
DIMOBIL DEFRAS
Mobil Def melaju dengan kecepatan standar. sesekali ia melirik ke arah Kyara. Ia memperhatikan Kyara yang masih saja menangis sambil menundukkan wajahnya.
Def melihat Kyara dengan perasaan iba. Ia kemudian menarik beberapa lembar tissue dan menyerahkan kepada Kyara.
"Pakai Ini, hapus air matamu." Ucap Def dengan nada dingin dan datar seperti biasanya.
Kyara menoleh dan mengambil tissue tersebut.
Defras menepikan mobilnya dan memarkirkannya disebuah halaman coffe shop.
"Ayo cepatlah usap air matamu itu, jangan sampai orang mengira aku sudah menganiayamu sehingga kau menangis begitu." ucap Defras sambil ia turun dari mobil dan menutupnya.
Kyara hanya mengangguk tanpa bersuara.
"Ayo turunlah. lama sekali." teriak Def yang sudah berada di depan pintu coffe shop tersebut.
"Ada apa dengannya, sungguh aneh. Tadi dia begitu baik, sekarang kenapa dia bersikap seperti itu?" Gumam Kyara
Namun Karena Kyara merasa dia telah diselamatkan oleh Defras dari pria brengsek tersebut, Kyara pun tak berani bicara macam macam.
Kyarapun segera turun dari mobil dan menuju kearah Def.
"Kenapa kita tidak langsung pulang, kenapa kita berhenti disini?" Tanya Kyara Penasaran.
"Sudahlah jangan banyak tanya, ikuti saja aku. Dan jangan banyak bicara di dalam." Kata Defras
"Tunggu, Tunggu, tapi kau tidak akan macam macam kan?" Kyara takut jika Def akan macam macam padanya seperti Ronald tadi
"Hey kau pikir aku apa? Jangan samakan aku dengan si Brengsek Ronald ya. Dasar kau ini." Ucap Def
"Baiklah." Ucap Kyara Lirih
Kyara pun mengikuti Def menuju lantai atas. Dan dilantai atas ternyata Def sudah ditunggu oleh beberapa orang.
Def pun tiba tiba menggandeng tangan Kyara. Kyara pun melirik Def.
"Diamlah dan kali ini bantulah aku." Def berbisik lirik pada Kyara
Kyara tak mengerti apa maksud dari ucapan Def. Namun Kyara membiarkan tangannya digandeng oleh Def. Karna Kyara merasa berhutang budi pada Def karna telah diselamatkan dari Ronald si pria brengsek tadi.
"Def, duduklah." Seorang wanita paruh baya berdiri dan mempersilahkan Def untuk duduk.
Defras pun menggeser kursi dan mempersilahkan Kyara untuk duduk terlebih dahulu didepan wanita paruh baya tersebut.
kemudian Ia mengambil posisi duduk di depan pria paruh baya.
"Kenalkan, Ini Kyara Calon Istri Def." Def memperkenalkan Kyara pada mama dan papanya dengan sebutan calon istri.
Sontak Kyara melotot kearah Def. Namun Def dengan cepat menginjak kaki kanan Kyara. Kyara pun kemudian hanya bisa tersenyum didepan kedua orang tua Def sambil menahan kakinya yang sakit.
"Selamat malam Nak Kyara, salam kenal. Kami orangtuanya Defras." Sapa papa Kyara.
"Iya Om, Salam kenal." Jawab Kyara dengan perasaan masih kebingungan
Mereka berempat pun mengobrol sambil menikmati kopi hangat. sampai tak terasa sudah malam sekali.
"Ma, Pa.. Def antar Kyara pulang dulu ya. karna suda malam." Pamit Defras.
"Iya Def ini sudah larut malam, kasian Kyara." Kata Mama Def
Kyara dan Defras pun berpamitan dengan kedua orang tua Def. Defras Pun kembali menggandeng tangan Kyara
Sesampainya di depan Coffe Shop Defras melepaskan Tangan Kyara dengan Keras. Dan melangkah lebih cepat dari Kyara menuju Mobilnya terlebih dahulu.
"Astaga Dia ini kenapa sih? Sandiwara apa itu barusan." Kyara bingung terhadap sikap Defras
"Hei apa tidak bisa jalannya cepat sedikit." Def berteriak sambil menekan klakson mobilnya
Kyara pun mempercepat jalannya sambil sedikit berlari. Ia pun segera masuk dan duduk di dalam mobil sambil memasang sabuk pengaman.
"Aku antar kemana ini?" Tanya Def dengan ketus
"Pulang." Jawab Kyara singkat
"Dasar gadis bodoh kau ini. Ya jelaslah aku mengantarmu pulang. Maksudku alamat rumahmu itu dimana? Aku kan belum pernah kerumahmu sama sekali." gerutu Defras.
"Oh, ngomong dong yang jelas." Balas Kyara tak mau kalah
Setelah Kyara menjelaskan Alamatnya, Def pun melajukan mobilnya dengan kencang karna hari sudah malam.
"Sudah sampai nona, Cepatlah turun." Perintah Def saat sudah dihalaman parkir Apartemen Kyara.
"Baik, Terimakasih. Tapi kau masih punya hutang penjelasan padaku Soal penjebakan terhadapku tadi." Ucap Kyara
"Penjebakan Apa yang kau maksud?" Def tak mengerti yang di maksud Kyara
"Besok saja Tuan Def, sekarang sudah malam. Aunty ku pasti suda menungguku. Good Night, Take a care." Kyara pun berlalu sambil melambaikan tangannya.
"Penjebakan apa sih maksudnya? Ah, I don't care. It's been along day, I'm gonna go to bad."