
Defras berjalan akan menghampiri Kyara dan Mama Nanda (Mama kyara). Kyara yang yang melihat Defras menuju kearahnya langsung menoleh dan menyunggingkan senyuman.
"Bagaimana sarang burungnya? Apa suda di perbaiki?" Tanya Kyara sambil menahan tawanya.
Mama Kyara menoleh kearah Kyara dengan wajah yang telihat kebingungan mendengar pertanyaan putrinya tersebut. "Sarang burung?"
Defras yang mendengar pertanyaan Kyara dan Mama Nanda langsung tertawa kecil. "Kau ini kenapa suka sekali menggodaku?" Defras menjawab pertanyaan Kyara dengan balik bertanya.
"Hahahaha, kena kan kau." Kyara tertawa sambil berlalu meninggalkan Defras dan Mamanya.
Mama Kyara yang melihat kelakuan putrinya hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja.
"Maafkan Kyara ya Nak Defras, begitulah dia suka sekali menggoda orang lain. Sifat kekanak - kanakannya itu masih belum bisa hilang" Jelas Mama Nanda
"Tidak apa Ma, saya suka melihat Kyara menggoda saya. Dengan begitu di akan selalu tertawa." Jawab Defras dengan sopan.
"Jaga Kyara ya Nak Def. Mama titipkan Kyara ke Nak Defras. Kyara itu hatinya sangat lembut, Bahkan ia mudah sekali rapuh." Ucap Mama Nanda dengan berkaca kaca.
"Pasti Ma, Def akan jaga Kyara dengan baik. Def berjanji, tidak akan pernah membuat Kyara menangis dan terluka." Jawab Defras meyakinkan Mama Nanda.
"Mama percaya Nak Defras adalah pria yang tepat untuk mengobati luka hati Kyara yang cukup dalam." Kata Mama Nanda penuh harap.
Setelah Defras dan Mama Nanda berbincang bincang sebentar, Defras pamit akan mencari Kyara terlebih dahulu sebelum Ikrar janji suci diucapkan.
#######
Kyara berjalan melewati koridor hendak menuju gedung tempat acara Ikar janji suci di ucapkan. Kyara ingin melihat hasil dari konsep Defras yang telah disiapkannya. Sebab Defras tidak membiarkan Kyara ikut campur dalam urusan pemilihan konsep dan semuanya yang berhubungan dengan pernikahannya. Alasannya karna Defras tidak mau Kyara mengacaukan konsep yang akan ia susun.
"Hemmm,, aku penasaran. Seperti apa sih konsep acara yang kamu buat? Sampai sampai aku saja tidak bole tau. Awas saja kalau tidak bagus." Gumam Kyara lirih.
Namun, tiba tiba ada seseorang yang menghentikan langkah Kyara. Ia menarik Kyara dalam pelukannya. Kyara pun sontak kaget dan berusaha melepaskan pelukan tersebut.
Saat Kyara tau siapa pria tersebut, Kyara hanya bisa terdiam sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak telangannya.
"Kak Ardhan." Ucap Kyara dalam hati
Kyara tidak bisa berkata apapun lagi. Ia tidak mengira kini Ardhan ada dihadapannya setelah 2 tahun lebih menghilang entah kemana.
Ardhan yang melihat Kyara diam mematung kemudian menarik dan memeluknya kembali. Kyara hanya diam tidak melepaskan pelukan Ardhan lagi. Namun ia pun tidak membalas pelukannya.
Ada perasaan semacam bergejolak disana. Pria inilah yang harusnya bersanding dengan Kyara. Bukannya Defras. Namun Kyara masih mengingat betul luka yang Ardhan goreskan dihatinya. Sakit rasanya jika mengingatnya kembali.
"Ky, tolong jangan lanjutkan ini. Aku tidak akan bisa melihatmu bersama dengan pria itu atau pria lain mana pun. Aku mohon." Ucap Ardhan dengan semakin memeluk Kyara dengan erat. Pandangannya sayu.
Kyara menitikkan air matanya. Hatinya kini kembali bergemuruh. Pria yang selama ini ia nantikan bersamanya untuk mengucapkan janji suci berdua kini ada dihadapannya.
Sementara di seberang sana Ada Defras yang melihat calon istrinya itu dipeluk oleh pria lain. Ia seakan ingin menghampiri Kyara dan mengambilnya dari Pria asing baginya itu. Namun sementara ini ia hanya bisa melihatnya dari jauh tanpa di Ketahui oleh Kyara.
Defras tau bahwa Kyara menyetujui menikah kontrak dengannya agar Kyara mengetahui, apakah mantan calon suaminya itu masih memiliki perasaan terhadap Kyara atau tidak.
