The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 24


Alfa menggendong Ran, dan membawanya kembali ke kamar. Setelah sampai didalam kamar, Alfa membaringkan Ran di kasur. Dan Alfa juga berbaring disebelahnya sambil memeluk tubuh Ran dari belakang.


Lalu berbisik di telinga Ran.


"aku ingin bertanya" tanya Alfa.


"tentang apa?" Kata Ran.


"siapa yang menculikmu?" Kata Alfa.


Ran terdiam dan tidak menjawab apapun.


"jangan takut, beritahu aku" ucap Alfa dengan raut wajah serius.


"dia seorang pelayan wanita ditempat ini" jawab Ran.


"apa yang dia lakukan padamu?" Tanya Alfa lagi.


"hmmm..di,,dia mengataiku wanita penggoda sambil berteriak-teriak, menamparku, menjambak rambutku, dan menendang perutku" ucap Ran dengan suara Ran sedikit gemetaran.


Alfa melihat bahu Ran yang bergetar. Alfa membalikkan tubuh Ran kehadapan nya disampingnya, menatap wajah Ran dan menggenggam tangan Ran dengan lembut.


"BERANINYA!!! BERANINYA WANITA seperti itu ITU MENYAKITI RAN. DIA MENYIKSA WANITA TERCANTIK SEPERTI MALAIKAT MILIKKU, DIA MENYIKSA TUBUH YANG LEMBUT DAN HARUM INI, dia sangat rapuh dan lembut, sampai-sampai aku merasa dia akan remuk jika aku membentak nya. aku saja tidak berani untuk melakukannya, beraninya dia!!! kalau dia tersakiti, aku tidak akan bisa memaafkan diriku" batin Alfa.


Alfa menyembunyikan amarahnya dibalik wajahnya yang tenang.


"dia menampar pipimu, menjambak rambutmu, dan menendang perutmu kan? Ucap Alfa.


"hhhmmm benar" jawab Ran ragu-ragu.


"apa kau masih takut dengan kejadian itu?" Tanya Alfa.


"iya, sedikit" Ran menjawab dengan jujur.


Alfa menatap wajah Ran.


"aku akan menghilangkan trauma itu, tutup matamu" kata Alfa.


"menutup mata,? Untuk apa?" Ran tidak mengerti.


"turuti saja aku" ucap Alfa.


Ran menutup mata, Tiba-tiba Alfa mencium pipi Ran, mencium ujung rambut Ran, Alfa meraba paha Ran dan tangan Alfa ingin membuka tali ikatan jubah mandi Ran. Saat Alfa menyentuh tubuhnya, Ran gemetaran dan raut wajah Ran ketakutan.


"berhenti, aku..tidak mau.." ucap Ran mengejutkan Alfa.


"kau tidak mau?" Ucap Alfa.


Ran menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"kenapa?" Tanya Alfa.


"karena aku takut dan kita tidak saling mencintai"


Ran menjawab langsung dan Berani.


"padahal banyak sekali wanita yang ingin tidur denganku meski hanya untuk kepuasanku sesaat dan mencari keuntungan, Ran malah tidak mau, tapi, aku juga tidak ingin memaksanya" batin Alfa.


"baiklah, ayo kita tidur saja, aku hanya akan memelukmu, apa boleh? aku tidak tau mengapa aku selalu merasa kedinginan." Tanya Alfa dengan lembut.


Ran menganggukkan kepalanya sebagai tanda iya. Alfa menghela nafas


"kau sangat lembut dan hangat, aku merasa ingin memelukmu seperti ini terus-menerus" ucap Alfa.


Alfa dan Ran pun tidur dengan sangat nyenyak. Pagi pun tiba, Alfa bangun duluan dan melihat Ran berada dipelukannya. Alfa pun tersenyum dan mencium dahi Ran yang masih tidur, Alfa mandi dan langsung bersiap-siap. Dia keluar dan memanggil Kim diruangannya. Kim pun datang ke ruangan Alfa. Sambil duduk Alfa bertanya kepada Kim.


"bagaimana pelayan itu?" Alfa bertanya.


"dia sudah ditahan dipenjara bawah tanah bos" jawab Kim.


"aku akan kesana mengurusnya langsung dan jangan sampai Ran tau" Ucap Alfa dengan nada dingin dan aura yang menyeramkan.


"baik bos, mari saya antar" ucap Kim.


Dan disisi lain, Ran bangun tidur, mandi dan langsung berganti pakaian. Saat dia ingin keluar dari kamar, didepan pintu ada 2 bodyguard berjaga.


"maaf nona, nona tidak boleh kemana-mana," kata 2 orang berbadan gagah tersebut.


"kenapa aku tidak boleh keluar dari kamar?" Tanya Ran.


"maaf, kami tidak tau, kami hanya menjalankan perintah dari bos saja" ucap salah satu bodyguard.


"kenapa dia mengurungku? Biasanya tidak pernah ada seperti ini, ada yang mencurigakan" batin Ran.


Ran tetap ngotot berjalan keluar dari kamar, tapi, bodyguard mencegahnya,


"aku ingin ke taman, kalau kalian masih ingin menghalangi, aku akan memberi tau tuan kalian, kalau kalian memaksa ku" kata Ran.