The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 25


Bodyguard tersebut tertegun dan bingung harus melakukan apa. Saat Mereka berdua berbisik-bisik. Dan Ran kabur.


"bagaimana ini, bos baru kali ini membawa wanita, kita bisa mati jika dia mengatakan sesuatu yang tidak-tidak pada bos, kita biarkan saja lagipula hanya ditaman. Bos juga tidak bisa dihubungi" ucap satu penjaga.


"baiklah nona" kata penjaga yang satunya lagi.


Ketika 2 bodyguard itu berbalik, Ran sudah tidak ada. 2 bodyguard itu dengan cepat bergerak mencari Ran. Ran yang turun kebawah melihat Alfa dan Kim masuk keruangan tertentu. Karena penasaran, Ran mengikuti mereka berdua. Ruangan itu seperti ruangan rahasia. Setelah berjalan sekitar 10 menit, Ran akhirnya melihat Alfa dan Kim berhenti di depan suatu ruangan.


Ran melihat mereka berdua masuk. Dan Ran memberanikan diri untuk mengintip disela sela pintu. Dan mendengar suara wanita yang menangis tersedu-sedu.


"kau akan membayar semua perbuatan mu,!" Kata Alfa dengan tatapan yang sangat dingin dan tatapan jijik.


"tuan! Tuan, maafkan saya, ampuni saya tuan," izah memohon didepan Alfa.


"apa kau tau apa kesalahan mu? Beraninya kau menyiksanya!" Alfa sangat marah.


"maafkan saya tuan, saya tidak tau kalau anda sangat menyukainya," ucap Izah sambil menangis.


Alfa menampar izah dengan sangat kuat, menjambak rambut nya, dan menendang perut izah sampai bibir Izah berdarah lalu mengeluarkan darah.


"ini kan yang kau lakukan padanya?! Memangnya kau siapa berani menyakitinya" kata Alfa.


"tu, tuan,,tolong a,..ampuni saya,,saya" ucap Izah sudah tidak berdaya.


Wajah Alfa sangat dingin dan aura nya seperti pembunuh. Dibalik pintu Ran menyaksikan itu semua. Ran sangat terkejut sampai tidak menduga Alfa yang dia liat bisa seperti itu.


"wanita itu kan yang menculikku dan mengurung ku, apa dia mengurungnya disini untuk menghukum wanita itu, tapi, apa perlu sampai seperti ini, kenapa tidak diserahkan ke polisi saja? Apa yang terjadi didalam, aku tidak bisa melihat semuanya" batin Ran.


Alfa mengambil pistol milik Kim, dan mengarahkan pistol kearah izah.


"bos, biar saya yang melakukannya, anda tidak perlu mengotori tangan anda pada hal kecil seperti ini." Kata Kim.


"tidak!, aku sendiri yang akan membunuhnya." kata Alfa.


"tidak tuan, jangan, saya mohon, biarkan saya...!" Izzah langsung ditembak.


Dor, bunyi suara tembakan, Ran melihat kejadian itu secara langsung duduk terdiam, karena terdengar suara dari luar, Alfa menyuruh Kim untuk mengecek nya.


"hah??!,,apa aku salah lihat..dia membunuh wanita itu tanpa berkedip mata dan tanpa ampun, aku,,aku takut, aku ingin pulang, hiks..kakiku tidak bisa bergerak" batin Ran.


"nona Ran??" Ucap Kim terkejut.


"Ran, kenapa kau ada disini,? ayo kembali kekamar mu sekarang, tempat ini tidak bagus untuk mu" ucap Alfa.


Ran mundur dan didalam pikiran nya, Alfa tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan Alfa sudah gila.


"ti...tidak!! Jangan sentuh aku,!" Ucap Ran lalu hanya bisa termenung.


Raut muka Alfa menjadi dingin. "apa dia seperti ini karena dia melihat aku membunuh orang?" batin Alfa.


"ada apa? Apa kau masih sakit?" Tanya Alfa.


Ketika Alfa ingin menyentuh Ran, Ran langsung menghindar dan berlari meninggalkan tempat itu. Alfa sangat marah dan meninju dinding dengan tangannya.


"sial!!! Bagaimana dia bisa sampai kesini? Kim urus orang-orang yang ditugaskan menjaga kamar Ran." Ucap Alfa sangat marah.


"baik bos" jawab Kim.


Didalam kamar, Ran langsung menutup pintu dan duduk di kasur, memeluk kedua kakinya, Ran terlihat sangat tidak tenang dan menangis tersedu-sedu.


"aku,,aku tidak pernah melihat pembunuhan, banyak sekali darah dilantai. Bagaimana dia bisa membunuh orang semudah itu. Apa dia juga akan membunuhku jika dia tidak senang, a..aku mau pulang" ucap Ran,


seluruh tubuh dan suaranya gemetaran. Ran pingsan karena terlalu syok. Dan saat itu juga ada nina yang masuk untuk mengantar makanan Ran.


"ha!! astaga! Nona?!! Nona Raaannn,,Tuan muda!! Tuan muda!! Nona ran pingsannn"


Nina berteriak memanggil Alfa, dan Alfa yang mendengar itu langsung panik dan lari tergesa-gesa ke lantai atas untuk melihat Ran. Setelah sampai didalam kamar, Alfa langsung menyuruh Nina memanggil dokter. Alfa bergegas ke arah Ran dan mengangkatnya lalu membaringkan nya dikasur. Alfa menggenggam tangan Ran dan dibenamkannya di wajahnya, seraya berharap kondisi Ran baik-baik saja.