My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 05 AKHIR PEKAN


"Pagi Aunty." Kyara menyapa tante Niken yang sedang sibuk di dapur membuat sarapan.


"Pagi juga Ky, Apa hari ini kamu ada acara Ky?"


"Tidak Aunty, tapi nanti sore Therisia mau jemput Kyara. Therisia mau ajak Kyara ke acara Teman SMA nya. Bolehkan Aunty?" Kyara meminta Ijin Tante Niken Sambil menyeruput green tea buatan Tante Niken.


"Pasti boleh sayang, Malah Tante senang kalo kamu bisa kumpul kumpul dengan banyak orang."


Tante Niken sebenarnya lebih senang Kalau Kyara bisa bergaul dengan banyak orang. Karna tante Niken tau sifat pendiam dan tertutup keponakan kesayangannya tersebut. Apalagi semenjak Ardhan mencampakkannya.


Kyara jadi lebih pendiam, Tante Niken sempat takut kalau kalau keponakannya akan kehilangan akalnya. Karna itulah Tante Niken membujuk mamanya Kyara untuk mengirimkan Kyara ke Amsterdam. Agar Kyara bisa cepat melupakan Ardhan dengan Suasana baru disini.


Mama Kyara pun menyetujui saran Tante Niken dengan mencoba meyakinkan Kyara kalau lebih baik ia melanjutkan Studi S2 nya di Amsterdam. Kyarapun yang hatinya sedang kacau langsung menyetujui ide tersebut.


"Jangan lupa bawa cowok cakep ya Ky." Imbuh Tante Niken.


"Ah Aunty, nanti aku bilangkan Om George lho." Kyara menimpali gurauan Tante Niken.


"Om George kok Ky yang suruh Aunty cari. Tapi buat dijadikan sopir.. Hahahaha." Tante Niken sambil ketawa terbahak bahak.


"Aunty Ini, Kalo sopirnya ganteng. Bisa bisa Aunty gak pulang pulang."


"Tau aja kamu Ky. hahahaha.."


"Om George kapan pulang Aunty?"


"Sepertinya kali ini akan lama Ky, Kata Om Bisa sampai berbulan bulan." Tante Niken Menjelaskan


"Tapi gak ada masalah kan Aunty disana?"


"Sepertinya terjadi sedikit masalah Ky dengan Bisnis Om, tapi Om bilang kalau akan segera menyelesaikannya"


"Oh, semoga tidak ada masalah yang serius ya Aunty." Kyara berusaha menghibur Tante Niken.


Saat Tante Niken mau beranjak membukakan Pintu Apartemennya, Kyara Pun beranjak dari kursinya.


"Biar Kyara saja Aunty yang bukain pintunya."


Saat pintu dibuka, Kyara Melihat Therisia yg ada dibalik pintu Apartemennya.


"Kok sudah disini? Bukannya masih nanti sore acaranya?" Kyara semakin heran dengan banyak sekali Paperbag ditangan sahabatnya tersebut.


"Ayo ajaklah aku masuk dulu Ky, Tanganku ini suda letih." Omel Therisia


"Ya baiklah, ayo." Kyara membuka pintu lebih lebar agar sahabatnya tersebut bisa masuk kedalam.


"Pagi Aunty Niken. Maaf ya Aunty, Therisia pagi pagi sudah kemari.


"Pagi juga Therisia. Gak Apa sayang, kamu bisa sekalian temani Kyara ya. Karna Tante juga habis ini mau keluar, Ada janji sama teman tante. Eh, Ayo kesini.. Ini Camilannya suda siap.. Ayo di coba." Sembari Tante Niken menata camilannya dipiring.


"Wah,, kebetulan Tante. Therisia juga belum sarapan."


"Ah dasar kamu, bilang saja mau cari sarapan gratis ya.? Hahahaha"


Therisia tersipu malu didepan Tante Niken.


"Yasudah Tante tinggal ke kamar dulu ya mau siap siap."


"Baik Aunty." Kyara dan Theresia bersahut sahutan bersamaan.


Kyara kembali melirik Paper bag yang dibawa Therisia, Seakan tau apa yang sedang dipikirkan sahabatnya, Therisia tersenyum malu malu.


"Kau tau kan Ky aku selalu saja bingung kalau memilih baju.. jadi aku bawa aja semua kesini. Bantu aku ya??" Therisia memohon sambil mengedip ngedipkan matanya.


Kyara Tertawa Nyengir. "Ya baiklah, ayo masuklah ke kamarku."