The Only Beautiful Angel for The Cold Devil

The Only Beautiful Angel for The Cold Devil
EPS 6


Orang tua Ran terkejut karena orang yang melakukan penyerangan dirumahnya adalah orang yang pernah dia lihat di berita.


"Anda-- tuan muda Rizi, CEO perusahaan besar itu?" Tanya Ayah Ran untuk memastikan,


"benar" jawab Alfa.


"Kenapa anda membawa putri kami?" Tanya Ayah Ran tanpa takut.


"Aku dan dia sudah bertemu sebelumnya di hutan, dia pernah menolongku, jadi aku akan membawa putri kalian, akan kuberikan semua yang kalian butuhkan, kalian tinggal telpon saja aku jika ada yang kalian inginkan, ini kartu namaku". Ucap Alfa.


"maaf tuan muda, jangan bawa putri kami" ucap orang tua Ran.


"aku tidak akan menyakitinya, aku menyukainya..kalau kau menghalangiku, aku akan menyingkirkanmu walaupun kau ayah nya" ucap alfa dengan muka dingin.


"tuan muda tolong ampuni kami, dan saya mohon jangan sakiti putri kami" (ketakutan). Ucap ibu Ran.


"baiklah" ucap Alfa.


Alfa dan anak buahnya meninggalkan rumah tersebut, dan mobil nya menuju ke arah kota.


Keesokan paginya, Didalam sebuah ruangan yang besar, mewah dan cantik. Ran tertidur didalam kamar tersebut.


"(berkedip) dimana ini? Siapa yang menggantikan pakaian ku?" Ucap Ran.


Gaun yang dipakai Ran sekarang berwarna Salem dan panjangnya sampai lutut, bagian atas gaun itu seperti bentuk model pakaian Dewi Yunani, jadi bagian tengah payudara Ran terlihat. Tiba-tiba ada pelayan wanita yang masuk. Dan Ran sedikit terkejut.


"selamat pagi nona Ran, nama saya Nina, saya adalah pelayan yang akan melayani nona, kalau ada yang dibutuhkan, silahkan panggil saya langsung nona" ucap Nina.


Nina melirik kearah Ran.


"wow, nona ini sangat cantik, padahal dia tidak memakai riasan apapun, dan rambutnya belum dirapikan, benar-benar seperti malaikat, sangat cocok dengan tuan muda." Batin Nina.


"(sepertinya dia bukan orang jahat), boleh aku tanya sesuatu padamu? Nina ini dimana?" Tanya Ran.


" (dia juga orang yang sangat sopan dan lembut) maaf nona, saya tidak bisa memberi tau hal tersebut" jawab Nina.


"kenapa?" Ucap Ran.


"karena ini perintah tuan muda, nona Ran" Jawab Nina. "tuan muda?" Ucap Ran.


"ya,, tugas saya hanya melayani kebutuhan nona saja" ucap Nina.


"kapan aku bisa bertemu tuan muda itu?" Tanya Ran.


"hmm nina, aku sedikit lapar, apa aku boleh meminta makanan?" Ucap Ran dengan ragu-ragu.


"(tersenyum) tentu saja nona, mari saya antar ke ruang makan" ucap Nina.


"baik, terimakasih banyak Nina" ucap Ran.


"nona baik sekali, mengucapkan terimakasih kepada pelayan seperti saya" ucap Nina.


"ha? Tentu saja aku harus mengucapkan terimakasih," ucap Ran tersenyum.


Sambil menuju ke ruang makan,


"rumahnya besar sekali, seperti istana, tuan muda ini pasti sangat kaya, tapi kenapa dia membawa ku? Bagaimana keadaan orangtua ku? Aku mau pulang, kepalaku pusing karena hal ini!!" Batin Ran.


Ran berjalan sambil merenung


"silahkan masuk nona" ucap Nina.


"baik terimakasih" ucap Ran.


Ran hanya terlihat lesu dan ingin menangis. dia belum menyentuh makanan nya. Ran terus berpikir kenapa orang yang bernama tuan muda ini menculiknya, apa kami saling kenal, pertanyaan itu terus muncul di kepala Ran. Nina memperhatikan nona Ran.


"kenapa nona belum memakan nya? Apa dia tidak suka dengan makanan nya?" Batin Nina.


Tiba-tiba telepon berdering. Nina langsung keluar untuk mengangkat telepon.


"halo?" Ucap Nina.


"apakah dia sudah bangun?" Tanya Alfa.


"iya tuan, nona Ran sudah bangun" jawab Nina.


"(tersenyum) apa dia sudah makan?" Tanya Alfa lagi.


Di ruang kantor, Alfa berdiri dibelakang kursi kerjanya sambil melihat diluar melalui jendela kaca yang sangat besar dan tebal.


"saya sudah membawa nya ke ruang makan, tapi nona Ran seperti tidak selera makan" jawab Nina.


"...." Alfa tidak bersuara.


"tuan?halo?" Ucap Nina. Tut Tut Tut.. telepon nya langsung dimatikan.