My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 04 TERNYATA DIA


Kyara memangku laptop sambil sesekali mengambil camilan disamping bangku yang ia duduki. Sudah 2jam ia berusaha mengerjakan tugas kuliahnya yang sudah seminggu ia abaikan karna perasaannya yang tak karuan.


"Hai Ky, masih belum selesai juga?" Tiba tiba Theresia duduk disamping Kyara yang masih fokus mengerjakan tugas kuliahnya.


"Yah seperti yang kau lihat." Kyara menjawab pertanyaan Theresia sembari masih menyelesaikan tugasnya.


Tiba Tiba Theresia menggoncang goncangkan tangan Kyara. "Aduh Ky,, itu ada kak Def. YaTuhan dia sungguh keren." Mata Theresia berbinar binar seperti mendapatkan hadiah undian.


"Def siapa sih Ther, aku tidak tertarik. Aku sekarang lebih tertarik menyelesaikan tugasku agar aku tidak kena omel Bu Frans." Jawab Kyara sambil tetap pandangannya tak beralih dari laptopnya.


Tiba tiba di seberang sana Defras menghentikan langkahnya dan menoleh kearah bangku putih di halaman kampusnya tersebut. "Wait, bukankah itu cewek bodoh yang kutemui kemarin ya?? Oh, Ternyata dia mahasiswi disini. Pantas saja wajahnya tidak asing saat aku melihatnya menangis waktu itu" Gumam Defras dalam hati.


"Kenapa kamu Def? Apa kamu kenal mereka?" Ernes sahabat Def bertanya sembari mengamati 2 orang gadis yang sedang duduk dibangku putih dihalaman taman kampus Kakeknya Defras.


"Bukan siapa siapa, hanya gadis bodoh." ucap Def sembari berlalu.


Sementara Theresia yang melihat Def menoleh kearahnya begitu kegirangan sampai sampai ia loncat loncat setelah Def beranjak pergi dari tempat itu.


"Kau ini kenapa Ther? Kau suda gila? Lihat itu banyak orang orang yang melihat aneh kearah kita??" Kyara sedikit kesal dengan sikap Theresia yang seperti anak kecil yang baru saja dapat hadiah permen lolipop.


"Ah kau ini Ky, itu tadi kak Def melihat kearahku juga saat aku memperhatikannya. Apa mungkin kak Def tertarik padaku ya?"


"Aduh,, Def siapa sih Ther. Kau ini benar benar membuat kepalaku pusing saja."


"Kau benar tak tau siapa Kak Def??"


"Tak Tau dan tak mau tau." Ucap Kyara masih sedikit kesal karna tingkah sahabatnya yang begitu memalukan tersebut.


"Ah kamu ini Ky, yang mau tau pasti hanya Ardhan saja."


Kyara menoleh sambil melotot memandangi Theresia.


"Sudahlah Ther, aku suda tidak mau lagi membahas Kak Ardhan lagi." Kyara pun menutup laptopnya dan memasukkannya kedalam Tas Ranselnya.


"Ya sudah ayo kita masuk kelas Ky, sebentar lagi kelas kita kan dimulai." Theresia pun menggandeng Tangan Kyara untuk bangkit dari bangku tersebut.


DI KANTIN KAMPUS


"Def, Kenapa kamu diam aja? Apa kamu ada masalah dengan gadis yang tadi?" Ernes mencoba mencari tau, karna tidak biasanya sahabatnya itu memperhatikan wanita lain selain Laurent.


"Bukan apa apa kok. Apa kamu mengenalnya Nes??"


"*Yang Mana Def? Yang pakai baju merah? Itu kan Theresia, Adek kelas kita sejak SMA."


"Theresia? Ah aku tak tau. Tapi bukan yang itu, itu gadis bodoh yang memangku laptop tadi*."


"Oh itu, Sepertinya dia mahasiswi asal Indonesia yang melajutkan studi S2 nya disini deh. Karna sebelumnya aku tidak pernah melihatnya. Itu sih yang ku tau dari adik ku."


"Oh. Jadi begitu." gumam Def Lirih


Ernes semakin penasaran akan sikap Defras yang tak biasanya. Ia semakin yakin kalau sahabatnya itu tertarik pada gadis tersebut. Sebab selama ia mengenal Def, Ia tak pernah melihat Def sepenasaran ini terhadap gadis manapun semenjak kepergian Laurent.


"Kamu yakin tidak ada hubungan apapun dengan Kyara, Def?" Ucap Ernes dengan hati hati.


"Kyara? Siapa?" Defras semakin bingung


"Gadis yang kau lihat di halaman kampus tadi, Namanya Kyara." Ernes Menjelaskan yang ia maksud kepada Defras


"Aku tidak tertarik sama sekali terhadap gadis bodoh seperti itu." Jawab Defras dengan nada datar.