
"Hei Def, Kenapa tadi kamu diam saja?" Tanya Ernes
"Memangnya aku harus berisik?" Defras bertanya balik
"Ah kau ini. Bukankah kemarin kau habis berkencan dengannya?" Ernes mencoba mencari tau
"Kencan dengannya? Siapa yang kau maksud?" Defras bergalak tak tau.
"Gadis itu tadi, Kyara." Jawab Ernes
"Tidak mungkin aku berkencan dengan gadis bodoh macam itu." Sanggah Defras.
"Tapi beritanya sudah menyebar ke seluruh kampus lho Def." Ernes menjelaskan
"Biarlah, aku tak peduli." Jawab Defras datar
Ernes pun akhirnya menyerah. Ia sudah paham betul watak Defras. Sahabatnya sejak SMA itu memanglah seperti itu. Ia tipe pria yang cuek dan sedikit tertutup.
#######
Sementara Kyara dan Therisia sudah berada di Book store mencari buku yang kemarin harusnya Kyara beli. Namun tak jadi karna ia melihat Ardhan bersama seorang wanita.
Kemudian Saat Kyara sedang mencari cari buku tersebut, pandangannya tanpa sengaja melihat wanita yang kemarin pergi bersama Ardhan.
Kyara menarik narik Baju bagian samping Therisia.
"Kenapa Ky? Apa kau sudah menemukan buku yang dimaksud Mr. Joseph?" Tanya Therisia
"Ther, Itu Wanita yang kemarin bersama Kak Ardhan." Kyara berkata sambil terus memperhatikan wanita tersebut memasuki ruangan khusus karyawan.
"Kalau Dia sampai bisa masuk di ruangan Karyawan, jelas wanita itu sering kemari. Tapi siapakah dia?" Kyara bertanya pada hatinya sendiri.
"Mana Mana Ky? Oh wanita berambut coklat yang memakai Dress merah itu Kah?" Tanya Therisia
"Biar aku kesitu Ky, akan ku tanyakan langsung padanya." Ucap Therisia emosi.
Namun Kyara menarik lengan Therisia.
"Jangan Ther, aku takut kalau yang kemarin itu bukan kak Ardhan. Aku juga masih ragu, mana mungkin kak Ardhan ada disini?" Jawab Kyara
"Mangkanya biar aku pastikan." Therisia berusaha meyakinkan.
"Jangan Ther, aku belum sanggup kalau wanita itu benar ada hubungannya dengan kak Ardhan." Kyara menunduk sambil meremas remas tangannya.
"Begini saja, Cepat kau cari buku yang dimaksud Mr. Joseph, Setelah itu kita bayar ke kasir dan aku akan menanyakannya kepada kasir siapa wanita itu." Therisia ikut penasaran dengan wanita itu
15menit kemudian Kyara sudah mendapatkan buku yang ia cari. Mereka pun kemudian membayar di kasir. Kyara menggunakan Kartu Debit untuk pembayaran bukunya tersebut, sebab harga bukunya lumayan mahal juga.
Saat selesai membayar, pegawai kasir tersebut memberikan Buku Yang Kyara beli dan mengembalikan Kartu debit milik Kyara.
"Maaf, tadi saya melihat seorang wanita berambut coklat memakai dress merah, masuk kedalam ruangan khusus karyawan. Wanita Itu siapa ya kak?" Tanya Therisia tanpa basa basi kepada salah satu kasir yang melayani mereka.
"Oh, itu Nona Angel. Ayahnya pemilik Book Store ini." Jelas pegawai kasir tersebut.
"Kalau laki laki yang 2hari lalu bersamanya itu siapa ya kak? Apa betul dia Ardhan?" Therisia berusaha mencari informasi lebih lanjut.
"Ah iya betul nona, Itu Tuan Ardhan. Tunangan Nona Angel. Mereka sebentar lagi akan menikah." Pegawai kasir tersebut menjelaskan dengan antusias.
Kyara yang mendengar penjelasan dari pegawai kasir tersebut tidak bisa berkata apa apa. Pikirannya kacau, hatinya seperti hancur berkeping keping.
Perasaan yang coba ia hilangkan selama 2tahun ini sepertinya bergejolak kembali. Tubuh Kyara seakan lemas.
"Ky, Are you Okey. Ayo segera kita pergi." Ajak Therisia yang kahawatir melihat raut wajah Kyara yang mulai pucat.