The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 29


Ran belum menyelesaikan kata-katanya, Alfa langsung mencium Ran dengan sangat lembut dan ciumannya sangat dalam. Alfa memasukkan lidahnya kedalam mulut Ran dan merasakan semua yang ada di lidah Ran. Alfa menggenggam kedua tangan Ran dan menaruhnya dilehernya. Tidak hanya dibibir, Alfa juga mencium leher Ran, Ran terpejam dan seluruh tubuhnya gugup gemetaran. Tangan kiri Alfa memegang dan mengangkat paha Ran. Mata Ran langsung terbuka. Dan menyuruh Alfa untuk berhenti.


"ada apa?" Ucap Alfa.


"jangan...." Ucap Ran gemetar.


"aku hanya menyentuh nya sebentar, aku berjanji aku tidak akan melakukan apa-apa," ucap Alfa.


Alfa langsung menyentuh bagian itu sebentar, Ran langsung memejamkan matanya, tubuhnya gemetar dan Alfa membuka sedikit baju tidur Ran ke atas sampai bagian perut. expresi Ran sedikit takut dan wajahnya memerah. Alfa menghentikan aksinya, Lalu Alfa tersenyum memeluknya sambil berbaring disampingnya Ran. malam yang tenang dan sepi, dan tirai yang bergoyang karena hembusan angin yang menembus masuk lewat jendela, dalam ketenangan bisa mendengar hembusan nafas masing-masing.


"terimakasih Ran. Setiap bersama mu suasana hatiku langsung membaik. Sebelum ada dirimu aku tidak pernah tersenyum dengan benar, hanya melakukan pekerjaan dan mudah sekali marah."


Alfa mencium kening Ran dan pipi berwarna merah muda Lembut Ran. Ran terpikirkan sesuatu..


"apa aku akan disini selamanya?" Ran tiba-tiba bertanya.


"kalau bisa aku ingin seperti itu, aku tidak ingin ada laki-laki yang melihatmu, karena kau adalah milikku" ucap Alfa.


Ran berpikir, lagi-lagi mengatakan hal seperti itu, mengatakan aku adalah miliknya, namun apa dia menyadari kalau dia tidak pernah menyatakan perasaannya yang sebenarnya padaku. itulah yang selalu membuat Ran tidak sepenuhnya mempercayai Alfa.


"kenapa bisa begitu? kenapa kau mengganggap diriku milikmu dan tidak boleh bertemu laki-laki lain?" Tanya Ran.


Alfa terdiam sejenak menatap wajah Ran, Dan tidak tau apa yang ada dipikiran Alfa sebenarnya..


"....." suasana menjadi hening.


"aku akan berusaha membahagiakan mu, aku akan selalu memenuhi keinginanmu dan memberikan semua yang kau butuhkan, meski itu adalah hal yang tersulit sekalipun, aku akan memberikannya padamu apapun itu. Jadi, aku mohon jangan memperlakukan ku seperti itu lagi. Aku bisa menerima kalau kau belum mencintaiku. Tapi, jangan membenciku, jangan menghindariku, jangan melihatku seperti orang jahat yang menyakiti mu. Aku tidak akan bisa menerima hal itu darimu. Itu sangat menyiksaku.."Alfa mengatakan hal itu dengan sedih sampai air mata nya mengalir.


"aku tidak menyangka bahwa aku bisa menangis" batin Alfa.


"aku tidak pernah menduga laki-laki ini akan mengeluarkan air mata, seakan-akan ini pertama kalinya dia menangis selama dia hidup. dia biasanya selalu memiliki aura yang gelap, dingin, dan membuat orang disekitarnya merasa tertekan. rupanya dia sangat mencintaiku" batin Ran.


Ran memegang wajah Alfa dan mengusap air matanya. Lalu Ran menyuruh Alfa berbaring. Alfa bersandar di dada Ran. Ran memeluk dan mengelus kepala Alfa. Alfa dan Ran pun tertidur pulas. Hari pun sudah pagi. Ran terbangun duluan. Ran merapikan selimut untuk menutupi tubuh Alfa agar tidurnya nyenyak dan tidak kedinginan. Ketika ingin beranjak dari tempat tidur, Alfa menarik tangan Ran.


"ada apa?" Kata Ran.


"mau kemana,?" Tanya Alfa.


"aku ingin mandi dan ganti baju" kata Ran.


"ayo kita mandi bersama" ajak Alfa.


"tidak! Tidak mau!" Ran Malu dan ingin kabur dari Alfa.


Tapi Alfa menahan Ran lagi lalu Alfa duduk dipinggir kasur. "kalau begitu, ciuman dan ucapan selamat pagi nya?" Ucap Alfa.