
Mengatakan mencintaiku tapi melepaskanku dengan menyakitkan.
Mengatakan tak akan membiarkanku dimiliki siapa pun, tapi justru kamulah yang membuatku membuang perasaan cintaku padamu.
Mungkin dia tidak mencintaiku dan aku juga tidak mencintainya.
Tapi biarlah kucoba melupakanmu dengan berada didekatnya.
Mungkin dia tidak mencintaiku seperti kamu mencintaiku, tapi setidaknya dia sudah menyelamatkan hidupku beberapa kali.
Kyara memandang wajahnya dicermin. Ada sedikit senyuman di wajahnya. Hari ini ia nampak cantik sekali, dibalut dengan gaun bewarna putih kombinasi merah muda pucat. Bagian bawahnya yang bewarna merah muda pucat berbetuk rok dengan detail ruffles tumpuk. Sederhana namun terkesan elegan. Dan dibagian atasnya yang bewarna putih dihiasi dengan kristal kristal cantik, yang membuat siapapun melihatnya akan terpesona.
Kyara pun tak memakai perhiasan yang berlebihan, ia hanya memakai kalung dengan liontin hati pemberian dari mamanya Defras dan sebuah anting kecil berhiaskan permata bewarna merah jambu. Sungguh menawan sekali Kyara saat ini.
Defras yang berada di sampingnya memandang kagum terhadap Kyara. Defras merasa tidak salah pilih dengan gaun yang ia pilihkan langsung untuk Kyara.
"Kamu terlihat cantik sekali." Kata Defras dalam hati.
Kyara menoleh ke arah Defras, Ia memperhatikan Pria disampingnya itu yang cukup terlihat keren hari ini. Ia memakai pakaian serba putih dan di saku jasnya terdapat setangkai bunga pink muda.
"Sudah cukup memandangiku, Jangan lama lama. Nanti bisa bisa kau akan terpesona padaku." Ucap Defras membuyarkan lamunan Kyara.
"Ishhh, kau ini benar benar menyebalkan." Jawab Kyara
"Aku tidak memandangimu, hanya saja rambutmu terlihat aneh, seperti sarang burung." Ledek Kyara sambil berlalu meninggalkan Defras.
"Apa iya?" Defras segera melihat kearah cermin dan memperhatikan rambutnya dengan terlihat kesal.
Ia kemudian menghampiri hair stylist nya yang berada di ruangan itu juga.
"Hey, kau apakan rambutku hingga nampak seperti sarang burung begini?" Tanya Defras dengan nada tinggi karna ia masih kesal Kyara meledeknya karna tatanan rambutnya itu.
Kyara yang berlalu sambil masih memperhatikan Defras dan Hair stylist tersebut berdebat. Ia menahan tawanya karna takut ketahuan Defras bahwa ia hanya mengerjainya saja.
"Kena kau." Kata Kyara dalam hati
#######
"Sayang, sedang apa kau senyum senyum sendiri? Tanya Mama Kyara
"Ah tidak ma, tidak ada apa apa." Jawab Kyara menutupi keusilannya terhadap Defras.
"Sayang, sebelum janji suci di ucapkan 1jam lagi mama mau bertanya. Apa Kyara yakin dengan Defras? Karna ini terkesan terlalu mendadak menurut mama." Tanya mama Kyara khawatir
Kyara tersenyum menatap mamanya. Kyara mencoba menenangkan dan meyakinkan mamanya.
"Ma, Defras pilihan yang tepat untuk Kyara. Dia pria yang baik Ma. Mama jangan khawatir, Kyara memang sering berdebat dengan Def. Tapi itu tidak berarti apa apa. Dibalik sikap Def yang mungkin terlihat cuek dan dingin, ada sisi lain yang tidak bisa dilihat orang lain tapi Kyara bisa melihatnya. Ia sebenarnya pria yang perhatian dan lembut ma terhadap Kyara. Hanya saja ia tidak menunjukkan secara terang terangan Ma." Jawab Kyara
Kyara memeluk mamanya dengan erat sambil berkaca kaca.
"Restui Kyara Ma. Maafkan Kyara belum bisa jadi yang terbaik untuk Mama dan Papa. Kyara masih seperti anak kecil." Kyara berkata sambil menahan agar ia tidak menangis
"Kyara sayang, Putri mama yang sekarang akan menjadi seorang Istri. Sampai kapanpun Kyara tetap putri kecil mama. Mama sudah cukup bangga dengan prestasi prestasi Kyara. Kyara juga sudah membuat mama dan papa bahagia selama ini. Kyara cukup ingat pesan mama, Kyara harus bahagia maka Mama pun akan bahagia." Tutur Mama Kyara.
Kyara mengangguk karna sudah tidak sanggup lagi berkata kata.
Defras yang melihat Kyara dan mamanya dari jauh tersenyum kecil mendengar namanya di puji oleh Kyara.
Memang pernikahan mereka terkesan mendadak sekali, hanya 3bulan semanjak Kyara di ajak pertama kali kerumah Defras waktu itu.