serah " kata Vino.


" Duduk dulu bang " kata Sakura.


" Iya " jawab Vino.


" Udah dari tadi den " jawab bi Inem.


" Kok aku nggak tau bi " tanya Vincent lagi.


" Ih... Nanti aja tanyanya " kata Sakura.


" Oh iya, tadi kamu mau ngomong apa sayang " tanya mama Sakura.


" Kita duduk dulu ya mah " kata Sakura. Dan mereka pun segera duduk di sofa ruang tengah.


" Emm.... Jadi gini mah... "


" Eh, bi ini anak lucu banget. Anak siapa sih? " tanya Vincent tiba-tiba.


" Abang " panggil Sakura dengan suara tegas.


" Bentar " kata Vincent.


" Ini yang gede anak siapa bi? Cucu bibi? " tanya Vincent bertubi-tubi.


" Ih... Bang Sakura mau ngomong " kata Sakura. Akan tetapi hanya dianggap angin lalu oleh Vincent.


" Kamu namanya siapa? " tanya Vincent pada Arya.


" Emm... Arya " jawab Arya malu-malu.


" Oh... Arya... "


" Abang gue lelepin lo ya " kata Sakura yang sudah kesal dengan kelakuan si Vincent.


" Ekhem " deheman Vino.


" Iya, iya gue diem " kata Vincent.


" Jadi... "


" Arya, ayo duduk sini " kata Vincent sambil menepuk sofa kosong yang ada di sebelahnya.


" ABANG..." teriak Sakura frustasi.


" Iya, orang gue cuman nyuruh dia duduk doang " kata Vincent.


" Diem " kata Vino dengan suara dinginnya.


" Iya bang, iya " kata Vincent.


" Jadi gini mah, pah, bang. Sakura mau ngomong " kata Sakura terjeda.


" Ngomong apa sayang? " tanya mama Sakura.


" Emm.... Jadi mereka itu... Anak aku " kata Sakura diplomatis.


" APPAAHH... " teriak mereka.


" Dek, kapan lo bunting? Terus siapa yang buntingin elo hah? Bilang ama gue biar gue tonjok tuh orang " kata Vincent bertubi-tubi.


" Mereka itu... "


" Dek jawab abang " kata Vincent dengan tegas


" Gimana mau jelasin kalo lo nyolot mulu " kata Sakura.


" Diem dulu " kata Sakura.


" Gimana gue bisa diem " kata Vincent.


" Bang Vino " panggil Sakura.


" Tutup mulutnya dia pake kaos kaki " suruh Sakura.


" Iya " jawab Vino.


" Eh eh eh... Lo mau ngapain? " tanya Vincent.


" Nyumpel mulut lo pake kaos kaki " jawab Vino.


" Jangan lah, gue diem aja kalo gitu " kata Vincent.


" Sakura lanjutin ya " kata Sakura.


" Mereka memang anak Sakura, tapi anak angkat tepatnya " kata Sakura.


" Oh... " jawab mereka ber oh ria.


" Jadi mama punya cucu dong " tanya mama Sakura.


" Iya mah " jawab Sakura.


" Apa yang membuat kamu mengadopsi mereka? " tanya papa Sakura.


" Emm... Waktu itu Sakura nemuin ibu mereka saat melahirkan " kata Sakura.


" Oh... Terus kenapa bisa kamu adopsi? Kan mereka masih punya orang tua? " tanya papa Sakura.


" Kedua orangtua mereka sudah meninggal pah " jawab Sakura.


" Innalillahi wa inna ilaihi roji'un "


" Meninggalnya kenapa sayang? " tanya mama Sakura.


" Arya... Sini sayang " panggil Sakura.


" Iya mom " jawab Arya.


" Sini duduk di sampingnya mom " kata Sakura.


" Mungkin ini saatnya " batin Sakura.


" Ayahnya Arya meninggal karena jadi korban tabrak lari " kata Sakura.


" Ya Allah... " kata mama Sakura sambil menutup mulutnya.


" Ayahnya meninggal saat ibunya Arya hamil " kata Sakura.