Dan Defras pun sudah menyetujui bahwa mereka tidak akan saling menganggu urusan ataupun kehidupan pribadi masing masing. Oleh sebab itu Defras memilih diam melihat Kyara dipeluk oleh mantan calon suaminya tersebut.
Menikah kontrak Itupun Defras lakukan agar mamanya bisa bahagia, karna menurut dokter mamanya tidak akan bertahan lama. Oleh sebab itulah Defras menuruti permintaan mamanya agar Ia segera menikah. Dan pilihan Defras jatuh kepada Kyara.
Defras masih melihat Kyara dipeluk Ardhan dari jauh. Namun tiba tiba Defras melihat Kyara mendorong Ardhan.
"Cukup Kak Ardhan, Cukup. Tidak lagi untuk kedua kalinya Kak Ardhan menghancurkan kebahagiaan Kyara. Cukup Kak Ardhan merusak pernikahan kita, tapi jangan rusak pernikahan Kyara dengan Kak Defras." Ucap Kyara sambil menangis.
"Apa semudah itu kamu melupakan aku Ky?" Tanya Ardhan dengan suara yang terdengar parau.
"Apa salah Kyara ke Kak Ardhan sehingga Kak Ardhan melakukan ini terhadap Kyara? Apa Kak Ardhan lupa? Bukankah kak Ardhan yang membuat Kyara berusaha melupakan kak Ardhan?" Kyara melontarkan pertanyaan balik ke Ardhan sambil terus terisak.
"2 tahun yang lalu Kak Ardhan mengoyak hati Kyara begitu dalam. Hingga membuat luka yang amat parah. Dan akan membekas selamanya. Bagi Kyara tidak ada seseorang yang lebih kejam dari pada kak Ardhan di dunia ini. Kak Ardhan sendirilah yang membuat Kyara berusaha melupakan semua kenangan kenangan indah kita. Apa kak Ardhan lupa akan hal itu?" Suara Kyara semakin terdengar menyedihkan.
"Tapi aku bisa memberikan penjelasan soal itu Ky."
Belum sempat Ardhan melanjutkan perkataannya. Kyara melangkahkan kakinya hendak beranjak pergi. Namun Ardhan dengan cepat menarik pergelangan tangan Kyara. Sehingga menimbulkan perdebatan dan tarik menarik diantara mereka.
"Lepaskan Kyara kak Ardhan, jangan berusaha mengetuk hati Kyara lagi. Kyara sudah melupakan Kak Ardhan. Sudah tidak ada tempat lagi di hati Kyara untuk Kak Ardhan. Pintu hati Kyara sudah Kyara tutup rapat rapat untuk pria seperti kak Ardhan." Ucap Kyara sambil menahan agar air matanya tidak terus mengalir.
"Tidak Ky, tidak akan semudah itu kamu melupakanku. Aku mengenal kamu lebih dari siapapun. Hanya Aku cinta pertama dan akan menjadi yang selamanya dihati kamu." Ardhan masih bersikeras menahan Kyara.
"LEPASKAN KYARA KAK..!!!" kyara berteriak sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Ardhan.
Namun Ardhan bukannya melepaskan Kyara malah semakin mempererat genggamannya. Sehingga membuat pergelangan tangan Kyara nampah bewarna merah dan tergores. Membuat Kyara merintih kesakitan.
Defras yang melihat kyara seperti kesakitan, ia langsung berlari ke arah mereka. Defras kemudian menarik pergelangan tangan Ardhan yang menggenggam tangan Kyara.
"LEPASKAN CALON ISTRIKU. ATAU AKU AKAN MENGHAJARMU DISINI." Teriak Defras.
Ardhan pun terpaksa melepaskan pergelangan tangan Kyara karena ditarik paksa oleh Defras.
Kyara yang melihat Defras ada disitu langsung berlari kearah Defras dan bersembunyi di belakang tubuh Defras layaknya seorang anak kecil yang membutuhkan perlindungan.
"Jangan ikut campur urusanku." Ucap Ardhan
Defras tertawa seakan meledek Ardhan. "Hahahaha, kau bilang jangan ikut campur? Dia ini calon istriku, sudah kewajibanku melindunginya dan tidak membiarkannya disakiti oleh siapapun termasuk kamu."
Defras kemudian menggandeng tangan Kyara dan beranjak pergi dari Ardhan.
Ardhan yang melihat Kyara dibawa pergi oleh Defras hanya bisa melihat dengan penuh penyesalan. Ia tak menyangka bahwa kisahnya akan berakhir seperti ini. Ia tidak bisa melepaskan wanita yang ia cintai begitu saja.
"Bagaimana pun caranya, aku kan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku." Gumam Ardhan dalam hati