
"Kamu!!!" Ucap Ran marah.
Alfa langsung memeluk Ran dan memojokkannya di dinding. Alfa langsung mengecup leher sampai ke dada Ran, dan meninggalkan bekas merah ditubuh Ran. Alfa tidak mau berhenti dan seperti orang yang kehilangan akal.
"kulitnya sangat harum dan lembut, aku tidak pernah merasakan sesuatu seperti ini sebelumnya, dia membuatku merasakan perasaan yang belum pernah aku rasakan" batin Alfa.
"lepaskan aku!" Ucap Ran Sambil mendorong Alfa dengan kuat dan memukulnya. Alfa tersadar dan langsung menjaga jarak dari Ran.
"kamu! Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana kamu bisa kesini?" Tanya Ran. Ran mengepalkan tangan nya untuk berjaga-jaga.
"ah maaf, karena aku sedang bersembunyi, aku tidak tau kalau ini adalah rumahmu" ucap Alfa.
"bersembunyi dari apa?" Tanya Ran yang sedikit takut.
"Hem (senyum), bukan apa-apa, aku hanya perlu disini sebentar saja, aku mohon" ( tentu saja Alfa berbohong).
. "....." (Tidak peduli) balas Ran.
Ran masih kesal dengan perbuatan orang yang baru ditemuinya ini saat digubuk dalam hutan. "Jika dia berbuat jahat, aku tinggal berteriak saja kan" batin Ran.
Alfa duduk di sofa, dan Ran ganti baju dikamar mandi, setelah ganti baju, Ran duduk dikamar sambil bersandar dan membaca buku. Ran tidak memedulikan Alfa, keadaan pun hening, Alfa hanya terus melihat Ran.
"sampai kapan kamu disini?!, Aku mau tidur,.." (kesal) ucap Ran yang mengerutkan dahinya.
"aku belum bisa keluar dari sini, karena mereka pasti akan membunuhku, karena mereka ada banyak sekali. Izinkan Aku akan menginap disini" ucap alfa.
"apa? tidak tidak tidak!!? Tidak boleh,!" Ucap Ran.
"Apa yang kau lihat? kenapa kau diam?" Tanya Ran dengan nada cuek.
"kau tidak tau siapa aku?" Ucap Alfa.
"aku tidak tau sama sekali, dan tidak mau tau!" Jawab Ran kesal sambil menatap tajam Alfa.
"huff (menghela nafas) baiklaahh. Aku akan pergi" (rasanya aku ingin tertawa, baru kali ini ada orang yang tidak tau siapa aku)." ucap Alfa.
Alfa bersiap keluar lewat jendela.
"(Apa benar dia dalam bahaya, bagaimana kalau nyawanya benar-benar dalam bahaya. Meskipun jika dia penjahatnya, tapi ini kan soal nyawa, apa aku harus membantunya, tapi aku tidak tahu dia orang seperti apa)," batin Ran.
"tunggu! Baiklah kau boleh menginap disini, tapi kau tidur disofa" ucap Ran.
Ran bangkit dari kasurnya, lalu berjalan ke arah lemari dan dia mengambil selimut berwarna biru langit bermotif polos yang dilipat rapi lalu Ran berikan kepada Alfa.
"Ini" kata Ran. Melihat situasi itu tanpa sadar Alfa tersenyum, dan Ran tidak tau, dan Alfa langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya untuk menyembunyikan senyumnya. "terimakasih" ucap alfa.
Malam menunjukkan Jam 10 malam.
"kau pikir aku akan diam saja melihat mu didepan mataku seperti ini?" Ucap Alfa.
Alfa berdiri dari sofa, dan melangkah ke arah tempat tidur Ran. Alfa menarik selimut Ran, Posisi tidur Ran sangat menggoda, bagian tubuhnya hampir terlihat karena gaun tidur nya pendek dan imut. Hingga membuat Alfa terus menatap nya.
"Ini--.." batin Alfa yang menutup mulutnya dengan punggung tangan kanannya. Wajah Alfa memerah karena malu dan merasa tergoda hanya karena melihat pose tidur Ran.