
Saat tidur, Alfa terbangun karena merasa tidak nyaman. Dan ditengah malam yang sunyi didalam hutan, dia bangun dan melihat Ran tertidur, sebenarnya Alfa masih bisa bergerak setelah dia sadar, dia bisa saja langsung kembali ketika sudah sadar, namun dia lebih memilih rasa penasarannya terhadap gadis itu untuk tinggal dan belum ingin kembali.
Awalnya Alfa pikir Gadis itu adalah mata-mata yang dikirim oleh musuhnya untuk mendekatinya. Namun Alfa tidak merasa curiga dan waspada terhadapnya sedikitpun.
"dia seperti bercahaya saat malam hari, terutama-- tubuhnya yang putih dan mulus itu dan juga rambutnya, apa warna rambutnya memang seperti itu, tapi itu terlihat asli dan tidak pernah diwarnai, cantik dan imut sekali, aku ingin memeluknya saat tidur. Dia benar-benar tidak ada rasa kewaspadaan terhadap ku" (senyum menyeringai) ucap Alfa.
Alfa kembali menatap Ran yang sedang tidur, dan dia tidak bisa menahan nafsunya lagi karena posisi tidur Ran yang pahanya hampir terlihat.
"Berani nya kau, apa kau tau, kau sekarang menggoda ku :)". Ucap Alfa.
Alfa menggendong Ran yang masih tidur dan terus menatapnya dalam diam lalu dibaringkannya Ran dengan sangat perlahan di atas kasur tempat dia tidur.
Lalu Alfa mencium bibir Ran yang kecil, lembut dan pink merona. Alfa tidak berhenti dan terus ******* bibir Ran
...(Alfa berani amat sih:")...
Tangan Alfa menyentuh seluruh tubuh Ran dengan perlahan karena tidak ingin Ran terbangun.
"*siaall! Dia sangat lembut dan hangat, kulitnya sangat lembut dan putih, dia sangat alami, aku tidak ingin berhenti, sampai-sampai aku tidak ingin melepaskannya dari pelukanku".
(aku ingin memilikimu, kau sudah jadi milikku, aku akan membawamu. Tidak peduli kau menginginkannya atau tidak.) batin Alfa*,
"hmmm sakit, apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku!" Ucap Ran.
"...." (Alfa Menatap wajah Ran). Alfa terdiam. "to..lo..ng le..lepaskan aku," (suara Ran gemetaran).
Akhirnya Alfa melepaskannya. Ran adalah anak yang sangat polos, hingga dia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Alfa dan apa maksud dari tindakan Alfa. Ran sedikit ketakutan, bangkit, dan langsung menjauh dari Alfa. Kemudian Alfa melepaskan Ran, dan tidur di tempat masing-masing.
"haaaa, apa yang sudah kulakukan" batin Alfa yang menggosok kasar rambutnya sendiri.
Keesokan paginya, Alfa bangun dan melihat Ran tidak ada didalam gubuk. Dengan perasaan panik dan marah, Alfa langsung keluar untuk mencari Ran,
"Kemana dia?" Batin Alfa,
dan saat diluar tidak jauh dari gubuk, Alfa melihat Ran sedang berjalan-jalan pagi sambil melihat kupu-kupu dan memetik bunga. Banyak Kupu-kupu yang berada disekitar Ran, saat Ran mencoba menyentuh kupu-kupu, kupu-kupu itu mendekati Ran dan mendarat di jari telunjuk Ran.
Ran tersenyum melihat kupu-kupu itu mendekati dirinya dan melihat kupu-kupu itu. Senyum nya yang sangat manis dibawah hamparan sinar matahari. Alfa yang melihat Ran seperti itu terdiam sesaat ditempat dan merasa semakin terpesona dengan kecantikan dan keindahan yang membuat Ran seperti bercahaya.
Alfa mendekati Ran, tapi Ran menghindar karena teringat kejadian semalam. Alfa merasa emosi karena tindakan yang dilakukan oleh Ran. Selama seharian penuh Ran dan Alfa tidak saling berbicara saat dari makan, memberi obat herbal yang dibuatnya sendiri dari tumbuhan dihutan, hingga akan tidur. Alfa memandang Ran saat sedang mengobati nya,
"dia tidak bicara sama sekali padaku, apa dia sungguh-sungguh bersikap seperti ini" batin Alfa.