My Love In Amsterdam

My Love In Amsterdam
EPS 15 ORANG ASING


Therisia berlari menghampiri Kyara yang sedang menyeruput Chai Latte di kantin kampus.


"Ky, kamu harus menjelaskan sesuatu kepadaku." Therisia mengambil posisi duduk di kursi kantin sebelah Kyara.


Kyara yang bingung dengan ucapan Therisia diam tidak berkata apapun sambil terus menyeruput Chai Latte hangat favoritnya.


"Aduh Ky, kenapa diam saja?" Tanya Therisia


"Aku harus menjelaskan apa Ther? Aku saja tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan." Jawab Kyara


"Jelaskan ini padaku." Therisia menyerahkan handphone nya kearah Kyara.


Kyara kemudian mengambil Handphone yang Therisia berikan. Namun saat melihat Fotonya dengan Defras saat berada di Ice Parade pada layar handphone yang Therisia berikan, Kyara langsung tersedak.


"Kamu dapat foto ini dari mana?" Tanya Kyara pada sahabatnya itu sambil kedua bola matanya membentuk bulatan sempurna.


"Aduh Ky, Ini foto sudah menyebar kemana mana. Bahkan satu kampus sepertinya sudah mengetahui foto ini. Sebenarnya kamu dan kak Defras ada hubungan apa?" Therisia semakin penasaran


"Aku bisa jelaskan, ini tidak seperi yang kamu pikirkan kok Ther. Aku tidak mungkin menyerobot pria yang kamu sukai." Jelas Kyara


"Hah? Kamu gila ya. Aku hanya mengagumi Kak Def saja Ky. Aku malah senang kalau kamu bisa dekat dengan Pria lain dan melupakan si Ardhan brengsek itu." Jawab Therisia menggebu - gebu.


Mendengar Ucapan Therisia barusan, membuat Kyara bersedih kembali. Ia masih teringat kejadian 2hari yang lalu saat bertemu Ardhan di Book Store itu.


"Hey, kenapa kamu malah diam? apa aku salah bicara?" Tanya Therisia


"Bukan, hanya saja aku kemarin bertemu Kak Ardhan di Book Store dekat apartemen." Jelas Kyara


"Hah?? Apa??" Therisia kaget dengan ucapan Kyara barusan. Sampai sampai ia tak sadar bahwa teriakannya di dengar oleh seisi kantin.


"Hey, kecilkan sedikit suaramu." Kyara merasa tak enak dengan keadaan sekitar.


Kemudian Kyara pun menjelaskan kejadian kemarin. Dan karna kejadian kemarin itulah dia sampai bertemu Defras, bahkan sampai pergi ke Ice Parade.


"Oh, aku pikir kamu kemarin berkencan dengan Kak Def." Therisia masih berharap kalau sahabatnya itu bisa move on dari Ardhan.


Tapi melihat cerita dari Kyara rasanya akan lebih sulit untuk Kyara Move on jika Ardhan juga ada di kota ini.


"Kamu jangan berlebihan. Kami hanya tak sengaja bertemu." Kyara berusaha menjelaskan.


sesaat kemudian Therisia melihat ke arah pintu kantin. Ia tersenyum saat melihat 2pria yang masuk.


"Kak Def, Kak Ernes. Kemarilah." Therisia melambaikan tangan kearah mereka berdua


Defras dan Ernes pun kemudian berjalan kearah Therisia dan Kyara yang sedang duduk di meja sudut kantin tersebut.


"Oh my god, Kenapa kamu malah memanggil mereka kemari?" Ucap Kyara kesal.


"Aku pergi dulu kalau begitu." Kyara berusaha pamit namun usahanya sia - sia saat tangannya di tarik kembali oleh Therisia.


"Kau tidak boleh pergi, duduk saja disini dan temani aku. kalau kau menghindar, berarti benar kemarin itu kau benar benar kencan dengan kak Def." Ucap Therisia


Kyara pun akhirnya terpaksa tidak jadi beranjak pergi.


"Kak Ernes, mari kak duduk sini saja. Kursi yang lainnya juga kelihatannya sudah penuh." Ucap Therisia.


"Oke baiklah, terimaksih ya." Ucap Ernes pada Therisia


Namun berbeda dengan kemarin. Kyara dan Defras nampak Kaku. Mereka seakan seperti orang asing kembali tak saling sapa.