
Alfa terkejut mendengar hal itu dari Ran.
"kenapa? apa aku berbuat kesalahan, aku berjanji tidak akan menyakiti mu"
Alfa bicara dengan nada lembut. Alfa berjongkok di depan Ran dan memegang tangan Ran.
"aku tidak merasa nyaman disini, kenapa kau mengurungku? Kenapa aku tidak boleh keluar? Ini bukan tempatku, aku tahu kau tidak berniat menyakitiku, tapi aku merasa tidak aman disini, dan aku merasa seperti bukan dirumah" kata Ran.
"apa yang membuat mu tidak nyaman,? Apa yang kau butuhkan,? Aku akan menyiapkan semuanya" ucap Alfa.
"Aku tidak terbiasa menerima semua ini,, jadi tolong pulangkan aku ke rumah" kata Ran.
"kalau begitu ayo kita pindah kemana pun, pilih rumah atau tempat yang kau inginkan, aku akan memberikan nya untukmu, ya?"
Jawab Alfa mencium tangan Ran. Dan Alfa mencium setiap punggung jari tangan Ran.
"Dia tidak memahami diriku" batin Ran.
wajah Ran menjadi kusut dan situasi pun menjadi hening seketika.
"tidak, tidak perlu, aku tidak menginginkan semua itu,"
jawab Ran dengan alis yang sedikit berkerut dan menggigit bawah bibirnya.
"lalu kau ingin apa? kalau kau tidak suka tempat ini, aku akan menghancurkan nya jika kau mau. Lalu kau bisa tinggal dimana pun yang kau inginkan, asalkan kau tidak meninggalkanku." Ucap Alfa dengan Menatap lurus Ran.
"perkataannya seperti dia tidak akan pernah melepaskan ku, aku sedikit cemas, tapi disisi lain aku tidak bisa menolaknya, kenapa aku tidak bisa meninggalkan nya? Aku harus bagaimana, aku juga tidak tahu ini ada dimana, aku sangat bingung, Apa yang harus aku lakukan? Kalau aku bersikeras ingin pulang ke rumah, aku takut dia akan menyakiti ayah dan ibu ku" batin Ran.
Alfa berusaha agar Ran tidak membicarakan soal ini lagi.
"apa kau lapar?"
Tanya Alfa dengan lembut. Ran tau bahwa Alfa mengganti topik pembicaraan.
"sedikit.." Jawab Ran.
"ayo kita makan malam, aku akan membawamu ke ruang makan" Alfa bicara lalu tersenyum.
Alfa menggendong Ran keluar dari kamar mereka dan turun ke lantai 1.
"kenapa menggendong ku, aku bisa berjalan sendiri, apalagi ruang makan nya dekat" ucap Ran.
"tapi, aku sungguh sudah tidak sakit lagi, jadi turunkan aku" bantah Ran.
"aku tidak mengizinkan, diam dan turuti aku, mengerti?" Menatap tajam Ran.
"......."
Ran mengangguk patuh.
"bagus" batin Alfa.
Alfa dan Ran sudah sampai diruang makan, di meja makan penuh makanan mewah yang sudah disiapkan, Alfa menurunkan Ran dan menyuruhnya duduk di kursi.
"makanlah" ucap Alfa,
mata Alfa melirik makanan yang ada diatas meja makan untuk menyuruh Ran segera makan.
"Terimakasih, selamat makan" kata Ran.
"hahahaa dia sungguh imut, rasanya aku ingin segera memakanmu" batin Alfa.
Ran memakan makanannya. Namun, Ran tiba-tiba berhenti dan meletakkan sendoknya.
"kau tidak makan?" Tanya Ran.
"tidak, aku tidak lapar" jawab Alfa sambil menatap Ran yang sedang makan, dan menopang dagunya menggunakan tangannya.
"kalau dia tidak makan, aku akan makan sendiri,, aku tidak nyaman, kalau dia menatapku seperti itu." batin Ran.
Ran baru makan dan minum sedikit, namun dia meletakkan sendoknya.
"ada apa? Apa makanan nya tidak enak? Akan ku suruh koki masak yang lain." Tanya Alfa dengan merasa bingung.
"tidak, aku sudah kenyang, aku hanya ingin kembali kekamar"
jawab Ran cepat. Alfa tidak merespon apapun. Dan Ran takut menatap langsung wajah Alfa.
"kenapa dia diam saja? Apa aku melakukan kesalahan? Aku takut" batin Ran.
"baiklah ayo kita kekamar" ucap Alfa.