
"Hai Permisi, bolekah saya duduk disini?"
Tiba tiba Seorang Pria membuyarkan lamunan Kyara tentang kenangan pertemuannya bersama Ardhan.
Kyara baru menyadari bahwa ia ternyata masih berada di pesta Reuni Therisia.
Kyara pun menatap Pria itu sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya ke meja sekitar.
"Maaf, Tapi di meja lain masih banyak yang kosong kak." Kyara Menolak permintaan Pria tersebut. Sebab Kyara memanglah orang yang tidak begitu suka berkenalan dengan orang baru, Apalagi seseorang tersebut Pria Asing.
"Oh begitu ya." Nampak raut wajah kecewa dari Pria tersebut.
Kyara hanya tersenyum datar.
Namun Pria tersebut masih belum menyerah juga.
"Maaf, tapi sepertinya kamu bukan Alumni ya?" Pria itu bergeser dan mengambil duduk tepat di depan Kyara tanpa menggubris perkataan Kyara tadi yang tidak mengizinkan ia duduk satu meja dengan Kyara.
Kyara pun merasa risih sebenarnya dengan Pria itu.
"Iya bukan." Jawab Kyara Singkat sambil ia memainkan handphone nya
"Lalu, kenapa ada disini?" Pria tersebut masih penasaran
"Saya diajak Therisia ke sini." Jawab Kyara agak sedikit ketus, karna ia sebenarnya tidak suka mengobrol dengan orang asing. Kyara berharap dengan ia menunjukkan sikapnya yang ketus, Pria tersebut paham bahwa Kyara tak menyukainya.
Namun, Sepertinya Pria tersebut sepertinya tak peka terhadap penolakan Kyara. Dan pria tersebut masih saja berusaha mengajak Kyara ngoborol panjang lebar. Padahal Jawaban Kyara hanya iya dan tidak.
Karna Kyara merasa sangat terganggu akhirnya Kyara memutuskan untuk permisi pergi.
"Maaf, saya akan mencari teman saya dulu ya kak." Kyara permisi pamit dengan sopan.
Namun tiba tiba pria tersebut menarik tangan Kyara, Kyarapun sontak kaget dan menepis tangan pria tersebut.
"Hey tunggu, kita kan belum saling bertukar kontak."
"Bertukar Kontak? Nama saja aku tak mau tau." Gumam Kyara dalam hati.
"Maaf kak, saya permisi." Kyara seakan enggan berlama lama dengan pria tersebut. Ia berpamitan agar ia dikira bukan gadis yang tak sopan. Apalagi mengingat ia disitu diajak oleh Therisia, jadi ia tidak mau jika dikira tidak sopan.
Tapi Pria tersebut tidak menyerah sampai disitu, Ia sepertinya sangatlah tertarik dengan Kyara. Ia lalu menarik pergelangan tangan Kyara menjauh dari meja yang tadinya diduduki oleh Kyara.
Kyara yang kaget dengan perlakuan Pria tersebut berteriak memanggil Therisia dan meminta tolong pada siapapun. Namun sepertinya suara Kyara tidak bisa mengalahkan suara musik yang ada disitu. Bahkan sepertinya orang orang terlalu sibuk dengan acara pesta tersebut. sehingga tidak ada yang memperhatikan bahwa Kyara memerlukan pertolongan.
"Hey, kamu jangan sok jual mahal. Aku hanya ingin berkenalan saja dengan kamu. kenapa kamu cuek sekali terhadapku?" Pria tersebut mendorong tubuh Kyara hingga menekan Tembok dibelakangnya, sambil ia menekan kedua pipi Kyara dengan tangan kanannya secara kasar.
Kyara pun tak bisa berbuat apa apa. Keringat dingin bercucuran dari tubuhnya.
"Oh God, Tolong Kyara. Kyara takut. Tolong jauhkan Pria kurang ajar ini dari hadapan Kyara." Ucap Kyara dalam hati.
Bukannya melepaskan Kyara, ia malah senang melihat wajah Kyara yang nampak ketakutan.
"Apa kamu tak tau aku? Aku ini anak dari Vorlando Group, banyak wanita mengantri ingin aku tiduri. Berani beraninya kamu menolakku." Pria itu tampak marah terhadap sikap Kyara padanya.
"Apa kamu bilang? Aku tidak sudi sama sekali berkenalan denganmu, Apalagi ditiduri oleh pria sepertimu. Kamu Pikir aku cewek murahan?" Teriak Kyara
Pria itu pun semakin marah dengan Kyara, Ia menampar wajah Kyara dengan keras. Hingga cairan bewarna merah segar mengucur dari sudut bibir Kyara sebelah kiri.
Butiran Kristal bening jatuh membasahi pipi Kyara. Bukan karna sakit, tapi karna Kyara amat sangat takut jika Pria tersebut berbuat macam macam terhadapnya.
Melihat Tangisan Kyara, Pria itupun semakin berusaha berbuat hal yang semakin berani. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyara. Ia menyentuh bibir merah Kyara dengan jari jarinya.
"Aku akan membuatmu tidak bisa melupakanku gadis manis." Pria tersebut tersenyum sinis.
Ia mendekatkan bibirnya semakin dekat dengan bibir Kyara. Kyara pun meronta ronta berusaha lepas dari pria brengsek tersebut. Isak tangis Kyara pun semakin pecah.
Tiba tiba Pria brengsek itu terpental jatuh kelantai. Kyara pun kaget dengan pemandangan didepannya. Ia melihat Pria brengsek itu di hantam oleh seseorang. Ternyata seseorang yang menyelamatkan Kyara tersebut adalah Defras.
Kyara pun memeluk Defras sambil masih menangis sesenggukan. Defras pun membiarkan Kyara menangis sambil memeluknya. Karna Def pun menyadari kalau Kyara pasti sangat ketakutan.
"Hei Def, Jangan campuri urusanku!!!" Teriak Pria brengsek tersebut
"Apa yang kau maksud urusanmu itu gadis ini? Jika iya, kau salah berurusan dengannya. Dia ini gadisku, jadi jangan coba coba kau ganggu lagi Ronald." Def berteriak tak kalah keras dengan Ronald.
Ronald pun terdiam seakan tak percaya dengan ucapan Def.
"Jika kau macam macam lagi dengannya, Kau akan berurusan denganku. Dan akan kuhajar kau lebih dari ini. paham?" imbuh Defras
Def pun beranjak pergi sambil memeluk Kyara disampingnya.
"Ayo kuantar kau pulang saja. Tak akan aman jika kau masih berada disini." Ucap Def kepada Kyara
Kyarapun tak menjawab Def. Ia masih saja menangis dari tadi. Ia masih ketakutan dengan kejadian yang baru saja ia alami tersebut.