
tak hanya di bibir, Alfa juga mencium leher dan meremas-remas payudara Ran,
"AAH! AAH! Hm uukh,, Tolong berhenti" ucap Ran,
Ran tersentak dan langsung membuka matanya untuk menghentikan Alfa, Ran berusaha menghentikan tangan Alfa yang memeras payudaranya dengan menarik tangan Alfa, namun Ran dalam kondisi lemah, hingga tidak bisa. Ran yang gugup memejamkan matanya, berusaha menggerakkan tangannya untuk melawan. tangan Alfa meraba ke bagian bawah tubuh Ran.
"lagi,..lagi, ..aku ingin lagi, masih kurang, setiap memandang dan memeluknya erat di pelukan ku, dia sangat wangi dan manis, hangat.. rasanya aku ingin memakannya, disini, sekarang!" Batin Alfa.
wajah dan leher belakang Alfa memerah, karena tidak bisa menahan sensasi yang dia rasakan dari Ran
"aku harus menghentikannya, dia seperti orang yang kehilangan akal" batin Ran.
Ran juga membalas ciuman Alfa dan mengelus kepala nya, Alfa terkejut, lalu melanjutkan ciuman mereka berdua dengan lembut dan perlahan.
"*Ran, apakah dia mau melakukan nya denganku?" Batin Alfa.
"bagus, dia sudah tenang" batin Ran*.
Setelah berhenti berciuman sesaat, Alfa ingin melanjutkan nya lagi.
"Ran...." Alfa menyebut nama Ran dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
"(kenapa setiap kali orang ini menyebut namaku, aku tidak bisa menolaknya, bukan mendorongnya malah aku merasa ingin menyayangi nya dan menurutinya) tolong berhenti, aku tidak ingin melakukan nya" Ucap Ran dengan lembut.
Ran mengatakan itu sambil memegang wajah Alfa dengan tatapan memohon.
"SIAL!!!, Kenapa aku bodoh sekali, apa aku telah membuat nya takut, kenapa aku selalu berbuat jahat kepadanya! Aku tidak boleh terburu-buru, aku juga sudah membawa nya di sisiku, seperti kata orang yang menganggap ku, aku adalah iblis, jadi aku harus memiliki tubuh, jiwa, dan hatinya, aku akan memiliki semua yang ada pada dirinya". Batin Alfa sambil menggigit bibirnya sendiri.
alfa duduk dan wajah Alfa murung dan cuek. sebenarnya Alfa kesal pada dirinya sendiri.
"(dia terlihat murung) bagaimana kalau kita istirahat saja sebentar disini?" Kata Ran.
"terserah kau saja" ucap Alfa.
"kalau begitu kemarilah" Kata Ran sambil merentangkan kedua tangannya.
"hm???" Ucap Alfa.
Ran tersenyum, dan memegang leher Alfa lalu menariknya untuk berbaring disampingnya. Tangan kanan Ran mengelus kepala Alfa. Alfa dan Ran berbaring saling berhadapan dan bertatapan. Alfa terdiam dan merona.
"karena kulihat kau bekerja terus. jadi kau pasti ada rasa lelah, jadi tidur saja dan bersantai untuk hari ini" ucap Ran dengan lembut dan perhatian.
"(sebelumnya aku tidak pernah diperlakukan dan diperhatikan seperti ini, dia sangat harum, wangi tubuhnya membuat ku sangat tenang, rasanya aku ingin tertidur) bisakah aku tidur sambil memeluk mu?" Ucap Alfa terdengar memohon.
"hehemm" Ran mengangguk, dalam arti menyetujui.
Wajah Alfa sumringah dan langsung memeluk Ran, kepala Alfa bersandar di dada Ran.
"kau sangat lembut dan membuat ku sangat nyaman." Ucap Alfa.
Tanpa mereka berdua sadari, mereka berdua tertidur pulas dan nyaman dibawah pohon selama beberapa jam. Ran yang terbangun duluan dan Alfa masih tertidur memeluk Ran. Ran menatap Alfa dalam diam dan menyentuh rambut Alfa.
"sudah kuduga kalau dia butuh istirahat dan bersantai, kalau sedang tidur seperti ini, dia tidak kelihatan seperti orang jahat, dan dia juga sangat tampan seperti pangeran impianku, aku jadi penasaran sebenarnya dia orang yang seperti apa, dan apa pekerjaannya. Kami hanya baru bertemu 2 kali, Dan juga kenapa dia membawaku dengan paksa tanpa mengatakan apapun. Dia juga mencium ku seenaknya, aku tidak mengerti" batin Ran.