The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 21


Alfa segera bergegas menuju keluar kastil, dengan membawa beberapa orang bawahan.


"(kalau didalam dan disekitar kastil tidak ada, berarti tinggal bawah tanah yang belum diperiksa.) Aku akan mencari nya dibawah tanah, dua orang ikut aku, yang lainnya, tangkap dan beri hukuman pada pelayan itu" perintah Alfa.


"baik bos" jawab serentak para bawahan Alfa.


Setelah menelusuri lorong bawah tanah, akhirnya Alfa menemukan Ran yang tergeletak pingsan di lantai tanah dengan kondisi tangan, kaki terikat, dan mulut yang ditutup dengan kain. Alfa langsung berlari dan memeluk Ran.


"cepat panggilkan dokter ke kastil sekarang!!" Teriak Alfa pada bawahan nya.


"baik bos" ucap bawahan Alfa dan langsung berlari keluar.


"Bangunlah,, kau baik-baik saja? (Bagaimana dia bisa diperlakukan seperti ini?!!! seluruh tubuhnya dingin, Aku, akan membunuh orang yang menyiksamu sampai seperti ini?) " ucap Alfa.


Alfa sangat gelisah dan tangannya yang memeluk Ran tidak berhenti gemetaran. Tidak ada respon dari Ran. Ran tidak sadarkan diri secara total.


"aku mohon sadarlah," ucap Alfa.


Alfa yang menggendong Ran Langsung berlari keluar dari bawah tanah untuk kembali ke kastil secepatnya, setelah sampai di dalam kamar, Alfa membaringkan nya di tempat tidur, dokter yang sudah berdiri disana, langsung memeriksa kondisi Ran.


"bagaimana keadaannya?" Tanya Alfa.


"tubuhnya lemah karena belum makan apapun, dan juga karena trauma dan kelelahan. Saya sudah menyiapkan resepnya" dokter menjelaskan pada Alfa.


"beri resep obat nya kepada kepala pelayan, lalu kau boleh pergi" kata Alfa.


"baik tuan, saya permisi" ucap dokter tersebut lalu izin.


"mari saya antar keluar Bu dokter" kata paman Qin.


"terimakasih" jawab dokter itu.


Setelah memeriksa Ran dan memberi resep obat, dokter dan paman Qin keluar dari ruangan kamar, dan Alfa menyuruh Nina untuk mengganti pakaian Ran karena kotor. Setelah Nina selesai menyelesaikan tugasny, Nina pun izin keluar. Lalu disana hanya tinggal Alfa yang menemani Ran. Alfa mencium kening Ran.


"aku mengira kau meninggalkanku, aku minta maaf, aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi. Aku akan membunuh semua orang yang menyakiti mu. Kau harus bangun, aku tidak bisa melihat mu seperti ini,, bangunlah, kumohon,, atau aku akan menghancurkan segala yang ada di sini." Ucap Alfa dengan suara pelan dan menahan gelisah.


Alfa terus duduk disamping ranjang Ran untuk menunggu Ran bangun. Keesokan paginya. Ran telah bangun, lalu duduk dan dia terkejut sudah berada di dalam kamar,


dan juga ada Alfa yang tertidur di kursi yang ada di sebelahnya.


"apa dia yang menyelamatkan ku? kenapa wajah nya sangat lesu sekali, apa dia tidak tidur dengan baik? Dia kelihatan sangat lelah" batin Ran.


Ran mengelus rambut nya, dan Alfa terbangun.


"hm? Kau sudah bangun??!! Yang diluar segera panggilkan dokter!" Ucap Alfa dengan terburu-buru.


"tidak perlu,,aku baik-baik saja, anu-- apa kau yang menggantikan pakaianku?" jawab Ran yang wajahnya merona sekaligus cemas, dengan memegang tangan Alfa untuk menghentikan Alfa memanggil dokter.


"Tenang saja, Nina yang mengganti pakaianmu. bagaimana keadaan mu, kau sungguh baik-baik saja? Tanya Alfa.


"iya, sungguh. Tapi kau sepertinya tidak baik-baik saja? Apa kau sedang sakit? Kau terlihat sangat lelah" kata Ran.


Ran memegang wajah Alfa dan mengelus pipi Alfa dengan jempol nya, dan Alfa memegang tangan Ran yang memegang wajahnya.


"maaf, maaf aku terlambat menyelamatkan mu" ucap Alfa dengan balasan menggenggam tangan Ran yang ada di pipinya.


Alfa tertunduk tak berdaya dihadapan Ran


" tidak, tidak apa-apa, sekarang kan kau sudah menyelamatkan ku" ucap Ran.


"Baru kali ini aku melihat dia selelah ini dan wajahnya sangat lesu" batin Ran.


"aku tidak akan memaafkan orang yang menyakiti mu!" Kata Alfa.


"(dia sangat marah, apa dia mengkhawatirkan ku, tidak tidak, mungkin dia hanya ingin membalas ku karena aku sudah menyelamatkan nya waktu itu, aku harus menenangkan dirinya, bagaimana pun dia sudah menyelamatkan ku) kau harus istirahat, kau tidak enak badan, tubuhmu panas" ucap Ran.


Ran mengecek kening Alfa menggunakan tangan kanannya.


"tidak, aku baik-baik saja" ucap Alfa.


"hmm,, benarkah??" Ucap Ran tidak yakin.