My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 12 SIAPA WANITA ITU?


Kyara masih memandangi Liontin Hati pemberian Defras. Ia tak menyangka akan terjebak dalam kehidupan Pria asing tersebut.


"Pak, Berhenti di Book Store depan itu ya?" Pinta Kyara pada sopir taksi yang ia tumpangi saat pulang dari Vondelpark tadi.


"Baik Nona." Sopir taksi menjawab sambil menepikan mobilnya tepat di depan Book store yang telah ditunjuk oleh Kyara


"Terimaksih" Ucap Kyara sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada sopir tersebut.


Kyarapun turun dari taksi dan langsung memasuki book store tersebut.


Kyara langsung menuju ke lorong rak buku bertuliskan "Business Book"


Saat Kyara asik mencari cari buku yang ia maksud, matanya tiba tiba terhenti pada sosok Pria. Kyara memperhatikan pria tersebut sambil membelalakkan matanya. Ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Kak Ardhan? Apa itu kamu?" Gumam Kyara lirih


Kyara berusaha mendekati Ardhan dengan langkah kaki perlahan.


Karna Kyara masih tak percaya. Ia takut pengelihatannya salah.


"Apa benar pria berambut hitam, bertubuh tinggi, mengenakan kaos abu abu dengan celana jeans itu benar Kak Ardhan?" Kyara bertanya pada dirinya sendiri.


deg, deg, deg


(jantung Kyara berdegup lebih kencang dari biasanya)


Saat ia akan memanggil Ardhan, tiba2 seorang wanita berambut coklat, berkulit putih dan menggenakan dress selutut bewarna soft yellow menghampiri Ardhan dan menggandeng tangannya.


Wanita tersebut langsung mengajak Ardhan untuk pergi dari Book Store tersebut.


Kyara pun menghentikan langkahnya. Ia sebelumnya tidak pernah melihat wanita yang bersama Ardhan tersebut.


Kyara bingung dengan apa yang ia lihat. Dan tanpa sadar butiran butiran kristal menjatuhi wajahnya. Ia bahkan tak sadar jika ia menangis sambil mematung disitu.


Sampai ada salah seorang pegawai book store tersebut menghampiri Kyara.


"Are You Okey?" pertanyaan pegawai tersebut membuyarkan pikiran kyara.


"Oh, It's Okey. No problem." Kyara pun segera menggembalikan buku yang ia pegang kedalam Rak kembali. Ia mengurungkan niatnya untuk mencari buku.


Ia memutuskan untuk segera keluar dari Book store tersebut, Karna pikirannya sudah kacau tak karuan.


Ia pun berjalan menuju apartemen, karna jarak antara book store dan Apartemen tidaklah jauh.


Namun diperjalanan hati Kyara masih kacau memikirkan apa yang barusan ia lihat.


"Kak Ardhan, Siapa wanita itu? Apa dia penyebab kamu pergi dariku? Apa aku saja seorang tak cukup?" Kyara kembali bertanya pada hatinya sambil ia menangis di sepanjang perjalanan.


Namun Karna pikiran Kyara yang kacau, Ia tak menyadari bahwa Ia menyebrang tidak memperhatikan jalan. Sampai Sampai suara klakson mobil pun ia tak mendengarnya.


Tiba tiba Kyara merasa ada yang menarik tubuhnya.


"Kau ini sudah tidak waras ya?" Suara itu tiba tiba membuyarkan lamunan Kyara.


Kyara terkejut saat melihat Defras ada disitu. Tapi ia malah memeluk Defras sambil menangis tersedu - sedu. Defras yang tak mengerti kenapa Kyara menangis, membiarkan tubuhnya dijadikan sandaran oleh tersebut.


"Sebenarnya kau ini kenapa? Kenapa setiap aku bertemu denganmu kamu seperti mau mati begini." ucap Defras dalam hati.


"Sudah lepaskan. Kau ini seperti anak kecil saja menangis dijalanan. Tidak malu apa dilihat banyak orang." Ucap Defras Kesal


"Ayo masuk ke mobilku." Bentak Defras sambil menarik tangan Kyara menuju mobilnya.