My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 18 KELANJUTAN SANDIWARA


Kyara masih enggan membuka matanya. Ia bahkan malas beranjak dari tempat tidurnya. Sudah seminggu ini Kyara merasa tak bersemangat melakukukan apapun.


Bip Bip .. Bip Bip ..


Suara handphone Kyara berbunyi.


Kyara berusaha meraih Handphone yang terletak di meja samping tempat tidurnya.


"Siapa sih mengganggu saja." Gerutu Kyara Kesal


"Aku tunggu kamu di lobby bawah, ada yang perlu aku bicarakan."


Kyara melihat nomor yang mengirimi Ia pesan. Namun ia sama sekali tak mengenal nomor tersebut.


"Ah biarlah, mungkin orang iseng." Ucap Kyara Lirih


15 menit kemudian


"Ky, cepat keluar, ada temanmu." Tante Niken mengetuk pintu sambil berteriak.


"Teman? Siapa? Apa Therisia, Tumben tidak mengabariku dulu." Gumam Kyara dalam hati


"Iya Aunty tunggu sebentar." Kyara menarik sweeternya untuk ia kenakan. Karna cuaca hari ini sedikit dingin.


"Siapa Aunty?" Tanya Kyara saat suda berada diluar kamarnya.


"Pria tampan Ky. Tante malah mau bertanya sama kamu. Dia itu siapa? Gebetan baru kamu kah?" Goda Tante Niken sambil senyam senyum.


"Hah cowok? Siapa?" Ucap Kyara dalam hati


"Sebentar Aunty Kyara ke depan dulu." Kyara segera beranjak kedepan karna ia penasaran siapa yang sedang mencarinya.


"Kak Def, ada apa kamu kemari?" Tanya Kyara heran. Sampai sampai bola mata Kyara seakan mau copot dari tempatnya, saking kagetnya.


"Lama sekali aku tunggu kamu di lobby. Akhirnya kuputuskan saja untuk kesini. Ayo ikut aku." Ucap Defras kesal, karna baru kali ini ada wanita yang membiarkan ia menunggu Kyara.


"Ikut? Kemana Kak?" Tanya Kyara


"Sudalah jangan banyak tanya, nanti aku jelaskan sambil jalan." Kata Defras ketus


"Sebentar aku pamit Aunty dulu kak." Kyara hendak beranjak pergi, Namun Defras menarik tangan Kyara.


"Hey Kau. Apa kau mau menggodaku dengan pergi menggenakan pakaian seperti Ini?" Sambil Defras memperhatikan Kyara dari bawah sampai ke atas.


"Astaga, tunggu beberapa menit kak. Aku akan mandi dlu dan berganti pakaian." Tanpa mendengarkan jawaban Defras Kyara pun langsung berlari menuju kamarnya karna malu.


Defras pun yang melihat tingkah Kyara yang seperti itu berusaha menahan tawanya. Ia sukses menggoda Kyara yang ia anggap gadis bodoh dan polos.


25 menit kemudian


"Ayo kak Kita pergi." Ajak Kyara


Kyara dan Defras pun berpamitan kepada Tante Niken.


Sesampainya di parkiran Apartemen Defras pun menyuruh Kyara masuk ke mobilnya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan standar. Kyara tak berani bertanya lagi pada Defras. Takut nanti ia diterkam hidup hidup olehnya.


"Aku butuh bantuanmu." Ucap Defras Singkat


"Bantuan?" Kyara tak mengerti.


"Menikalah denganku." Defras melanjutkan


Kyara masih tak mengerti dengan apa yang Defras maksud.


Ia diam, mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat Ardhan meminta menikah denganya didalam mobil juga.


Kenangan itu membuat dada Kyara sesak kembali.


"Hei, jangan mikir macem macem dulu. Ini hanya sandiwara." Ucap Defras kemudian membuyarkan lamunan Kyara.


hening Kyara tak menjawab sepatah katapun.


"Hei, Apa kamu mendengarku?" Tanya Defras sesaat kemudian.


"Turunkan aku disini." Ucap Kyara datar.


Defras menoleh kearah Kyara. Ia melihat wajah Kyara nampak sendu. Ada perasaan kacau dihati Defras. Seperti ia ingin membawa beban berat Kyara agar tak dirasakan gadis itu lagi.


"Mama ku terkena penyakit kanker. Hidupnya tidak akan lama lagi. Ia ingin melihat aku menikah. Tapi aku tak tau harus menikah dengan siapa. Karna aku tak punya kekasih. Cuma ini satu satunya cara agar aku bisa membuatnya bahagia disisa hidupnya." Ucap Defras Lirih sambil pandangannya menerawang entah kemana.


Kyara menoleh Kearah Defras, ia memperhatikan wajah Defras dengan tatapan iba. Ia tak menyangka dibalik sosoknya yang cuek dan sikapnya yang sedikit kasar. Ada sisi lain yang terlihat rapuh.


"Baiklah. aku setuju." Jawab Kyara singkat.