My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 20 KENANGAN ITU


pagi itu cuaca begitu cerah. matahari bersinar sayup sayup dibalik awan. membuat setiap orang yang melakukan aktifitas hari ini tampak bersemengat.


"Sayang, Ardhan sudah di depan." Teriak mama Kyara dari luar kamar.


"Ya ma, bilang kak Ardhan tunggu sebentar. Kyara masih menyisir rambut." Jawab Kyara di balik kamarnya


Beberapa menit kemudian Kyara sudah siap. Ia menggenakan Celana jeans biru dengan kaos casual bewarna putih. Rambutnya ia biarkan terurai indah sebahu dengan poni samping andalannya.


Kyara dan Ardhan pamit kepada mama Kyara. Mereka hari ini akan pergi untuk memesan undangan. Karna rencana pernikahan mereka akan digelar 4bulan lagi.


Mereka berdua tampak bersemangat mempersiapkan keperluan untuk hari bahagia mereka.


"Ky, temanya jadi white garden?" Tanya Ardhan


"Iya kak, Kyara suka itu." Jawab Kyara sambil tersenyum


Kyara memang sangat menyukai bunga. Dan Ardhan sudah sangat mengetahui kesukaan calon istrinya tersebut. Oleh karna itu Ardhan langsung menyetujui saat Kyara menginginkan konsep pernikahan tersebut.


"Kalau begitu sepertinya undangan ini cocok Ky." Ardhan menyodorkan salah satu undangan berbahan sutra dan sifon bewarna putih. Dilengkapi dengan hiasan pita di depannya. Simpel namun terkesan mewah.


"Iya kak, Kyara juga suka itu." Kyara menyetujui undangan milik Ardhan.


Mereka pun kemudian memberi arahan kepada owner percetakan tersebut. mengenai desain bagian dalamnya yang sedikit mereka ubah mengikuti selera mereka.


Setelah mereka puas dengan desain yang mereka pilih, mereka memutuskan untuk melanjutkan untuk pergi ke butik gaun pernikahan yang di rekomendasikan mama Kyara.


Namun saat di perjalanan Ardhan berubah pikiran.


"Ky, bagaimana jika besok saja kita ke butiknya?" Tanya Ardhan


"Kenapa kak? Apa Kak Ardhan lelah?" Kyara bertanya khawatir pada Ardhan.


"Tidak, Tidak. Bukan begitu. Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat." Jawab Ardhan


"Baiklah kak, boleh." Ucap Kyara manja sambil memeluk tangan Ardhan.


Setelah hampir satu jam perjalanan sampailah mereka ke tempat yang mereka tuju.


"Kak Ardhan, kenapa membawaku ketempat ini?" Tanya Kyara


"Karna disinilah pertama kali aku bertemu dan menyukaimu." Jawab Ardhan


"Sejak itukah kak Ardhan sudah menyukaiku?" Kyara terdiam masih tak percaya


"Apakah puisi yang sering Kyara terima waktu itu dari Kak Ardhan?" Tanya Kyara


Ardhan menggaruk - garuk kepalanya, salah tingkah karna malu.


Kini mereka Ada di depan Sekolah Menengah Pertama mereka dulu. Kemudian Ardhan mengajak Kyara ke Taman di sebelah sekolah mereka.


Mereka duduk dibangku sebelah tiang lampu. Ditaman itu banyak sekali bunga bunga yang indah. Kyara amat senang berada disitu.


"Jadi, Kenapa kak Ardhan tidak pernah bilang kalau semua puisi puisi itu dari Kak Ardhan?" Kyara penasaran


"Waktu itu aku tidak cukup keberanian untuk menyatakannya Ky. Jadi puisi puisi itulah caraku menyampaikannya padamu." Ardhan menjelaskan sambil malu malu.


"Itulah pertama kalinya Aku menyukaimu. Namun saat aku sudah masuk SMA. Aku mendengar kabar bahwa kamu dekat dengan cowok sekelasmu. Saat itulah aku patah hati." Ardhan melanjutkan kata katanya.


"Apa karna itu kemudian kak Ardhan pacaran dengan Kak Jennifer?" Tanya Kyara


Ardhan mengangguk. Ia ingin melupakan Kyara, karna itulah saat jennifer menyatakan cinta padanya, Ardhan langsung menerimanya.


"Ah Kak Ardhan ini, padahal aku tidak ada hubungan apa apa lho dengan Yudha." Kyara menjelaskan


"Yudha?" Ardhan mengernyitkan dahinya


"Iya cowok sekelasku yang kakak maksud itu namanya Yudha kak." Jelas Kyara


"Oh." Ardhan tersenyum malu karna selama ini pikirannya salah.


Ardhan memeluk Kyara erat. "Aku mencintaimu Ky, Sampai kapanpun. Tidak akan aku biarkan kamu dimiliki siapapun kecuali aku." Ucap Ardhan sambil mencium kening Kyara lembut.