
Alfa bingung pada Ran yang dia tidak sadar dengan kecantikan nya itu.
"Bukan apa-apa, lalu kapan kau ingin pergi piknik?" Tanya Alfa.
"bagaimana kalau besok? Apa kau sibuk?". Kata Ran.
"(Dia mengajakku, apa dia sudah tidak takut padaku?) Aku kan sudah bilang, aku akan mengabulkan semua keinginan mu," kata alfa sambil tersenyum.
"terimakasih, aku senang sekali" ucap Ran yang pipinya merona.
Setelah berbicara di perpustakaan, Alfa membawa Ran dengan menggendong nya menggunakan keduanya tangannya. Meskipun jarak dari perpustakaan ke ruang tidur cukup jauh, karena berjalan dari lantai 1 ke lantai 2. Alfa tidak kelelahan sedikitpun meskipun sambil menggendong Ran. Sebaliknya, Alfa merasa Ran sangatlah Ringan, Mereka sampai didalam kamar, Alfa menurunkan Ran di tempat tidur.
"perasaan yang kau tunjukkan sangat bersih dan sederhana, hanya piknik saja kau terlihat senang, aku jadi ingin memberikan semua yang terbaik di dunia, aku baru kali ini melihat wanita sepertimu, dan kau sangat cantik saat tersenyum, aku harap senyummu hanya untukku, aku jadi semakin tidak ingin melepaskanmu selamanya" batin Alfa.
Ran duduk di atas Ranjang.
"tuan..?" Kata Ran. suara Ran memecah pikiran Alfa.
"aku akan menyuruh pelayan menyiapkan semuanya untuk piknik besok, jadi kau langsung tidur saja malam ini" kata Alfa.
"tapi, aku juga ingin menyiapkan persiapan, seperti makanan untuk piknik" kata Ran.
Alfa duduk berjongkok di depan Ran. Lalu mencium punggung tangan Ran.
"tidak kuizinkan, kau tidak perlu melakukan apapun, kau hanya perlu menurutiku. Mengerti?" Kata Alfa.
"hmm baik" ucap Ran.
Alfa menyuruh Ran untuk berada di kamar saja, Alfa Keluar sebentar untuk menyuruh Nina membawakan cemilan dan jus, Alfa langsung kembali, Ran membaca buku yang dia baca dari saat diperpustakaan tadi, saat Alfa menggendongnya dia masih memegangnya. dan Alfa mengerjakan pekerjaannya dimeja yang ada dikamar Ran. Nina mengantarkan cemilan dan jus, Ran duduk bersandar di kasur sambil membaca buku. Tak terasa, hari sudah mulai sore, Alfa sudah menyelesaikan pekerjaannya.
"apa kau ingin mandi?" Tanya Alfa.
"hmm iya" jawab Ran sambil mengangguk kecil.
"ayo, aku akan mengantarmu ke kamar mandi" ucap Alfa.
"tidak perlu, a..a,,aku bisa sendiri, kamar mandi nya kan dekat kenapa terus menggendong ku" (muka Ran memerah dan malu).
Alfa menatap Ran, lalu berkata
"diam dan turuti aku" ucap Alfa dengan ekspresi datar.
Ran hanya diam, tidak mengatakan apapun. Alfa menggendong Ran sampai didalam kamar mandi, lalu menunggu diluar sambil duduk di sofa berwarna putih. Setelah selesai mandi, Ran keluar hanya pakai baju mandi, Alfa diluar yang melihatnya selesai mandi, tidak berkedip sedikit pun.
"Padahal dia hanya selesai mandi,, bagaimana dia selalu sangat mempesona, air yang menetes sedikit dari rambutnya dan jatuh ke kulit nya yang lembut itu, dia sangat bersinar. aku ingin sekali menyentuh nya." Batinnya Alfa.
Alfa perlahan berjalan mendekati Ran.
"Kenapa?" Tanya Ran bingung.
Tanpa di sadari, Alfa langsung memeluk Ran dan meletakkan kepalanya di pundak Ran. "Ada apa?" Kata Ran., Alfa mencium pipi Ran, lalu turun menciumi leher Ran dan menghisap nya.
"Berhenti, tungg!!" ucap Ran yang suaranya bergetar.
Tapi Alfa tetap tidak berhenti.
"dia sangat harum dan manis, aku tidak tahan lagi, aku seperti kehilangan kendali" batin Alfa.
"Dia tidak mendengar ku, tidak boleh, aku tidak mau!" Batin Ran.
Ran berusaha mendorong Alfa, tapi Alfa tidak mendengarkan, Alfa mengangkat Ran dan menjatuhkannya ditempat tidur bersamaan dengan tubuhnya, alfa tidak berhenti mencium leher dan tubuh Ran.
"dia seperti binatang buas, aku harus menenangkan nya, tidak ada cara lain." Batin Ran.
Ran memegang wajah Alfa, dan menciumnya, tangan Ran mengelus leher Alfa dengan lembut, Alfa membuka matanya yang terkejut dan belum berhenti mencium bibir Ran dengan lembut sambil memejamkan matanya. dan memeluk Ran dengan tangannya yang kekar. lalu Alfa sudah sedikit lebih tenang.