My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 28 MERAH MERONA


Malam harinya selesai wedding party selesai, Kyara dan Defras pulang kerumah Defras. Namun sejak kejadian tadi, Kyara sama sekali tak berani mengajak Defras bicara sedikitpun. Sebab ia takut jika salah bicara bisa bisa Defras akan marah.


"Kenapa dari tadi kau diam saja?" Tanya Defras memecah keheningan.


Kyara yang mendengar pertanyaan Defras tiba tiba menjadi gugup. Ia takut jika salah menjawab.


"Ah, tidak kak. Aku hanya lelah." Jawab Kyara berbohong.


"Apa pergelangan tanganmu masih sakit?" Defras nampak cemas.


"Tidak, Tidak Kak. Sudah tidak apa apa." Kyara menjawab dengan cepat.


"Apa kau mau aku tidur diluar? Apa kau merasa risih aku berada sekamar denganmu?" Tanya Defras, takut jika Kyara mengira dia akan berhuat yang tidak tidak.


"Jangan Kak, nanti kalau Mama Tau bagaimana? Pasti mama akan terlihat bingung kalau kakak tidak disini. Biar Kyara tidur di sofa itu kak" Kyara menunjuk sofa di sudut ruangan kamar Defras.


"Kau ini, tidak perlu. Biar aku yang tidur d sofa, kau tidurlah disitu." Defras kemudian beranjak mengambil bantal, guling dan selimut. Ia kemudian menuju ke sofa dan bersiap akan tidur. Kyara yang melihat Defras hendak tidur di sofa sebenarnya tidak tega. Namun dia juga tidak mau jika mereka berdua tidur satu ranjang.


######


Keesokan paginya saat Kyara bangun, Ia melirik kearah sofa tempat semalam Defras tidur. Namun Defras sudah tidak berada disitu.


"Kemana Dia? Pagi sekali bangunnya." Kyara bergumam lirih.


"Astaga, ini sudah jam 11 siang. Bagaimana ini?" Kyara segera bergegas menuju kamar mandi. Namun saat ia hendak mandi, ternyata ia baru ingat bahwa sekarang ia ada dirumah Defras. Bahkan handuk pun ia tidak punya. Ia pun segera keluar dari kamar mandi, kemudian ia menuju kearah lemari disisi kanan ranjangnya.


"Semoga ada handuk yang tak terpakai disini. Kalau tidak bagaimana ini." Kyara nampak sedikit kesal. Bagaimana mungkin ia tak membawa perlengkapan apa - apa kesini. Namun saat ia hendak membuka lemari, Ia tak sengaja melihat ada sebuah kotak bewarna pink di meja depan sofa tempat Defras tidur semalam.


Kyara pun penasaran dan ia mengurungkan niatnya untuk membuka lemari tersebut. Kyara pun menuju ke sofa tersebut kemudian duduk dan meraih kotak tersebut. Kyara melihat diatas kotak tersebut ada secarik kertas.


*Gunakanlah ini sementara, aku tidak tahu seleramu tapi semoga sesuai dengan ukuran tubuhmu.


Jika kau sudah siap, beri tahu pak Louis. Dia akan mengantarmu untuk pergi kepusat perbelanjaan. Belikah pakaian atau perlengkapan lainnya yang kau perlukan.


~Defras*~


Setelah Kyara selesai membaca, Ia kemudian membuka Box bewarna pink tersebut. Ternyata didalamnya terdapat perlengkapan mandi, perlengkapan make up dan sebuah mini dress cantik bewarna hitam.


"Cantik sekali dress ini, ternyata seleramu bagus juga." Kyara bergumam lirih sambil tersenyum. Ia kemudian mengangkat bingkisan dari Defras tersebut, namun tiba tiba ada yang terjatuh. Kyara pun akhirnya segera melihat kebawah untuk mengetahui apa yang terjatuh. Namun Kyara begitu kaget dengan apa yang dilihatnya.


"Astaga, kenapa ada Bra dan Celana dalam juga?" Pipi Kyara nampak merona merah, Ia tak menyangka Defras pun ternyata membelikannya pakaian dalam juga.


"Ah tak apalah, aku memang membutuhkannya saat ini. Tapi aku pasti sangat malu sekali saat bertemu kak Deftas" Namun Kyara segera menepis pikirannya itu dan segera membawa semua perlengkapannya ke kamar mandi untuk ia kenakan nanti setelah mandi.