My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 25 JANJI SUCI


Janji Suci telah di ucapkan. Kini Defras dan Kyara resmi menjadi sepasang suami istri. Tangisan haru dari keluarga Defras dan Kyara berhamburan.


"Selamat ya sayang, akhirnya mama bisa melihat Defras bahagia bersama kamu." Kata Mama Rose


Mama Nanda pun tak kalah bahagianya, ia langsung memeluk Kyara dan menangis haru. "Sayang, Semoga kalian selalu bahagia ya. Mama senang Kyara sudah menemukan kebahagiaan Kyara yang sesungguhnya." Kata mama Nanda


Sementara Papa Erik (Papa Kyara) & Papa Frans (Papa Defras) Memeluk Defras beegantian. Mereka mengucapkan selamat atas pernikahan putranya tersebut.


"Def, Papa titipkan Kyara. Mulai hari ini tanggung jawab papa sudah berpindah ke kamu. Jaga dan sayangi Kyara. Tegur dengan kasih sayang jika ia berbuat salah. Papa Yakin Kamu bisa jadi pasangan yang baik untuk Kyara. Terimakasih sudah membantu Kyara menyembukan hatinya." Kata Papa Erik dengan mata berkaca - kaca.


"Pasti Pa, Defras akan jaga dan sayangi Kyara. Defras Janji tidak akan pernah menyakiti Kyara " Ucap Defras Mantap.


"Ma, Pa. Boleh Defras pinjam Kyara sebentar? Tanya Defras kepada papa dan mamanya.


"Kau ini, kenapa sudah tidak sabar? Ini masih pagi Def. Nanti malam lebih romantis." Goda Papa Frans


"Tidak Pa,, Bukan begitu. Defras hanya ingin mengajak Kyara berkeliling Weeding room ini saja." Ucap Defras sambil menggaruk garuk kepalanya karna malu di goda papanya seperti itu.


"Ah kau ini sayang, seperti tidak pernah muda saja." Ucap Mama Rose


"Sudalah kalian tinggal berkeliling ruangan tidak apa apa sayang. Kami tidak masalah, kami akan mengobrol santai disini." Tambah mama Rose


"Baik Ma, Pa, Terimakasih." Ucap Defras sembari menarik tangan Kyara.


Kyara pun menundukkan kepalanya tanda berpamitan kepada orang tua mereka. Mereka berdua pun kemudian berlalu pergi. Namun sebelum Defras mengajak Kyara berkeliling Wedding Room, ia mengajak Kyara keluar ruangan. Ada sebuah taman kecil di luar ruangan tersebut.


Kyara sangat menyukai taman tersebut. Pemandangannya begitu indah. Kyara tersenyum tipis. Defras pun melihatnya dan ada perasaan bahagia melihat Kyara bisa tersenyum seperti itu.


"Sini Aku lihat tanganmu, apa sudah tidak apa apa?" Tanya Defras sambil menarik pergelangan tangan Kyara dengan lembut.


"Kemarikan, atau aku akan panggilkan kamu dokter kemari?" Lagi Lagi Defras mengancam Kyara.


Kyara pun akhirnya menyerah juga. Ia kemudian mengulurkan pergelangan tanggannya Kearah Defras. Defras yang melihat pergelangan tangan Kyara semakin khawatir.


"Kenapa pergelangan tanganmu bertambah merah begini? Kau yakin tidak apa apa? Apa sebaiknya aku panggilkan saja dokter kemari? Atau Kau Mau pulang saja, Istirahat dirumah?" Ucap Defras sedikit cemas


"Jangan, Jangan Kak. Nanti juga pasti sembuh kak. Kyara, tidak mau melihat yang lainnya juga cemas. Dan Kak Defras jangan beri tahu siapapun ya Kak." Jawab Kyara


"Kau ini masih saja mencemaskan orang lain. Bukannya mencemaskan diri sendiri. Aku yakin itu pasti sakit." Kata Defras kesal


Kyara hanya berusaha tetap tersenyum. Dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Kak Def, apa boleh Kyara lihat Wedding Room untuk acara nanti malam?" Kyara bertanya ragu - ragu.


"Kau dari tadi penasaran ya? Aku pastikan, kau tidak akan menyesal memilih menikah denganku." Jawab Defras


Kyara seketika membelalakkan kedua bola matanya. Ia berusaha mencerna maksud perkataan Defras.


"Jangan berpikiran macam macam, maksudku kau tidak akan menyesal karna malu pestanya tidak bagus. Karna aku jamin kau akan suka dengan selaraku." Defras menimpali.


"Hmmm,, ternyata sifatnya masih sama. Sombong." Ucap Kyara Lirih


"Apa kau bilang?" Tanya Defras


"Ah, tidak. Aku tidak bilang apa - apa. Ayo kita pergi " Kata Kyara berusaha mengelak.