
Defras memberhentikan mobilnya di sebuah pelataran yang cukup luas. Tanpa melihatpun, Kyara sudah bisa merasakan dimana sekarang ia berada.
VONDELPARK
Kyara menutup matanya dan merasakan udara segar melalui indra penciumannya. Ia terdiam cukup lama sambil tetap memejamkan matanya sambil tersenyum. Seperti sesorang yang tengah melepaskan beban berat di pundaknya, karna ia telihat beberapa kali membuang nafas yang berat.
Defras melirik kearah Kyara, Ia memperhatikan sikap Kyara.
"Dasar gadis bodoh, kenapa malah memejamkan matanya? Inikan sudah sampai?" Gumam Def dalam hati
"Ehm,, Ehm." Def berusaha menyadarkan Kyara, namun tidak ada respon dari Kyara.
"Kalau diperhatikan, gadis bodoh ini manis juga." Defras sepertinya mulai mengagumi Kyara dalam hati diam diam tanpa sadar.
Sesaat kemudian Kyara membuka matanya. Def pun reflek segera memalingkan wajahnya secara cepat karna kaget. Defras takut Kyara salah paham karna ia memperhatikannya.
"Sudah tidurnya?" Tanya Defras
Kyara melirik Def dengan kesal. "Aku tidak tidur kok."
"Tidak tidur tapi menutup mata, dasar gadis aneh." ucap Defras
"Hmm,, bukannya kamu yang aneh. Tiba tiba memberiku tumpangan dan mengajakku kesini? Ini tempat favoritku, jadi jangan membuat aku jadi membenci tempat ini karna kamu." jawab Kyara
"Kamu itu kenapa sih? Sepertinya sangat membenciku?" Tanya Defras
Kyara mengingat ingat kejadian saat dikira Defras ia akan bunuh diri. Ia benar benar kesal, karna saat itu ia hanya sedang menikmati udara di vondelpark. Membuang semua kenangan yang menyiksanya selama ini.
"Sudalah, aku sedang malas bicara." Kyara berusaha mengakhiri perdebatannya dengan pria yang sok tau itu.
Defras pun membuka pintu mobilnya dan segera turun.
"Dasar Pria Aneh." Ucap Kyara Lirik (bisa dipastikan Defras tidak akan mendengarnya)
Kyara menyusul langkah kaki Def, namun ia memilih untuk berjalan di belakang Def agak jauh. Karna ia males ngobrol dengan Pria yang belum lama ia kenal dekat itu.
Sesaat kemudian Def berhenti dan duduk disebuah bangku kayu minimalis.
Kyarapun duduk disamping Def namun agak menjauh. "Ada apa kau mengajakku kemari?" Tanya Kyara.
Defras merogoh sakunya, ia menyerahkan sebuah kalung berliontin hati kecil dengan berhiaskan permata bewarna biru kepada Kyara.
Kyara menatap Defras dengan wajah yang penuh kebingungan. Ia tidak mengerti kenapa Defras memberikan itu padanya. Karna ia baru saja mengenal Defras. Ia tidak biasa menerima pemberian dari orang asing.
"Jangan mikir aneh aneh. Pagi tadi mamaku menitipkan ini dan menyuruhku memberikan padamu" Ungkap Defras
"Aku tidak bisa menerimanya, itu sepertinya perhiasan mahal. Aku tidak biasa menerima pemberian dari orang asing." Jawab Kyara
"Kalau begitu kau buang saja kalau tidak mau." Jawab Defras Sinis
"Tapi..." Belum sempat Kyara melanjutkan perkataannya, Defras menarik tangan Kyara dan meletakkan Kalung tersebut di telapak tangan Kyara. Kemudian ia berlalu meninggalkam Kyara sendiri.
Kyara bingung akan berbuat apa. Ia memandang kalung itu. "Cantik Sekali." Gumam Kyara sambil tersenyum.
"Hei, gadis bodoh.. Kau pulang naik taksi saja, aku ada urusan lain." Teriak Defras tanpa menoleh kebelakang.
Raut muka Kyara berubah menjadi sangat kesal saat mendengar teriakan Defras.
"Dasar Pria aneh, aku juga sebenarnya tidak suka menumpang di mobilmu kalau tidak kau paksa." kata Kyara dalam hati.