My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 24 MENUJU JANJI SUCI


Saat pintu ruang rias dibuka, terlihat Kyara dan Defras yang ada dibelakangnya hendak masuk ke ruangan tersebut. Lalu nampak sang Bridal Make Up menoleh ke arah Kyara. Namun sang Bridal Make Up seketika begitu terkejut melihat wajah Kyara yang terlihat sangat tidak karuan.


"Oh My God Nona Kyara, What Happen?" Tanya sang Bridal Make Up


"Maaf Nona Bianca, Kyara tadi terlibat Insiden kecil dengan teman lamanya." Jawab Defras.


Kyara hanya menunduk saja tanpa berbicara.


"Ok Ok, No Problem saya akan bereskan segera. Jangan Khawatir Tuan Defras." Nona Bianca berusaha menenangkan Defras.


"Baiklah Ky, aku tinggal ya. Aku tunggu kamu di sana ya. Sekalian aku menghampiri yang lainnya agar tidak khawatir." Kata Defras


Kyara mengangguk. Namun Saat Defras baru saja melangkahkan Kakinya, Kyara berkata "Maaf atas kejadian tadi, Terimakasih banyak."


Defras yang mendengar ucapan Kyara langsung berbalik menoleh kearah Kyara kemudian tersenyum. Senyuman Defras seakan mengisyaratkan bahwa ia berusaha memberikan Kyara semangat dan kekuatan. Kyarapun begitu tenang melihat senyuman calon suaminya itu.


Defras pun melanjutkan langkahnya menuju ke tempat semua orang sudah menunggunya.


Sesampainya diruangan yang akan mereka laksanakan untuk melangsungkan janji suci, Ia mencari cari mamanya, namun ia sama selali tak melihatnya.


Tiba tiba Ernes menghampirinya. "Hei Kau, dasar kau ini membuatku panik saja. Aku kira kau menghilang dan kabur. Hahahahahaha."


Defras tak berkata apa apa hanya menyikut perut sahabatnya itu dengan tangan sebelah kanannya. Sambil mata Defras tak berhenti mengitari ruangan masih mencari mamanya.


"Hei, Ada apa?? Apa yang sedang kau cari?" Tanya Ernes


"Oh aku melihat Mama Rose sedang bersama Tante Nanda tadi, sepertinya mereka sedang mengobrol seru." Jawab Ernes.


Ernes memang terbiasa memanggil Mamanya Defras dengan sebutan mama pula. Karna memang Ernes & Defras sudah bersahabat dari kecil sebelum Mamanya Ernes meninggal.


"Oh baiklah kalau begitu. Apa kau tau juga papa dimana?" Tanya Defras.


"Sama Papa juga sedang berbincang dengan calon besannya juga." Jawab Ernes


"Baguslah kalau mereka sudah saling akrab. Aku sedikit khawatir." Gumam Defras dalam hati.


"Hei, santailah sedikit. kau ini terlihat grogi sekali. Apa gadis bodoh itu sampai bisa membuatmu seperti ini?" Canda Ernes pada Defras untuk membuat sahabatnya tersebut lebih rilex.


Defras seketika langsung melotot dan menatap tajam kearash Ernes. "Hei kau ini, siapa yang kau sebut gadis bodoh hah?" Defras seakan tidak terima wanitanya di sebut gadis bodoh oleh sahabatnya tersebut.


"Kau ini pemarah sekali sih, kan kau sendiri yang menyebutnya gadis bodoh?" Jawab Ernes menjelaskan


"Ingat ya, cuma aku yang boleh memanggilnya seperti itu. Kamu atau siapapun jangan harap bisa memanggilnya begitu." Gerutu Defras. Ernes pun yang mendengar Defras seakan naik darah, malah tertawa terkekeh.


Tak lama kemudian Defras melihat Kyara dari sebrang sudah siap dengan gaun & riasannya yang cantik. Bahkan siapapun pria yang melihat Kyara saat itu pasti dibuatnya kagum. Kyara nampak terlihat anggun, meskipun tidak terlihat glamour. Namun ini sesuai yang Defras & Kyara inginkan.


Kyara melihat Defras dari jauh sedang memandanginya. Degup jantungnya seakan memburu demgan cepat. Bahkan Kedua pipinya merona merah. Kyara menundukkan wajahnya dengan segera karna malu dipandang pria lain seperti itu. Sebab tidak ada Pria lain yang memandangnya begitu selain Ardhan sebelumnya.