
"Tolong tenang" bisik Ran ditelinga Alfa.
Alfa mengangkat kepalanya.
"Raaannn..." Ucap Alfa yang Menatap wajah Ran.
Ran masih memegang wajah Alfa, sambil tersenyum.
"(syukurlah,dia sudah lebih tenang), aku mohon, bisakah kau tidak seperti itu lagi, aku sedikit takut. Aku bukan wanita yang seperti itu (dengan kata lain wanita penggoda)" ucap Ran.
Alfa mengangguk patuh, Kemudian Alfa menjauh dari Ran. Dan Ran duduk turun dari kasur untuk mengeringkan rambutnya dimeja rias. Ran tidak berganti pakaian, dia masih memakai jubah setelah mandi yang tadi. Ran berjalan kembali ke kasur.
"maafkan aku (aku benar-benar gila), ayo kita tidur".
Alfa membuka kemeja nya, Alfa dan Ran tidur bersama, Alfa tidur sambil memeluk Ran dari belakang.
"kenapa dia selalu tidur disini sambil memelukku? Aku tidak bisa tidur kalau begini. Suara nafasnya sangat terasa" batin Ran
"kenapa belum tidur?" Alfa Berbisik ditelinga Ran.
"bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Ran.
"itu tidak penting,, sekarang tidurlah, turuti perkataanku" ucap Alfa.
"Huf, Aku tidak bisa melawannya lagi." batin Ran yang menghela nafas kecil.
Keesokan paginya, Alfa bangun duluan, dan langsung bersiap-siap, setelah bersiap Alfa langsung kebawah dan menyuruh semua pelayan untuk menyiapkan semua kebutuhan piknik. Lalu di kamar, Ran baru bangun tidur, dan melihat disampingnya Alfa sudah tidak ada.
"dia sudah bangun?" Batin Ran.
Ran langsung pergi kekamar mandi, setelah mandi, Ran memakai gaun ringan berwarna navy dan turun kebawah. Saat ingin menuruni tangga, dia melihat Alfa sudah siap.
"kau sudah bangun?" Ucap Alfa.
"(dia tampan sekali meski saat memakai pakaian casual) iya, aku sudah siap" kata Ran.
"(dia mau ikut juga? Kukira dia memberikan waktu untuk diriku sendiri. Apa dia tidak sibuk, Sudahlah, aku akan menikmati piknik ini. Pasti akan menyenangkan), Baik," jawab Ran.
Ran tersenyum dan turun,
"kemarikan keranjang makanan dan minumannya, aku akan memegangnya" Ran meminta kepada pelayan.
"ini nona" pelayan tersebut menyerahkan keranjang makanan.
"terimakasih" ucap Ran.
Ran tersenyum sangat cantik karena sangat senang akan pergi piknik, Ran sangat suka dengan alam terbuka dan pemandangan. Dia juga suka tumbuhan sebab dia sudah terbiasa jalan-jalan di hutan. Alfa terus melirik Ran sesekali karena terpesona pada senyum Ran yang jarang dilihat olehnya, dan Ran yang menyadari hal itu merasa canggung.
"ayo kita pergi" kata Alfa sambil memegang tangan Ran.
Semua pelayan yang melihat kejadian tersebut sangat terkejut sekaligus senang.
"iya" balas Ran.
"selamat bersenang-senang tuan muda dan nona Ran" Ucap semua pelayan.
"kami pergi dulu" kata Ran lalu melambai ke arah semua pelayan.
"dia keliatan senang pergi piknik, tapi, aku belum sama sekali melakukan piknik" batin Alfa.
Alfa merasa cemas, Alfa takut kalau dia akan berbuat hal yang tidak disukai oleh Ran. dia tidak tau apa saja yang harus dilakukan saat piknik.
Alfa tidak berhenti menatap Ran, semua pelayan yang melihat berkata
"tuan muda sepertinya sangat menyukai nona Ran, bagaimana tidak, nona Ran adalah wanita tercantik dan sangat baik yang pernah aku lihat dan temui selama ini, nona Ran sangat beruntung. Mereka berdua sangat cocok dan romantis sekali".
Namun di situasi yang menyenangkan itu, terdapat satu pelayan perempuan yang tidak menyukai Ran, karena pelayan itu sangat menyukai tuan muda dari dulu. dia sangat terobsesi pada tuan muda. dia berdiri dibelakang semua pelayan sambil menggigit jarinya seperti orang yang tidak waras sambil menatap tajam Ran. Nama pelayan itu adalah Izah.