
Tapi Ran diam belum menjawab apapun.
"saya mohon nona, saya baru kali ini melihat tuan muda seperti ini, karena tuan muda tidak pernah mencintai siapapun. Tuan muda dibesarkan tanpa mengenal kasih sayang nona, semenjak nona hadir didalam kehidupan tuan muda, tuan muda melakukan hal-hal yang belum pernah ia lakukan, dan juga tuan muda banyak tersenyum akhir-akhir ini. Itu semua berkat nona, tuan muda melakukan hal itu karena ada alasan nya, saya harap nona mau mendengarkannya" kata Paman Qin.
"dibesarkan tanpa kasih sayang,, sebenarnya bagaimana hidup yang dia jalani? Kenapa hatiku sesakit ini? Kenapa lagi-lagi aku tidak bisa mengabaikannya?" Batin Ran.
"tuan muda tidak akan mendengarkan siapapun, saya yakin hanya nona yang bisa melakukannya. Saya mohon pada nona, dengarkan permintaan orang tua ini" kata Paman Qin yang menundukkan kepalanya.
Setelah diam sesaat, Ran akhirnya menyetujui.
"baiklah, tolong antar saya kesana paman Qin" jawab Ran. wajah Paman Qin sangat senang sekaligus lega, dan langsung mengantar Ran sampai di depan pintu ruangan Alfa.
"tuan muda, nona Ran ingin menemui anda" kata Paman Qin.
Namun Alfa tidak merespon.
"silahkan masuk nona," ucap Paman Qin.
Ran memegang gagang pintu dan dia bisa membukanya,,
"ternyata benar, tuan muda hanya memikirkan nona. Saya permisi nona" Paman Qin tersenyum.
Ran masuk didalam ruangan Alfa dan Ran melihat Alfa mabuk berat sedang duduk di sofa. Banyak botol berserakan disekitar Alfa. Dan bau alkohol yang sangat menyengat, Ran tidak tega melihat keadaan Alfa. Ran duduk disamping Alfa dan memegang wajahnya. Dan Alfa sedikit tersadar.
"Raaannn, apa ini benar kau??" Kata Alfa.
Lalu Alfa duduk memeluk pinggang Ran dan membenamkan kepalanya di leher Ran.
"Kau mabuk" ucap Ran.
Ran mendorong tubuh Alfa agar ada jarak di antara mereka, karena Ran masih mengingat kejadian bawah tanah. Alfa tidak memaksa Ran lagi.
"hmmm,, ternyata ini benar-benar kau" ucap Alfa.
"tidak mau, aku mau memberi tahu diriku yang sebenarnya padamu, aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. biasanya aku tidak peduli dengan respon orang lain dan aku juga merasa tidak bersalah atas perbuatanku, tapi ini pertama kalinya aku sangat ketakutan gara-gara perbuatanku, karena aku tidak ingin kamu meninggalkan ku." ucap Alfa.
Ran bisa merasakan bahwa Alfa berkata jujur pada dirinya, dilihat dari ekspresi nya yang sangat gelisah dan tersiksa.
"haaa..tolong jelaskan semuanya, kenapa kau menyiksa dan membunuh wanita itu?" Tanya Ran.
"aku membalasnya Karena dia sudah menculik dan menyiksamu" jawab Alfa.
"apa perlu sampai seperti itu? Kenapa sampai melakukan hal itu? Dan juga kau terlihat seperti sudah biasa melakukannya." Kata Ran.
"tentu itu perlu, karena itu adalah dirimu." jawab Alfa.
"Apa karena dia mencintaiku? tapi kenapa tingkahnya selalu dingin dan tidak ada gerak-gerik orang jatuh cinta?" Batin Ran.
Alfa lanjut bicara
"keluargaku memiliki banyak perusahaan besar tidak hanya didalam tetapi juga diluar negeri, dan juga kami memiliki bisnis mafia terbesar di dunia. Untuk mempertahankan semua itu agar tidak jatuh ke tangan orang lain dan agar tetap maju, aku satu-satunya anak dalam keluarga Rizi diangkat dan dilatih untuk jadi pewaris, aku pernah diculik dan disiksa oleh musuh keluarga ku saat aku masih kecil, aku sebagai pewaris sejak kecil dipaksa belajar bisnis, berlatih bertarung menggunakan senjata tanpa istirahat, tanpa punya teman, dan tidak boleh bermain." Kata Alfa.
Ran berpikir Alfa sangat sangat terluka dan tertekan saat itu.
sambung Alfa lagi
"tapi sekarang berbeda, karena aku bertemu denganmu. Aku menghukum wanita itu karena dia sudah menyakitimu, aku hanya membunuh orang yang pantas untuk dibunuh" jawab Alfa.
"dia pasti sangat menderita untuk bertahan hidup" batin Ran.
"Aku tidak akan berbuat seperti itu lagi didepan mu, aku berjanji. Aku tidak akan pernah menyakitimu. Maafkan aku."
kata Alfa yang memegang kedua tangan Ran dan kedua tangan Ran itu ditaruhnya di wajahnya. Alfa menunduk lemah ditambah karena pengaruh banyak minum alkohol selama berhari-hari.
"perilaku nya memang jahat, tapi perasaan dan perkataan nya semua tulus padaku, aku bisa merasakan dia tidak berbohong padaku, Apa aku harus mencoba memaafkan nya dan mencoba memahami nya" batin Ran.