The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 11


Ran sangat malu saat itu. Setelah selesai makan, Alfa mengantarnya ke kamar, lalu menyuruh Ran mandi dan tidur. Dan Ran menganggukkan kepalanya tanda menjawab dengan patuh.


Lalu Alfa keluar dari kamar Ran. Waktu menunjukkan jam 8 malam. Karena merasa tidak nyaman tidak bisa tidur, Ran keluar kamar untuk jalan-jalan disekitar kamarnya melihat-lihat kastil, karena kastil tersebut sangat luas dan besar sekaligus mewah.


Ketika Ran berjalan melewati ruang yang jendela kacanya sangat besar. Alfa sedang mengerjakan dokumen-dokumen pekerjaan, dari dalam Alfa tidak sengaja melihat Ran lewat. Alfa langsung keluar untuk melihatnya.


"kenapa belum tidur?" Tanya Alfa Dengan lembut.


"aku belum terbiasa, jadi aku tidak bisa tidur (aneh, kenapa aku bisa mengatakan isi hatiku dengan mudah pada pria ini)" ucap Ran sekaligus dalam hatinya.


Mendengar hal itu, Alfa langsung menggendong Ran.


"aku akan mengantarmu kekamar, aku akan menemanimu sampai kau tidur" ucap Alfa.


"tapi anda kan sedang sibuk. Tidak perlu." Ucap Ran panik.


"itu bukan hal penting, jadi tidak apa-apa" ucap Alfa.


"saat orang ini menggendongku, aku merasa sangat hangat & nyaman. Rasa takut dan curiga ku menjadi berkurang." Batin Ran.


Ran tidak bisa mengatakan apa-apa, sampai tiba dikamar, Alfa langsung menurunkan Ran ditempat tidur, dan ikut berbaring disamping Ran dan Ran tidur di pangkuan lengan Alfa.


"tidurlah." Ucap Alfa.


"ta,,tapi!" Bantah Ran yang mukanya memerah.


Alfa menatap wajah Ran, membelai rambutnya, dan menciumnya. Tanpa mendengarkan lanjutan perkataan Ran, Alfa langsung memeluk Ran dan berkata.


"kalau kau tidak tidur, aku akan membuatmu tidak tidur semalaman." Ucap Alfa.


Mendengar hal itu, Ran hanya terdiam merapatkan mulutnya. Alfa tersenyum melihat Ran yang seperti ini.


"Tapi, aku merasa tidak nyaman tidur sedekat ini dengannya. Apalagi aku belum terlalu mengenal dia" batin Ran.


"aku tidak pernah merasakan perasaan menyenangkan seperti ini sebelumnya hanya dengan melihat dirinya, ketika memeluk nya dia sangat hangat dan lembut, aku merasa sangat nyaman." Batin Alfa.


"Kenapa kau tidur disini?" Tanya Ran.


"Hm? tidak apa-apa, aku hanya ingin bersamamu, aku tidak akan melakukan apapun" jawab Alfa.


"bisakah kau jangan menciumku?" ucap Ran.


"Apa??"


Ucap Alfa dengan alis yang berkerut seperti orang tidak mengerti. Padahal Alfa sedikit terkejut mendengar hal itu dari Ran. namun Dimata Ran, Ran melihat Alfa akan sangat tidak setuju dan marah apa yang sudah dikatakannya. dengan cepat Ran mengambil tindakan untuk membuatnya marah.


"haaaa tidak, bukan apa-apa" sambung Ran lagi.


"sudah bicaranya, tidurlah" kata Alfa.


Tanpa mereka berdua sadari, akhirnya mereka berdua tertidur. Pagi pun tiba, Alfa bangun dan ketika membuka matanya, Ran masih dipelukannya dan Alfa memeluknya erat. Kicauan burung, sinar matahari yang terang, dan cuaca yang sangat sejuk. Suasana menjadi indah.


Alfa mencium dahi Ran. ketika Ran terbangun, Dan mereka berdua bertatapan. "selamat pagi" ucap Alfa.


"selamat pagi" ucap Ran.


"kalau masih mengantuk, tidurlah lagi" ucap Alfa.


"hmm apa saya boleh tidur sebentar lagi?" Mata Ran masih ingin tertidur.


"tentu, jangan lupa untuk sarapan," ucap Alfa.


"iya" jawab Ran.


Alfa menatap wajah Ran yang setengah tidur dan langsung menciumnya, wajah Ran terkejut dan memerah.


"aku akan pergi bekerja" ucap Alfa dan langsung keluar dari kamar.


Ran kebingungan dengan barusan yang terjadi.


"Haa, lagi-lagi dia menciumku, apa sebenarnya yang diinginkannya, kenapa wajahku memanas, padahal ini pagi hari " batin Ran sambil menyentuh bibirnya sendiri.


saat sampai di kantor, semua pegawai menunduk untuk menyapa Alfa karena dia pemimpin perusahaan.


"Selamat pagi tuan Rizi" Ucap para pegawai dengan kompak.


"ya,," ucap Alfa yang sudut bibirnya sedikit terangkat.