The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 30


Alfa duduk ditepi kasur sambil memeluk tubuh Ran yang sedang berdiri didepannya. Alfa menyandarkan kepalanya di perut rata Ran. Ran menunduk menatap wajah Alfa,


"(apa maksudnya kecupan sesudah bangun tidur pagi yang biasa dilakukan oleh ibu?) Baiklah." Ucap Ran.


"Dia mau melakukannya untukku" batin Alfa yang terpana pada Ran.


Ran memegang pipi Alfa dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alfa. Alfa tidak menyangka Ran mau melakukan hal ini untuknya. Alfa terus menatap Ran tanpa berkedip sedikitpun. Ran mencium dahi Alfa dengan lembut sambil memejamkan mata.


"selamat pagi, Alfa...(apa benar seperti ini? ini kekanakan, aku merasa sangat malu saat melakukannya)" Kata Ran.


Ran tersenyum manis kepada Alfa. Suasana hening seketika.


"aku tidak menyangka akan sesenang ini mendapat ucapan selamat pagi darinya..dia sangat cantik meskipun tanpa riasan dan baru bangun tidur. sangat bercahaya di pagi hari dan suasana hatiku menjadi sangat tenang. Bagaimana bisa aku melepaskan wanita selembut dan sehangat ini dariku." Batin Alfa.


"sudah kan?" Ucap Ran.


"aku ingin kau melakukan hal seperti tadi kepadaku setiap pagi" kata Alfa.


"kenapa aku harus melakukannya untukmu setiap pagi? aku belum mengatakan bahwa aku sudah menerima mu sepenuhnya" ucap Ran terus terang.


ekspresi wajah Alfa langsung berubah menjadi tidak senang. dan tangannya yang memeluk pinggang Ran mencengkram lebih erat.


Ran menatap Alfa.


"aku ingin mengujinya apa dia masih suka memaksaku?" Batin Ran.


"ada apa, kau tidak mau?" Tanya Alfa.


"kalau aku tidak ingin,?" Ucap Ran.


"tidak apa-apa kalau kau tidak ingin" kata Alfa lalu tersenyum Kepada Ran, dan memeluk erat Ran dan menyandarkan kepalanya diperut Ran.


"(Rupanya dia juga bisa bersikap seperti ini, aku merasa senang jika dia bersikap lembut padaku dan tidak memaksa). Hmm..baiklah aku akan melakukannya untuk mu" ucap Ran.


"Sungguh,,, ? terimakasih" Alfa mencium tangan Ran.


"anu...apa kau tidak pergi bekerja?" Tanya Ran.


Karena Alfa tidak beranjak dari tempat tidur padahal hari sudah mulai siang.


"sebentar lagi..kau sangat harum, aku merasa sangat tenang" kata Alfa.


Dan Alfa masih mencium tangan dan jari-jari Tangan Ran dari tadi.


"kau dengar atau tidak?" Ran mulai kesal terhadap Alfa.


"ya aku mendengarkanmu" ucap Alfa.


Ran menepis tangan Alfa, dan Alfa tahu arti dari tindakan Ran. Alfa langsung beranjak dan masuk ke kamar mandi. Sedangkan Ran berdiri didepan jendela kaca yang besar. Ran menempelkan tangan kanannya di permukaan kaca. dan menatap jauh di luar.


"Bagaimana keadaan orang tua ku? Aku sangat merindukan mereka berdua. Kenapa dia harus sampai seperti ini, ini bukan cinta, tapi nafsu yang terobsesi karena dia kesepian, Aku ingin pulang, dan bebas berkeliling di hutan seperti dulu, dan membantu orang tua ku, aku tidak nyaman dan tidak terbiasa hidup disini, aku tidak akan meninggalkan dia, dia bisa menemui ku kapan pun dia mau saat aku berada di rumah orang tua ku, dan dia juga sudah tidak memaksakan kehendaknya padaku lagi, seperti tadi. aku hanya ingin kami pacaran normal seperti yang lainnya." batin Ran.


Alfa pun keluar dari kamar mandi, langsung bersiap-siap dan memakai setelan jas mahal. Dia menghampiri Ran dan memeluknya dari belakang serta memintanya melakukan sesuatu.


"Bisa bantu aku pakai dasi?" Ucap Alfa sambil memberikan dasi pada Ran.


"Iya" jawab Ran.


Setelah memakaikan dasi. Ran berbalik dan kembali melihat ke arah jendela.


"Apa yang kau lihat,?" Ucap Alfa.


"Aku ingin kembali ke rumah" ucap Ran.