
"iya, aku memaafkanmu." Kata Ran.
"sungguh? Apa kau akan memahami ku?" Ucap Alfa yang ekspresi nya menyedihkan.
"iya" jawab Ran.
"apa kau juga mencintaiku dan tidak akan meninggalkan ku?" Tanya Alfa sembari berharap pada Ran.
"aku seharusnya membencinya tapi aku tidak bisa. Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan ku, kenapa aku tidak bisa menolaknya" batin Ran.
"kalau itu, aku masih belum yakin, tapi yang pasti aku merasa tidak bisa meninggalkan mu seperti ini, seharusnya aku tadi membencimu, tapi hatiku tidak ingin melakukannya. aku juga belum tau perasaanku sendiri saat ini, maafkan aku" Ran menjelaskan dengan tegas.
"(Dia mau menerima ku) tidak apa-apa, itu kuanggap sudah berarti kau mencintaiku Juga," ucap Alfa.
Wajah Alfa kelihatan tenang dan tidak bingung lagi. "kau harus mandi dan tidur" kata Ran.
"iya, tapi kita akan istirahat disini mulai hari ini, karena kau sudah tau dimana ruanganku.." ucap Alfa.
Alfa pun mandi, dan Ran berdiri melihat-lihat isi ruangan kerja Alfa, dan berdiri didepan jendela yang besar untuk melihat pemandangan diluar, saat bulan purnama bersinar sangat terang, dan langit penuh bintang yang cantik. sambil menunggu Alfa selesai mandi. Alfa yang sudah selesai mandi dan hanya memakai celana hitam panjang dan kemeja polos putih dengan setengah kancing baju itu terbuka, kemeja putih polos itu diluar celana, membuat penampilan Alfa semakin tampan dan terlihat santai. Dan wajah Alfa kelihatan lebih segar setelah mandi. Alfa berjalan dan memeluk Ran dari belakang.
"apa yang kau lihat, hm?" Alfa menundukkan kepalanya di bahu Ran. Ran merasakan ada tetesan air yang jatuh di bahunya
"aku hanya melihat langit malam hari." Jawab Ran.
"kau ingin makan?" Tanya Alfa.
"tidak. Aku tidak lapar" balas Ran.
Ran berbalik badan dan menghadap Alfa.
"Kau tidak lapar?" Tanya Ran.
Alfa menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ran. Ran mengambil handuk yang ada di leher Alfa. Ran lalu berjinjit dan Alfa memegang pinggang Ran agar tidak jatuh. Ran mengeringkan rambut Alfa dengan perhatian. Alfa menundukkan kepalanya sedikit sehingga Ran tidak perlu berjinjit. Ran bersikap seperti itu bukan untuk menggoda Alfa. Tapi Ran memang tumbuh sebagai orang penyayang dan perhatian yang diajarkan oleh orangtuanya. Alfa terdiam dan menatap lurus Ran.
"apa kau tau Betapa aku sangat menginginkan mu, aku tidak akan melepaskan mu sampai kapanpun" batin Alfa.
"hmm sudah selesai" ucap Ran lalu tersenyum.
"kita tidur sekarang?" Tanya Alfa.
"baik, tapi dimana kasurnya??" Tanya Ran bingung tapi ingin tertawa.
"ada dibalik dinding itu, ruangan ini adalah ruangan spesial karena memakai sistem canggih, jadi hanya aku yang tau." Alfa menjelaskan pada Ran.
Alfa menunduk melihat kaki Ran.
"hm???"gumam Ran.
Alfa menggendong Ran secara tiba-tiba. Dan berjalan menuju kasur.
"tidak perlu menggendong ku, aku tidak sakit lagi" bantah Ran.
"kau memakai baju tidur tipis sampai paha dan tanpa alas kaki," kata Alfa.
Ran tidak bisa membantah, Alfa membaringkan Ran dikasur, dan mendekat ke tubuh Ran dan memakaikan selimut lalu mengelus wajah Ran.
"aku sangat menderita selama 2 hari ini karena tidak melihat mu, apa kau membenciku jika aku mencium mu sekarang?" Alfa meminta Izin pada Ran.
"hmm..Aku hanya....merasa sedikit takut, karena aku belum pernah melakukannya, dan kau selalu menciumiku tiba-tiba tanpa memikirkan perasaanku" ucap Ran.
Alfa mencium telapak tangan kanan Ran.
"maafkan aku,,aku berbuat seperti itu sebelumnya karena aku hanya ingin agar kau selalu memikirkan ku dan mencintaiku..aku sudah sangat lama menahan saat-saat ini. Aku seperti mau gila dan suasana hatiku sangat buruk jika tidak melihat mu, aku menginginkan dirimu agar selalu berada di sampingku, apa kau mengizinkan nya" ucap Alfa dan ekspresi sangat terlihat berharap.
"(dia bersungguh-sungguh, tatapan mata nya yang seolah-olah sangat mengharapkan diriku menyentuh perasaan ku, sejujurnya aku sudah mulai menyukai nya saat pertama kali dia bersikap lembut dan perhatian hanya kepada ku meski aku belum mengetahui identitasnya yang sebenarnya...) Tapi,,," Ran terlihat ragu.
Alfa menyebut nama Ran.
"Ran...." Alfa mendekatkan wajahnya ke wajah Ran.
"aku....-" ucap Ran terhenti.
Alfa mengelus pipi Ran yang lembut dan berwarna putih kemerahan.
"Aku tidak bisa menahannya lagi" batin Alfa.
"ap..." Ran belum selesai mengatakan.
Alfa langsung mencium Ran.
"dia seperti ini lagi, tapi..huh, perasaan apa ini, jantung ku berdetak cepat dan tubuhku terasa panas., Ini berbeda dari sebelumnya, aku merasa dia seperti lebih tenang dan lembut dari sebelumnya". Batin Ran.
"aku akan pelan-pelan dan lebih lembut." Alfa berbisik di telinga Ran.