
"eehhh, apa alasannya?" Ran kebingungan.
"karena kau sudah menolongku, aku akan membalas Budi, yang lain aku tidak bisa memberi tau mu, (karena aku juga belum mengerti apa yang terjadi padaku)" ucap Alfa.
"baiklah.kalau begitu, lepaskan saya, saya ingin pulang," ucap Ran.
"aku tidak mengizinkan!" Ucap alfa tegas Sambil menggenggam tangan Ran dengan erat.
Mata Ran berkaca-kaca karena takut, lalu Alfa memegang wajahnya dan menghapus air matanya.
"aku sudah membuatnya takut" batin Alfa.
Ran berhenti mengeluarkan air mata.
"maaf" ucap Alfa.
Alfa adalah orang yang tidak pernah meminta maaf pada siapapun selama hidupnya. Karena tidak peduli dengan sekitarnya. Dan juga tidak ada orang yang berani berurusan dengan nya.
"kenapa dia melakukan hal itu kemarin? seperti nya dia tidak bermaksud ingin menyakitiku, dia kelihatan seperti orang yang kesepian" batin Ran.
Lalu Ran kembali bertanya.
"kalau begitu, apa yang akan anda lakukan pada saya, dan apa orangtua saya baik-baik saja?" Tanya Ran.
Alfa memegang dan mencium tangan Ran, sambil menatap tangan Ran. Alfa sejenak menyadari bahwa tangan Ran kecil dan jari nya lentik, seakan sangat rapuh dan kurus.
"aku tidak akan pernah menyakitimu, itu adalah hal yang pasti. Aku harap kau selalu berada di sisiku, didalam pandangan ku, aku akan memberikan semua yang kau inginkan, kau hanya perlu berada disini, kau tidak perlu melakukan apapun. Dan orangtuamu baik-baik saja" ucap Alfa.
"Kau tidak berbohong kan? Ucap Ran.
"Tidak. Aku tidak berbohong" jawab Alfa.
Ran terkejut dan tersentuh melihat Alfa yang berbicara lembut dan terlihat seperti orang yang hangat jika dia berbicara seperti itu.
Lalu Ran menepuk lembut rambut kepala alfa dan memeluknya sesaat. Alfa sangat terkejut dan sekaligus berpikir.
"apa dia memutuskan untuk bersamaku?" Batin Alfa.
Ran melepaskan pelukannya dan memegang bahu Alfa dengan kedua tangannya.
"tidak mungkin laki-laki baik dan tulus seperti ini akan menyakitiku, aku akan mencoba percaya dan ayo tinggal disini Sementara untuk menemaninya" batin Ran.
"ayo kita makan malam" Alfa mengajak Ran.
"hmm terimakasih" ucap Ran.
Alfa berdiri dan langsung menggendong Ran, Ran sangat malu dan mukanya memerah.
"eh, a..a..apa yang anda lakukan?!! Turunkan saya!" (Tubuh Ran Meringkuk saat digendong).
"mengantarmu ke meja makan (senyum)." ucap Alfa.
"anda kan sangat lelah setelah seharian bekerja, tidak perlu seperti ini,? Malu kalau diliat orang" ucap Ran.
"tidak masalah (aku baru sadar dia sangat ringan)," (menyeringai). Ucap Alfa dengan santai.
"Bagaimana dengan luka anda, apa sudah sembuh?" Tanya Ran.
"Iya sudah sembuh" jawab Alfa.
Alfa menggendong Ran keluar dari perpustakaan, semua pelayan yang melihat terkejut sekaligus senang, semua orang merasa seperti menonton adegan romantis pasangan kekasih, dua pelayan berbisik kecil,
"kyaaa--baru kali ini aku lihat tuan muda menggendong seorang wanita" ucap pelayan itu sambil menyatukan kedua tangannya dan menempelkannya di dada mereka, seperti saat mereka menonton film romantis.
"Benar, ini sangat romantis, akhirnya tuan muda jatuh cinta, mereka pasangan yang sangat cocok" semua pelayan menatap Ran dengan tersenyum.