The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 9


"baru kali ini saya melihat bos senyum seperti itu, apa bos merencanakan sesuatu?" Batin Kim,


karena Kim tidak pernah melihat Alfa tersenyum saat sedang bicara ditelpon. Kim orang yang tidak peka.


"Bos, anda ada rapat 5 menit lagi" ucap Kim.


Alfa menoleh kebelakang karena Kim memberitahu bahwa mereka ada Rapat.


"yasudah" ucap Alfa ditelfon.


"baik tuan" ucap Nina.


Di dalam Kastil, Ran selesai makan, Ran sangat bosan, karena tidak ada handphone dan laptop. Alfa melarang dan menjauhkan Ran dari handphone. Karena takut Ran akan kabur. Handphone Ran ada dirumahnya. lalu Ran memanggil Nina.


"Nina, kau ada diluar?" Panggil Ran pelan dari dalam kamar.


Dengan sigap Nina langsung datang kehadapan Ran.


"iya ada apa nona?" Ucap Nina.


"aku ingin membaca buku, dimana aku bisa membaca buku?, buku apa saja boleh" Tanya Ran sopan.


"anda bisa mendapatkan buku di perpustakaan Nona, saya akan mengantarkan anda kesana" ucap Nina sambil menjelaskan dengan baik.


"terimakasih Nina" ucap Ran lalu tersenyum.


"sama-sama nona". Jawab Nina dengan sepenuh hati.


Saat sudah sampai didalam perpustakaan, Ran terkejut.


"waaahh perpustakaan nya besar dan luas sekali, banyak sekali buku disini." Ungkapan Ran terkagum-kagum melihat bagian dalam ruangan perpustakaan. Rak buku yang berukuran besar berbaris rapi memenuhi ruang perpustakaan itu.


"saya permisi nona" ucap Nina lalu keluar dari perpustakaan.


"iyaa" ucap Ran.


Didalam perpustakaan tersebut Ran berkeliling melihat berbagai macam buku, Ran sangat senang bisa melupakan perasaan buruknya dengan membaca buku. Dan tanpa disadari, dia ketiduran sampai sore.


Diperjalanan pulang Alfa tiba-tiba bertanya kepada kepala pelayan di dalam mobil,


"paman Qin bagaimana cara mendapatkan hati wanita?" Ucap Alfa.


Paman Qin yaitu kepala pelayan tidak menyangka Alfa akan menanyakan hal tentang wanita. begitu juga dengan pak supir yang tersentak mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Alfa. Paman Qin tersenyum.


"tunjukkan ketulusan anda dan katakan isi hati anda tuan, perlakukan wanita dengan lembut, agar mereka tidak takut" ucap paman Qin.


"iya tuan muda" ucap paman Qin sambil mengangguk.


Lalu Alfa sampai ke depan rumah, para pelayan menyambut seperti biasanya. Alfa memanggil Nina.


"dimana dia?" Tanya Alfa pada Nina.


"nona Ran ada di perpustakaan sejak tadi siang tuan" jawab Nina.


"sejak tadi siang?!, apa kau tidak mengecek nya, bagaimana jika dia kenapa-napa?!" Ucap Alfa dengan nada marah.


Nina dan yang lainnya menjadi panik.


"ma,, maafkan saya tuan" ucap Nina sambil menundukkan kepalanya.


"sudahlah" ucap Alfa.


Alfa langsung ke perpustakaan. Dan terkejut melihat Ran yang tertidur disofa panjang. Alfa langsung menghampiri Ran yang tertidur disofa dan berjongkok didepan Ran sambil menatap wajahnya. Alfa membelai rambutnya dengan lembut.


"benar-benar cantik" gumam Alfa.


Tak lama kemudian Ran terbangun.


"Emm eeh, anda sudah pulang?" Tanya Ran.


"Aku harus sabar menghadapinya, aku harus mencari cara untuk keluar dari tempat ini, mungkin saja jika kami berhubungan baik, dia mau mendengarkan pendapat ku tentang kembali ke rumah. dan lalu aku akan membawa orang tua ku pindah, jika dia mengancamku lagi." batin Ran.


"(aku merasa sangat senang, dia menanyaiku seperti ini), iya aku pulang" ucap Alfa sambil senyum.


Ran langsung duduk di sofa dan menghadap Alfa.


"anu,,sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pada anda" ucap Ran.


"Kenapa tiba-tiba dia bicara formal dan sopan, dia seperti menjaga jarak denganku dengan kata-kata itu" batin Alfa.


"Hem ada apa?" (Dia sangat imut) ucap Alfa.


Alfa tetap berjongkok didepan Ran, lalu Alfa menatap Ran sangat dekat. Wajah mereka berdua berdekatan, dan Ran yang sedikit tertunduk karena sedikit takut.


"siapa nama anda? kenapa anda menculik dan membawa saya kesini?" Tanya Ran dengan pelan.


"namaku adalah Alfa Rizi, aku membawamu karena ada alasan nya" jawab Alfa.