My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 03 PRIA SOK TAU


Kyara memejamkan mata sambil merentangkan tangannya di tepi danau Vondelpark. Namun tiba tiba ia merasakan tubuhnya ditarik seseorang.


"Kau ini bodoh atau apa? Banyak orang mati matian bertahan untuk hidup. Kau yang diberi kehidupan malah mau mengakhiri hidupmu dengan cara koyol begini." Bentak pria tersebut.


"Hei kau, kau pikir aku suda tidak waras apa? Jangan sembarangan ikut campur urusan orang. Kau pikir dengan menceburkan diri ke danau kecil ini aku akan segampang itu mati? Tidak waras." Kyara pun balik membentak pria tersebut.


Kyara pun berlalu meninggalkan pria tersebut sambil masih ngomel ngomel tak karuan. perasaannya yang masih kacau, saat ini malah lebih kacau lagi setelah pertemuannya dengan Defras yang di awali dengan kesalah pahaman. Defras mengira bahwa Kyara akan bunuh diri karna Def sempat melihatnya beberapa hari yang lalu menangis seorang diri di taman tersebut.


"Dasar gadis bodoh, tidak bilang terimakasih malah mengumpatku seenaknya. Kalau dia benar bunuh diri, apa dia pikir masalahnya akan selesai apa?" Def masih kesal dengan Kyara setelah kejadian tersebut. Def juga jadi menyesal mencampuri urusan orang lain. "Ah, kenapa juga tadi aku ikut campur urusan gadis bodoh itu?"


KEDAI KOPI AMSTERDAM


Kyara sudah menghabiskan 3gelas Chai Latte. Namun rasa badmoodnya tidak kunjung hilang.


"Ky kamu mau kemana? Mau pesan lagi? Kamu sudah habis 3gelas lho Ky. What's wrong with you? Kenapa sih kamu?? Cerita sama aku aja. Dari tadi aku lihat kamu badmood begitu, tapi kamu gak ngomong apa apa sama aq. Trus kenapa kamu suruh aku kesini? " Theresia mencoba mencari tau sikap Kyara sore ini.


"Dasar pria sok tau, pakai ngatain aku bodoh pula."


Theresia semakin bingung dengan ucapan Kyara. Karna setau Theresia Kyara tidak punya teman pria satupun disini.


"Pria? Pria Siapa Ky maksudnya?" Theresia mengernyitkan dahinya.


"*Itu pria soktau yang ngirain aku mau bunuh diri."


"Hah, kok bisa Ky*?" Theresia makin bingung dengan Kyara. Bunuh diri?? Apa benar Kyara sampai mau bunuh diri?


Kyara hanya mengangkat bahunya pertanda ia tak tau.


Hening, Kyara tak menjawab pertanyaan Theresia. Pandangannya kosong menatap jendela disampingnya.


"*suda hampir 2tahun lho ky, apa kamu masih belum bisa melupakannya? Ayo dong Ky, Move On."


Kyara menutup wajahnya dengan telapak tangannya. "Oh God sampai kapan perasaanku ini terhadapnya bisa hilang*?" Kata Kyara dalam hati


FLASHBACK


Kata Kata Ardhan masih jelas teringat oleh Kyara. Perasaan Kyara Masih bercampur aduk, antara masih syok dan senang.


"Kak Ardhan Apa aku tidak mimpi? Kenapa begitu mendadak? Kenapa tidak mengajak ku pacaran terlebih dulu? Kenapa harus langsung mengajakku menikah? Ahh, Kak Ardhan.. Ini begitu mendadak buatku. Kyara sampai mondar mandir dikamarnya saking girangnya


flashback end


"Ky, Are you okay?" Theresia membuyarkan lamunan Kyara.


"*Ther, sepertinya aku benar benar suda gila. Aku sama sekali tidak bisa menghilangkan kak Ardhan dari hatiku, sekeras aku mencoba, semakin sakit rasanya."


"Come on Ky,, Cowok bukan cuma Ardhan aja Ky. Kamu harus membuka hatimu untuk pria lain. Kalau kamu antipati terhadap pria, mana bisa kamu move on terhadap Ardhan? Selamanya kamu tidak akan bisa melupakan dia."


"Oh God, Please I Want Move On from Ardhan. Terlalu sakit rasanya hatiku ini*." ucap Kyara lirih


"Sudahlah Ky, jangan terlalu dipaksa. Semakin kamu berusaha melepaskan. Semakin itu akan terasa sakit. Yang perlu kamu lakukan ialah mencoba membuka hati untuk pria lain." Therisia mencoba memberikan support kepada sahabatnya tersebut