" Karena itu ibunya Arya jadi depresi, dan dia kabur dari rumah dalam keadaan depresi. Dan Sakura menemukan ibunya Arya dengan Sari dalam keadaan sudah melahirkan " kata Sakura.


" Akhirnya Sakura bawa mereka ke rumah sakit. Dan di rumah sakut itu ibu Arya histeris mencari ayahnya Arya dan akhirnya dia lari keluar rumah sakit dan akhirnya tertabrak " sambung Sakura.


" Ibu tertabrak mom? " tanya Arya yang tefkejut mendengar pernyatan Sakura


" Iya sayang, ibu kamu tertabrak karena histeris mencari ayah kamu sampai ke tengah jalan, dan akhirnya tertabrak mobil " kata Sakura.


" Ibu... " tangis Arya.


" Udah ya... Jangan nangis, sekarang Arya mandi dulu ya " kata Sakura.


" Nggak mau, Arya masih mau dengerin ceritanya mom " kata Arya. Sakura pun hanya bisa menghela napasnya.


" Iya mom akan lanjutin, tapi Arya jangan nangis ya " kata Sakura.


" Akhirnya ibu mereka langsung di bawa ke IGD. Dokter udah berusaha semampunya, tapi nggak tertolong " lanjut Sakura.


" Dan saat itu yang nabrak nggak melarikan diri, dia tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan. Dan sekarang, dia penjara untuk tahap penyidikan. Arya, budhe sama pakdhe udah memaafkan orang yang nabrak ibu Arya. Karena, budhe dan pakdhe bilang. Mungkin itu yang bisa membuat ibu kamu tenang, karena apa? Karena ibu dan ayah Arya udah ada di surga bersama-sama. Dan pakdhe Arya mau mencabut laporannya karena udah memaafkan orang yang nabrak ibu kamu. Tapi, nggak bisa, karena sudah masuk ke tahap penyidikan " jelas Sakura panjang lebar.


" Arya, udah memaafkan orang itu mom. Kata bu guru, orang yang meninggal itu tugasnya udah selesai di dunia ini. Maka dari itu, ibu dan Ayah Arya dipanggil " kata Arya. Ucapan Arya tadi membuat semua yang ada disana terenyuh mendengar pernyatan Arya. Di usianya yang masih muda, ia bahkan sudah bisa berpikir dewasa.


" Mom jangan nangis " kata Arya sambil menghapus air mata Sakura.


" Mom nggak nangis kok sayang " jawab Sakura sambil memeluk Arya.


" Ya sudah, sekarang Arya mandi ya " kata Sakura.


" Arya nggak tahu kamar mandinya mom " kata Arya.


" Oh iya " kata Sakura sambil menepuk jidatnya.


" Bi, tolong temenin Arya mandi ya bi " kata Sakura.


" Iya non " jawab bi Inem.


" Sini bi, biar bayinya sama saya " kata mama Sakura.


" Iya nya " jawab bi Inem sambil memberikan Arga kepada mama Sakura.


" Ayo den " ajak bi Inem.


" Iya bi " jawab Arya.


" Aduh, aduh.... Cucu oma canting banget sih " kata mama Sakura.


" Cowok ma " kata Sakura.


" Oh... Cowok, jadi cucu oma dua duanya cowok " tanya mama Sakura.


" Iya mah " jawab Sakura.


" Papa salut sama kamu nak " kata papa Sakura.


" Makasih pah... " jawab sakura.


" Ya udah, kamu ke kamar gih " suruh mama Sakura.


" Nanti deh mah " kata Sakura.


" Udah... Kamu ke atas sana, mama masih mau gendong cucu mama " usir mama Sakura.


" Buset... Gue di usir **** " batin Sakura.


" Bang, lo nggak ngerjain berkasnya? " tanya Sakura. Tapi tidak ada yang menyahutnya.


" Bang " panggil Sakura pada kedua abangnya.


" Lo ke atas aja gih, gue masih mau ketemu ama ponakan gue " jawab kedua abang Sakura serempak.


" Ya udah gue ke atas dulu " kata Sakura.


**NEXT**...