
-FLASHBACK-
"Ky, Apa masih ada kelas?" Ardhan menghampiri Kyara yang lagi asik menyeruput Ice Coffe Latte di Kantin Kampus
"*Iya kak,, masih ada satu mata kuliah 20menit lagi. Kak, Ardhan uda gak ada kelas?"
"Kalo gitu aku tunggu kamu sekalian aja Ky. Sekalian ada yang perlu aku bicarakan sama kamu*."
"Oke baik Kak,, Aku ke kelas dulu ya kak. Takud Pak Nico tiba tiba datang lebih cepat kayak biasanya." Kyara pun langsung beranjak dari tempat duduknya setelah berpamitan dengan Ardhan.
Ardhan Pun masih menatap Kepergian Kyara Sambil tersenyum kecil. Namun tiba tiba Ardhan dikejutkan suara teriakan.
"Ardhan, kenapa masih disini?" Ardhan menatap Jenifer dengan muka yang terlihat acuh.
"Bukan Urusan Kamu." Sembari Ardhan hendak beranjak meninggalkan Jenifer. Namun Jenifer dengan sigap meraih tangan Ardhan mencegah agar Ardhan tak meninggalkannya.
"Ardhan, Bisakah kita mulai dari awal?" Mata jenifer terlihat berkaca - kaca. "Aku sungguh menyesal. Apa sudah tidak bisa diperbaiki lagi hubungan kita? Aku tidak bisa kalau tanpa kamu."
"Seharusnya kau pikirkan itu sebelum kau berbuat begitu. Bagiku kesempatan hanya sekali, tidak akan datang ke dua kalinya Jenny"
Belum sempat Jenifer membalas ucapan Ardhan, Kyara datang menghampiri Ardhan dengan berlari kecil.
"Kak Ardhan kelasku sudah selesai, katanya kakak ada yang perlu dibicarakan?" Kyara berbicara tanpa melihat jika di sebelah Ardhan ada Jenifer yang raut wajahnya terlihat seperti tidak nyaman dengan kehadiran Kyara..
"Iya Ky, kita bicara sambil dijalan aja ya. Sekalian aku antar kamu pulang." Kyara pun menggangguk tanda menyetujui ucapan Ardhan.
Jenifer yang melihat Ardhan berlalu meninggalkan ia sendiri tanpa berpamitan, terlihat amat sangat kesal. "Siapa sih cewek itu? Sampai sampai Ardhan mengacuhkanku, padahal Ardhan tidak pernah bersikap seperti itu padaku" gumam Jenifer
Namun selang beberapa detik kemudian Jenifer tersenyum. Ia masih mengingat tadi Ardhan masih memanggilnya "Jenny" Jenifer pun kegirangan karna ia masih mengira Ardhan mempunyai perasaan sayang terhadapnya. sebab satu satunya orang yang memanggilnya Jenny hanyalah Ardhan
Ardhan adalah laki laki pintar, ramah dan punya rasa tanggung jawab terhadap keluarga. Ardhan Kakak kelas Kyara semenjak duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) Namun Ardhan mulai dekat dengan Kyara semenjak memasuki perguruan tinggi. Mereka kenal karna Papa Kyara dan Papa Ardhan adalah rekan bisnis. Ardhan dan Kyara selisih tak jauh, hanya 2tahun saja
JENIFER
Usia Jenifer Sama dengan Ardhan mereka bahkan satu jurusan yaitu managemen bisnis. Jenifer ini gadis yang Ambisius, Good looking. siapapun pria yang melihatnya pasti langsung tertarik.
*didalam mobil*
Ardhan melajukan mobilnya dengan hati hati sambil mencuri pandang ke Kyara.
"*Kak Ardhan kenapa dari tadi lihatin Kyara? Apa wajah kyara ada yang aneh?" Kyara sembari mengusap usap wajahnya dan melihat ke spion mobil Ardhan, namun Kyara tak menemukan kejanggalan di wajahnya.
"Ky, Apa kamu mau menikah denganku*?" Tiba tiba Ardhan melontarkan pertanyakan yang membuat Kyara syok.
deg..
"Apa? Kyara yang salah dengar, apa kak Ardhan yang salah bicara?" Kyara melontarkan pertanyaan ke Ardhan dengan nada bicara yg lirih, hampir tak terdengar.
Ardhanpun menepikan mobilnya ke pinggir jalan. "Aku serius Ky, apa aku perlu mengulangi kata kataku.?"
suasana masih hening, Kyara masih menundukkan wajahnya sambil meremas2 tangannya.
"Apa-Apaan ini kak Ardhan, pacar bukan, tapi kenapa tiba tiba mengajakku menikah." gumam Kyara di dalam hati
"Ky, wiil you merry me? Can You Be My Wife?"
Ardhan mengulangi kata katanya kembali.