
Alfa terbangun. Dan mereka berdua masih dalam posisi berbaring.
"kau sudah bangun? Tidurmu nyenyak?" Tanya Ran.
"kau sudah bangun duluan?" Balas Alfa.
"iya" kata Ran.
"kenapa tidak membangunkanku?" Kata Alfa.
"tidak apa-apa, tidurmu tadi sangat nyenyak" ucap Ran.
Alfa terdiam dan terpikir sesuatu.
"Benar, aku tidak menyangka akan tidur selama ini dan senyaman ini, sungguh keputusan ku untuk memiliki mu sangat Benar. Kau adalah wanita yang diciptakan hanya untukku" batin Alfa.
"ada apa?" Tanya Ran.
"tidak ada apa-apa, ayo kita pulang, hari sudah mau sore" kata Alfa.
"hmm" jawab Ran.
Ran dan alfa beres-beres dan kembali ke kastil. Setelah sampai di kastil, Ran di antar oleh Alfa kekamar nya, mandi dan istirahat lah, Alfa mengusap kepala Ran dan Ran mengangguk.
"dia sangat imut saat sedang menurut seperti ini" Batin Alfa.
Alfa berusaha untuk menyembunyikan senyum nya. Di tempat lain di dapur, Nina sedang membuatkan teh untuk Ran karena diperintahkan oleh Alfa. Ketika sedang mengantarkan teh kekamar Ran, izah menghentikan Nina.
"apa ini untuk nona Ran?" Tanya seorang pelayan bernama izah.
"benar" ucap Nina.
"ohhh, Nina diwajahmu ada kotoran makanan" kata Izah.
"benarkah? Dimana?" Tanya Nina lagi.
"di pipi kanan mu" kata Izah sambil menunjuk pipinya untuk memberi tahu.
"hmm, bisa tolong pegang teh ini sebentar?" Tanya Nina.
Nina menyerahkan teh tersebut kepada izah sebentar untuk kekamar mandi. Izah melihat kesana kemari untuk memastikan tidak ada orang disekitar sana. Izah memasukkan obat bius kedalam teh itu,
"rasakan ini, inilah akibatnya jika kau menggoda tuan Alfa" batin Izah dengan ekspresi menyeringai.
Lalu Nina kembali untuk mengambil teh.
"terimakasih izah"
Nina mengambil nampan teh dari tangan Izah.
"sama-sama" balas Izah.
Lalu Nina berjalan kearah kamar Ran, dan mengantarkan teh itu untuk Ran.
"nona Ran, ini saya membawakan teh untuk nona" kata Nina.
"iya nina, silahkan masuk" jawab Ran sambil berbaring dikasur.
"silahkan dinikmati nona, saya permisi" ucap Nina,
"terimakasih Nina" balas Ran.
Nina membungkuk dan keluar dari kamar Ran. Ran meminum tehnya, beberapa menit kemudian
"kenapa ini, tiba-tiba kepalaku pusing, apa jangan-jangan ada campuran didalam teh ini, aku harus memanggilnya." Batin Ran
sambil memegang kepalanya. dan beberapa menit kemudian Ran pingsan dan tak lama dari itu dibawa keluar oleh seseorang. Saat Alfa mengunjungi kamar Ran pada malam hari, Ran tidak ada didalam kamar, dan itu membuat Alfa menjadi marah dan ekspresinya menjadi dingin.
Dia langsung memanggil semua orang yang ada di dalam kastil untuk berkumpul di ruangan nya sekarang. Alfa memarahi semua bawahannya. Kemarahan Alfa tidak terkendali, semua orang merasa ketakutan.
"cari dia sampai dapat, kalau kalian tidak menemukan nya, kalian yang akan tanggung akibat nya! KELUAR!!" Teriak kemarahan Alfa.
Alfa sangat marah, suara dan wajahnya menjadi sangat dingin dan suram.
"dimana kau? Apa kau kabur meninggalkan ku?? ----- Tidak! Itu tidak mungkin, karena dia tidak tau dimana wilayah ini. aku tidak akan menerimanya! Kau kan sudah menerima ku saat kau menurutiku, aku akan mencari dan menemukan mu dimanapun kau berada!!, Tapi, kenapa, kenapa aku sangat gelisah seperti ini, seumur hidupku, tidak ada hal satupun yang bisa membuat ku ketakutan. dadaku terasa sesak! Aku, aku tidak mau kehilangan mu" batin Alfa.
Alfa menekan dadanya dengan kuat dan nafasnya terengah-engah, seakan-akan dia tidak akan bisa tenang jika Ran tidak ada disampingnya.