
Soekarno Hatta Internasional Airport
Akhirnya Setelah 1hari 7jam Kyara menempuh perjalanan, Sampailah mereka di Jakarta. Namun mereka masih harus menempuh lagi perjalanan sekitar 1 - 1,5jam untuk sampai di kota Bogor.
Setelah menempuh perjalanan Jakarta - Bogor. Mereka kini telah tiba di kota tujuan. Defras yang melihat Kyara tertidur seakan tak tega untuk membangunkan Istrinya itu.
Namun kini mereka suda sampai di halaman rumah Kyara setelah seorang sopir membukakan pagar, saat mengetahui yang ada didalam mobil tersebut adalah adik dan anak majikannya.
Akhirnya Defras memutuskan untuk menggendong Kyara memasuki halaman orang tua Kyara. Tante Niken pun dibantu oleh sopir, membawa 2buah koper yang mereka bawa dari Amsterdam.
Mama Kyara yang sedari tadi menunggu mereka pun segera menghampiri adik, putri semata wayangnya dan menantunya tersebut. Ada guratan kesedihan yang terlihat dari raut wajah mama Kyara yang tak bisa beliau tutupi meskipun bibirnya berusaha menampakkan senyuman.
Kehilangan seorang pendamping hidup tidaklah mudah. Apalagi beliau satu satunya pria yang menemaninya. Menemani dikala suka dan duka. Kini Beliau pasti merasa kesepian seorang diri karena kehilangan separuh hatinya.
"Nak Defras,, Kyara langsung dibawa ke lantai atas saja. Biar kalian bisa beristirahat dulu di kamar Kyara. Biar Mama disini bersama Tante Niken." Tutur Mama Kyara, Sambil Mama Kyara menyuruh asisten rumah tangganya untuk mengantar menantunya tersebut.
"Baik Ma, Defras akan membawa Kyara ke atas." Pamit Defras
Sesampainya di kamar, Defras membaringkan tubuh Kyara di atas kasur bewarna merah jambu itu. Sejenak Defras kagum dengan kamar Kyara yang nampak sweet karna bernuansa pink creammy. Nampak sekali jika sang pemilik berhati lembut dan menyukai ketenangan.
Tapi beberapa detik kemudian terlihat Kyara mengerjapkan kelopak matanya, pertanda ia mulai terbangun dari tidurnya. Ia pun mengitari sekelilingnya, Ia seakan familiar dengan tempatnya berada saat ini.
"Astaga, Kita kan memang tadi dari Jakarta ke Bogor. Kyara harus segera menemui Mama dan Papa, Kak." Tanpa menunggu lama, Kyara pun langsung melompat dari tempat tidurnya dan mengambil sandal rumah yang biasa ia letakkan di samping meja di sisi tempat tidurnya. Bahkan ia pun tak pernah lupa dimana ia meletakkan barang barangnya, karena memang Kyara adalah tipe perempuan yang rajin & rapi.
Kyara pun menuruni anak tangga sambil berlari, ia tak sabar ingin menemui mamanya untuk mengetahui gimana keadaan papanya. Melihat mamanya ada di ruang tamu bersama tantenya, membuat Kyara bertambah tak sabar untuk segera bertanya tentang papanya.
"Mama." Panggil Kyara. Mama Kyara dan Tante Niken pun menoleh bersamaan.
"Mama, Papa sekarang dimana?? Apa papa baik baik saja? Kenapa Mama ada dirumah? Kenapa mama menangis?" Pertanyaan demi pertanyaan Kyara lontarkan ke Mamanya. Karena Kyara pun bingung dengan situasi yang sedang terjadi.
Mama Kyara yang dihujani dengan pertanyaan demi pertanyaan oleh Kyara semakin bingung. Cairan bening dari sudut mata Mama Kyara malah semakin deras mengalir. Kyara yang melihat mamanya menangis semakin bingung.
"Ma,, sebenarnya bagaimana kondisi papa? Kenapa Mama malah menangis? Jelaskan sesuatu Ma." Kyara menggenggam tangan mamanya dengan sangat erat. Membuat Mamanya malah tak bisa berkata apapun. Bibirnya seakan terkunci rapat.
"Kak, lebih baik Kita ajak Kyara ketempat Papanya saja. Mumpung hari masih menjelang sore." Saran Tante Niken kepada Mama Kyara.
Mama Kyara pun hanya bisa mengangguk lemas.
***** Jangan Lupa Like dan Comment ya Kakak Cantiqz.. Terimakasih.. ****"