My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 10 HANYA SANDIWARA


"Apa? Jadi Si Ronald brengsek itu semalam mencoba menggodamu?" Teriak Therisia


Kyara menggangguk, sambil memegangi bibirnya yang sedikit lebam akibat tamparan Si Brengsek Ronald semalam.


"Dasar laki laki itu tak pernah berubah, dari dulu kelakuaanya masih sama saja." Therisia masih mengomel sambil melahap stroop wafel (wafel khas belanda yang memiliki tekstur kering dan tipis serta rasanya manis)


Kyara masih ngeri rasanya membayangkan kejadian semalam. Bahkan semalam ia susah untuk tidur dan itu yang sedari tadi menyebabkan Kyara menguap berulang kali.


"Ya Ampun Ky, I'm So sorry Ky. Gara gara aku meninggalkanmu kemarin dan keasikan ngobrol dengan teman teman lamaku kamu jadi mengalami hal itu." Therisia memohon maaf kepada Kyara sampai sampai kedua telapak tangannya disatukan di depan wajahnya sambil ia menunduk berulang kali tanda ia meminta maaf dengan penuh penyesalan.


"Lalu apa tante Niken tau Ky?" tanya Therisia


Kyara secepat kilat menggeleng. "Jangan sampai Aunty ku tau ya Ther, aku tidak mau Aunty Cemas."


"Tapi Tante niken tidak tanya soal lebam di wajahmu itu?"


"Iya, tapi sudah kubilang kok kalau ada insiden kecil saat di pesta, aku terpeleset dan jatuh. Untungnya Aunty percaya."


"Syukurlah Ky klo begitu." Therisia menghela nafas lega


Beberapa saat kemudian


Defras dan beberapa temannya lewat di halaman Kampus. Sambil terus berjalan sambil mengobrol dengan temannya Defras melirik Kyara yang sedang duduk bersama Therisia.


"Syukurlah kamu baik baik saja." Ucap Defras Lirih


"Apa Def?" Tiba tiba salah seorang temannya bertanya.


"Apa? Aku tidak bicara apa apa." Bantah Defras


"Oh, Aku kira kau sedang bicara dengan kami."


Tiba tiba saat Kyara Akan menoleh, Def seakan tau. Ia buru buru memalingkan wajahnya dan terus berlalu bersama teman temannya.


"Kenapa aneh sekali? Lewat pun tidak menegur. Seakan tak kenal saja." Gumam Kyara dalam hati.


"Ah, biarlah. Kita kan memang sebelumnya tak saling kenal. Biar sajalah. Kenapa aku juga jadi aneh begini." Kyara buru buru meralat pemikirannya.


"Hey Ky, lihat apa sih?" Therisia penasaran melihat Kyara memperhatikan jalanan kosong.


"Ah, kau ini ada ada saja Ky. Ini kan siang bolong, mana ada hantu? Otakmu masih normal kan Ky? Apa ada yang tidak beres setelah kejadian semalam?" Therisia memegang wajah sahabatnya itu sambil menggoyang2kannya.


"Aduh, kenapa aku jawab lihat hantu segala sih? jadi seperti gadis tolol kan aku di depan Therisia. Ini semua gara gara cowok aneh itu sih." Ucap Kyara dalam hati


SEPULANG KAMPUS


Karna kebetulan sopir Tante Niken mengantarkan Tante Niken bertemu dengan Istri Kolega suaminya di sebuah mall, Maka terpaksa Kyara harus pulang sendiri.


Saat ia sedang berjalan sambil mencari Taxi, Tiba tiba mobil mewah berwarna putih berhenti di depan Kyara.


"Ah, Ada apa lagi Pria ini disini?" Gumam Kyara dalam hati.


"Masuklah." teriak Defras dari dalam mobilnya tanpa turun


"Tidak Tuan Terimakasih." Jawab Kyara


"Kau masuk sendiri atau kupaksa masuk?" Bentak Defras


"Kalau Kau memaksa, pasti kau sedang merencanakan sesuatu yang buruh untukku. Aku mencium bau bau tidak beres ini sepertinya." Ucap Kyara


"Hei kau pikir aku penjahat? Ayolah cepat masuk atau kulindas kau disini. Setelah itu aku mutilasi dan ku jual organ tubuhmu." Teriak Def dengan lebih keras lagi


Kyarapun mau tak mau menuruti perintah Defras. Ia pun masuk kedalam mobil Defras sambil mukanya ditekuk.


Defras pun melirik Kyara dan Saat melihat Kyara sudah memasang Belt nya ia pun melanjukan mobilnya.


"Mengenai semalam, jangan salah paham. Aku hanya bersandiwara di depan orang tuaku agar mereka tidak lagi bersikeras menjodohkanku dengan anak rekan kerja mereka." Def berusaha menjelaskan keadaan semalam pada Kyara.


Hening


"Hei Kau mendengarkan perkataan ku atau tidak sih?"


Kyara hanya mengangguk sambil masih menatap kosong jalanan di depannya.


"Dasar gadis bodoh, Kenapa tidak marah padaku?" Ucap Defras dalam hati