
Ran merasa sedikit kesal mendengarnya.
"sabar, aku tidak boleh membuat nya marah, Aku takut." batin Ran.
Melihat wajah Alfa yang datar seperti tidak merasa bersalah setelah menculiknya, membuat Ran tidak jadi untuk sabar.
"Kalau begitu...Keluar! Aku membencimu! Aku tidak mau melihatmu!" Ucap Ran dengan marah.
Alfa terdiam dan menahan dirinya untuk tidak marah kepada Ran. Tiba-tiba Alfa langsung mencium Ran, Ran mendorong alfa dengan sekuat tenaga tapi tidak bisa. Karena tidak sanggup Lalu Ran menangis.
"bagaimana bisa dia semanis ini, aku tidak mau berhenti, aku ingin memakannya, tapi aku tidak bisa melakukan nya sekarang, kalau tidak, itu sama saja dengan aku merusaknya, aku tidak ingin seperti itu, aku akan benar-benar memakannya saat dia sudah mau menerima ku, tapi untuk saat ini, aku hanya ingin merasakannya" batin Alfa.
"lepaskan,, uhm,,uhm" ucap Ran yang berusaha menolak dan Ran susah untuk bernafas karena Alfa menciumnya dengan kuat.
Alfa tidak berhenti mencium Ran, lidah Alfa masuk kedalam mulut Ran ,dan tangan kiri Alfa memegang payudara Ran. Dan berpindah memegang bagian sensitif Ran. Alfa mengecup diseluruh tubuh Ran. Dan hal itu terjadi sampai malam, Ran yang sudah tidak sanggup hanya bisa menerima sambil mengeluarkan air mata.
Keesokan paginya, ketika Ran bangun, Alfa sudah tidak ada. Dan langsung melihat pakaiannya, pakaian masih lengkap, Ran bernafas lega.
"(dasar orang jahat! Binatang buas!! Dia seperti iblis .hiks hiks dia sudah menyentuhku. Aku sangat benci orang itu.)
Nina kau ada diluar.?" Ucap Ran lemah.
"iya ,ada apa nona?" Tanya Nina.
"dimana orang jahat itu?" Tanya Ran.
"(maksudnya tuan muda?) Ooh tuan muda sudah pergi bekerja pagi-pagi tadi nona" jawab Nina dengan sopan.
"setelah melakukan itu, dia langsung pergi begitu saja, kenapa dia melakukannya, harusnya kan hal seperti itu harus dilakukan dengan orang yang dia cintai" batin Ran.
Ran berusaha untuk setenang mungkin. "nona?" Nina memanggil Ran.
"aku mau mandi, dimana kamar mandi nya?" Tanya Ran.
"baik, akan saya siapkan nona, dan kamar mandi nya ada disebelah sana" ucap Nina patuh.
"apa aku boleh meminjam baju mu? Aku tidak ada baju," ucap Ran.
"hihi, Nona anda lucu sekali, kalau soal itu anda tidak perlu khawatir, karena tuan sudah menyiapkan semuanya, mari saya tunjukkan" jawab Nina.
Mereka masuk kesebuah ruang didalam ruang Ran yang tadi.
"ini semua adalah milik nona, baju, sepatu , aksesoris, dan kastil ini juga dibangun untuk nona," ucap Nina.
"haa? Semua ini adalah merek yang terkenal di dunia, bagaimana dia bisa mendapatkan semua ini? Sebenarnya siapa dia Nina? Dan kenapa dia menyiapkan semua ini untukku?" Tanya Ran.
"(hmmm ternyata nona orang yang tidak tahu dengan identitas tuan muda) bagaimana kalau semua pertanyaan nona, nona tanyakan sendiri pada tuan muda?" Ucap Nina yang tersenyum.
"itu......" Ran ragu-ragu sekaligus takut untuk bertanya kepada Alfa.
"kalau begitu saya keluar nona, jika ada perlu, silahkan panggil saya kapanpun". Ucap Nina sambil menundukkan kepalanya lalu keluar.
Ketika nina keluar, telepon berdering.
"tuan?" Ucap Nina.
"bagaimana keadaan nya?" Tanya Alfa.
"nona Ran baik-baik saja tuan, dan nona juga sudah selesai mandi, lalu.." jawab Nina yang sedikit terhenti bicara.
"apa?" Alfa penasaran dengan apa yang akan dikatakan Nina.
"saat baru pertama kali bangun, Nona menanyakan anda tuan" ucap Nina.
"benarkah (aku ingin sekali pulang ke kastil sekarang, aku tidak tahan tidak melihatnya sebentar) ?" Ucap alfa sambil Senyum-senyum sendiri. Karena tidak menyangka bahwa Ran akan bertanya tentang dia.
"iya tuan" ucap Nina jujur.