
Kyara pun masih duduk terdiam di dalam coffe shop tempat biasa ia bersama Therisia, sejak kejadian di Book Store tadi.
"Ky, Sudahlah.. Lupakan Pria Tidak bertanggung jawab itu. Cukup penderitaan dan kekecewaan yang kamu alami selama 2tahun terakhir ini. Kamu juga berhak bahagia." Therisia berusaha membuka pikiran sahabatnya tersebut untuk segera Move on dari Ardhan.
Therisia paham betul bagaimana keadaan Kyara semenjak ia ditinggal Ardhan tepat dihari pernikahannya.
Dunia Kyara seakan hancur berantakan. Bahkan Kyara Selama berhari - hari mengurung diri di dalam kamarnya. Ia tak ada henti - hentinya menyalahkan keadaannya.
Sampai saat Tante Niken mengajak Kyara untuk pindah ke Amsterdam. Disinilah Kyara mulai berangsur membaik. Ia mulai bisa menjalani hari - harinya dengan normal. Meskipun luka dihatinya belum sembuh.
Tapi setidaknya Kyara bisa menjalani aktivitas normal seperti manusia lainnya.
"Kamu dengar sendiri kan Ky. Dia akan menikah. Sudah tidak ada lagi kamu dihatinya. Dia benar benar sudah menghapus nama kamu untuk selamanya." Therisia masih berusaha menjelaskan pada sahabatnya tersebut. Berharap Kyara bisa segera melupakan pria yang sudah melukai hatinya.
"Mungkin aku yang salah Ther." Kyara berkata sambil menangis tanpa suara.
"Sudalah Ky, Cukup. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Ini tidaklah sepenuhnya salah kamu." Jelas Therisia
"Jelas - Jelas Ardhan yang pergi ninggalin kamu tanpa alasan yang pasti." Tambah Therisia
flashback
"Kyara Sayang, Maaf aku tidak bisa melanjutkan ini. Aku harus pergi. Setelah ini kamu harus lebih bahagia. Terimakasih sudah membuat kenangan indah untukku. Mengenalmu adalah kebahagiaan luar biasa bagiku. Kamu akan selalu jadi bagian terindah dihatiku.
Kyara membaca pesan singkat yang dikirim Ardhan tepat 3jam sebelum Janji suci di ucapkan.
Kyara yang hatinya remuk, masih berusaha untuk menelepon Ardhan untuk meminta kejelasan mengenai pesan singkat yang ia kirimkan.
Namun handphone milik Ardhan sudah tidak aktif dan tak bisa dihubungi. Bahkan kontak kedua orang tua Ardhan pun juga tidak aktif.
Kepala Kyara seakan dihantam sebongkah batu besar. Ia tak mampu membendungnya lagi. Dunia seakan berputar dan gelap. Ia ditemukan pingsan tak sadarkan diri di dalam kamarnya.
Ardhan dan kedua orang tuanya terlihat sangat pengecut karna memutuskan hubungan secara sepihak dan tidak ada penjelasan apapun.
flashback End
"Ther, Kamu pulanglah dulu. Biarkan aku disini sendiri." Pinta Kyara
"Tidak, aku akan mengantarkan kamu pulang saja. Aku takut kamu berbuat macam macam." Jawab Therisia
"Tidak, aku hanya ingin menenangkan diri seorang diri saja Ther." Kyara berusaha meyakinkan.
"Tapi......" belum sempat Therisia melanjutkan perkataannya, Kyara memotongnya.
"Jangan tapi - tapi Ther. Aku tidak akan berbuat bodoh. Aku janji." Ucap kyara sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.
"Please Trust Me. Aku hanya ingin sendiri saja sebentar." Tambah Kyara
Akhirnya Therisia pun menyerah.
"Baiklah, tapi kalau ada apa - apa segera hubungi aku ya." Ucap Therisia ketus.
"Pasti." Jawab Kyara
Therisia pun membereskan barang barangnya yang masih ada di meja Coffe shop tersebut. Dan kemudian berpamitan untuk pergi terlebih dahulu.
Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari coffe shop tersebut. Namun tiba tiba ia mempunyai ide yang cukup Brilliant.
"Kak Defras, Ya Kak Defras pasti bisa membantu. Aku akan menemuinya saja." Ucap Lirih Therisia pada dirinya sendiri