My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 06 NIGHT PARTY


"Ky, Kamu yakin kan penampilanku sudah perfect?" Therisia dari tadi masih saja sibuk menanyakan soal penampilannya kepada Kyara. Sedari tadi ia masih saja merapikan rambutnya terus menerus.


"Ya Ampun Ther, sepertinya sudah ratusan kali kamu bertanya hal yang sama sepanjang perjalanan tadi deh."


"Hehehe, maklum Ky ini kali pertama aku akan ketemu dengan teman teman lamaku sejak lulus SMA. Jadi wajarlah kalau aku gugup." Ucap Therisia


"Kenapa mesti gugup sih Ther? You Are So Perfect tonight. Trust me." Kyara berusaha meyakinkan sahabat satu satunya tersebut.


Malam ini memang Therisia terlihat begitu Anggun. Iya memakai Dress berwarna Merah jambu. Rambutnya yg bewarna pirang ia ikat keatas. Jepit Rambut Kristal berbentuk Hati ia sematkan disamping telinganya. High heels yang iya kenakan pun begitu mewah,, Heels bewarna Merah jambu sedikit transparan dengan berhiaskan diamond menambah kesan feminim sesuai karakter Therisia.


Berbeda dengan Therisia yang begitu All Out dengan penampilannya. Kyara hanya memakai Dress Putih selutut dengan Rambut Hitamnya yang dibiarkan tergerai sebahu.. Namun Tetap terlihat Cantik. Kesan kesederhanaan pada diri Kyara lah yang membedakan Kyara dengan gadis gadis lain pada umumnya. Yupz begitulah Kyara. Meskipun latar belakang orang tuanya yang bisa dibilang sangat kaya tidak lantas menjadikan Kyara menjadi gadis dengan gaya hidup yang glamour, Ia tetap sederhana mewarisi sifat ibunya.


"Sudah sampai Nona Therisia." Sopir Therisia menghentikan mobilnya.


Therisia & Kyara pun mengucapkan terimaksih dan segera turun dari mobil.


"Acaranya dimana Ther?" Tanya Kyara


"Di Ciel Bleu Restaurant itu Ky." Sambil Therisia memeriksa kembali Undangannya tersebut.


Didepan Resto Therisia hanya menunjukkan Undangannya dan petugas Resto langsung mempersilahkan mereka masuk.


"This place so amazing." gumam Therisia dalam hati. Maklum ini pertama kalinya Kyara berada di dalam resto berkelas internasional. Biasanya Kyara enggan diajak papanya bertemu dengan relasi bisnisnya di indonesia. Kyara lebih memilih bersantai dirumah.


Sekilas Tentang Ciel Bleu Restaurant


Restaurant ini tidak jauh lokasinya dari museum van Gogh. Restaurant ini merupakan salah satu restaurant berkelas internasional yang bisa dibilang tidak murah. Ruangannya terkesan sangat hangat, modis dan nyaman. Pemandangan kota disekitar pun tidak kalah luar biasanya yang bisa di saksikan dari restaurant tersebut.


Kyara pun seakan hanyut dibawa suasana restaurant ini. "Ky, kita duduk disitu yuk." Therisia menunjuk sebuah meja yang tepat disamping jendela. Therisia paham kalau Kyara selalu suka duduk disamping jendela.


Kyara pun melangkah duduk di kursi yang Theresia tunjuk tadi. Namun saat mereka duduk, tiba tiba ada 2 pria yang juga duduk bersamaan di meja tersebut.


Kyara sontak kaget melihat salah satu pria dari 2 pria yang duduk didepannya tersebut. "Ah, Shit." Umpat Kyara dalam hati. Kyara pun hendak beranjak untuk melangkah pergi. Namun ditahan oleh Therisia.


"Therisia Kan??" Ucap Ernes


"Iya Kak Ernes, Kak Ernes masih ingat sama aku?" Therisia balik bertanya


"Iya, Kamu kan adik kelas ku semasa SMA yah? Tapi malam ini kamu beda sekali Ther, Aku sampai kagum melihat kamu." kata Ernes memuji Theresia


Sebenarnya Therisia memang gadis yang cantik jika di poles, hanya saja jika ia tidak ada acara penting ia ogah untuk memakai make up yang berlebih.


"Ah Kak Ernes bisa aja. Kak Ernes dan Kak Defras juga Keren banget hari ini puji Therisia balik.


Kyara sungguh tak senang dengan suasana tersebut. Ia tak mengira bahwa ia akan bertemu dengan pria menyebalkan di acara seperti ini. Kyara pun memutuskan untuk beranjak dr tempat duduknya. Namun saat ia berdiri, tiba tiba high heels nya tersangkut kursi. Ia pun tak dapat menguasai tubuhnya. Namun Tiba tiba Ada seseorang yang menahan tubuh Kyara hingga ia urung terjatuh.


"Terimakasih." Ucap Kyara


Kyara Pun memandang keatas, Namun saat tau bahwa pria Yang menahan tubuhnya ialah Def, Ia sontak langsung buru buru melepaskan Tubuhnya dari pelukan Def.


Defras pun tak mengucapkan sepatah kata pun. Ia pun beranjak pergi tanpa pamit. Ernes pun yang melihat Defras pergi, segera mengikutinya.


"Astaga Ky,, Itu Kak Defras. Ya Ampun Kamu dipeluk Kak Def. Mimpi apa kamu Ky semalam?" Therisia begitu bersemangat.


"Malam ini sepertinya aku begitu sial Ther." ucap Kyara


"Apa otakmu sudah rusak Ky? Itu tadi kak Def, cowok populer di kampus kita. Itu namanya keberuntungan, bukan kesialan Ky." Therisia menggoyang goyangkan Tubuh Kyara.


Saat Kyara hendak menjelaskan maksudnya tiba tiba ada suara memanggil Therisia. "Hai Ther." Seseorang berteriak memanggil Therisia dari kejauhan.


"Ky, Sebentar ya. Aku mau samperin temen lama sekelasku dulu ya. Kamu habiskan saja hidangan pembuka ini. Atau kamu mau ikut kesitu?" Sambil kyara menunjuk kearah teman temannya.


Kyara pun menggeleng tanda ia lebih memilih duduk sendiri dibanding harus berkenalan dengan orang baru.


"Oke, Aku gak akan lama kok ky. Promise." Sambil Theresia mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya. Kyara pun mengangguk tanda menyetujuinya.