My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 27 SIAPA PEREMPUAN ITU?


"Dasar dia itu memang menyebalkan sekali. Aku sudah menghabiskan uang yang cukup banyak, tapi hanya begitu saja katanya. Padahal tadi saat ia baru masuk ruangan, matanya seakan menunjukkan Eksperesi senang. Tapi hanya itu saja tanggapannya." Defras berkata sendiri di dalam hati dengan perasaan kesalnya.


Defras benar benar tak mengira bahwa tanggapan yang akan diberikan Kyara hanya begitu saja. Padahal ia sebelumnya sudah meminta saran dari Therisia. Dan Sahabat Kyara itulah yang menjelaskan kepada Defras mengenai hal hal kesukaan Kyara.


"Maaf Tuan, Saya lihat Nona Kyara sedang ada masalah." Kata salah seorang pelayan yang menghampiri Defras.


"Masalah?" Defras mengernyitkan dahinya


"Iya Tuan, saya lihat ada seorang wanita yang menghampiri Nona Kyara tadi dan dia nampaknya sedang marah." Jawab pelayan tersebut.


Defras yang mendengar Kyara dalam masalah, segera berlalu meninggalkan pelayan tersebut dan mencari Kyara.


Tak beberapa lama kemudian ia melihat Kyara hendak ditampar oleh seorang wanita berambut coklat panjang dan bergelombang.


Defras dengan segera berlari dan menahan pergelangan tangan perempuan yang hendak menampar Istrinya tersebut.


Perempuan itu seketika menoleh kearah Defras. Defras yang melihat perempuan disampingnya tersebut seketika langsung melepaskan tangannya. Dan perempuan tersebut langsung memeluk Defras.


"Kak Def, Siapa sebenarnya perempuan ini? Kenapa memeluk Kak Def? Dan saat dia datang, dia seakan sangat marah padaku?" Banyak pertanyaan yang bergejolak di dalam pikiran Kyara. Namun ia segera menepisnya. Ia menyadari bahwa menikah dengan Defras hanya sebuah kesepakatan saja. Ia tidak mempunyai hak apapun untuk mencampuri urusan Defras, apalagi memasuki kehidupan Pribadinya.


Melihat Defras yang terdiam dipeluk perempuan tersebut, Kyara segera meninggalkan mereka. Ia merasa tidak seharusnya berada disitu. Namun Kyara merasa seperti terjadi sesuatu pada hatinya.


Defras kemudian menghampiri Kyara dan menarik pergelangan tangannya. Ia mengajak Kyara menghampiri perempuan itu.


"Kenalkan Ini Kyara, sejak hari ini dia adalah Nyonya Defras Andreas. Kau atau siapapun itu tidak berhak menyakitinya. Jangan lagi berbuat macam macam padanya. Atau kau akan berurusan denganku." Ancam Defras pada wanita itu.


Kyara yang melihat sikap Defras membela dirinya, Ia nampak tidak enak dengan perempuan tersebut.


"Kak Def, dia tidak berbuat apa apa padaku " Kyara berusaha membela wanita tersebut karna ia tak tega melihat wanita itu tiba tiba menangis.


"Diam Kau, jangan bermuka dua. Jangan berpura pura membelaku di depan Defras. Dia itu milikku, tapi kau merampasnya tiba tiba." Perempuan itu berteriak marah di depan Kyara.


Kyara nampak semakin bingung. Ia sama sekali tidak mengenal perempuan itu. Bahkan melihatnya pun baru pertama kali ini baginya. Tapi perempuan itu nampak sangat murka terhadapnya. Kyara sama sekali tak mengerti.


"Kau yang diam. Kau tidak berhak berkata kasar kepada istriku. Dan ingat satu hal lagi, aku sudah bukan milikmu lagi sejak kau pergi ke New York." Defras berkata dengan penuh penegasan dan sedikit berteriak.


Kyara yang melihat Defras marah seperti itu begitu terkejut. Karena selama ia mengenal Defras, Ia tak pernah melihat sikapnya yang kasar. Apalagi terhadap perempuan. Meskipun Kyara menganggap Defras itu angkuh, tapi tak pernah ia melihat Defras bersikap seperti itu terhadapnya.


"Ky, ayo pergi." Defras segera menarik tangan Kyara. Kyara pun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Defras. Namun pikiran Kyara masih bergejolak.


"Siapa sebenarnya perempuan itu? Ada hubungan apa dengan Kak Def?" Banyak pikiran yang masih memenuhi kepalanya. Namun ia tak berani untuk menanyakannya, karna Kyara melihat sepertinya mood Defras sedang tidak baik.