
Jam menunjukkan pukul 08.45 pm namun masih belum ada tanda - tanda kemunculan Kyara. Defras Mulai Panik.
Ia memutuskan hendak pergi ke Apartemen Aunty Niken untuk menjemput Kyara. Namun saat ia membuka pintu ruang tamunya, Ia melihat perempuan yg ia cari berjalan sambil menenteng beberapa paper bag & menarik koper besar berwarna ungu muda.
Kyara baru tersadar bahwa ada sosok pria yg mengamati langkahnya saat ia tiba persis dihadapan Def. "Kak Defras, Sejak kapan kakak berdiri disitu?" Tanya Kyara ragu ragu
"Kau ini, kenapa jam segini baru pulang? Ayo segera masuklah, udara dingin sekali di luar." Sambil Defras memanggil beberapa Asisten Rumahnya untuk membantu Kyara membawakan Koper dan beberapa paper bag yg Kyara bawa.
"Mr Anchor, tolong bawakan koper ini ke kamar ya Mr." Defras meminta bantuan Asistennya dengan sangat sopan.
"Baik, Tuan Def." Jawab Mr Anchor sembari menundukkan kepala tanda hormatnya kepada Tuan Mudanya.
sementara itu Defras pun tak lupa meminta tolong juga kepada Asisten yang lainnya untuk membawa beberapa Paper bag yang masih dipegang oleh Kyara.
Kyara pun menyerahkan Paper bag nya dengan perasaan sungkan dan malu malu. sebab selama ini ia tak pernah dilayani seperti itu. Selama ini ia selalu mandiri dan tak pernah merepotkan orang lain. Asisten rumah tangga dirumahnya pun dulu saat di Indonesia tidak pernah ia perintah perintah jika hanya masalah kecil.
Namun, karna sekarang ia tinggal dikediaman Defras maka ia pun mengikuti apa yang menjadi kebiasaan Defras. Karna ia menghargai suaminya tersebut.
Sesampainya di kamar, Kyara segera membongkar Kopernya. Ia mengambil satu set baju tidur & segera membawanya ke kamar mandi.
"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Defras datar
"Belum Kak,, Kyara mandi dulu ya kak. Rasanya lengket semua tubuh Kyara." Kyara berpamitan kepada Defras dengan sopan.
"Baiklah mandilah, setelah itu cepat turun. Kita makan bersama, aku akan minta tolong Bi Nola untuk menghangatkan makanannya yg belum sempat kita makan tadi.
"Iya Kak, Kyara segera menyusul."
#######
Sekitar 30menit kemudian, terlihat Kyara menuruni tangga menuju ke ruang makan. Namun ia tak melihat Defras di ruang makan.
Tak beberapa lama, Bi Nola menghampiri Kyara yang terlihat sedang mencari seseorang.
"Maaf Nona Kyara, apa Nona sedang mencari Tuan Muda??" Tanya Bi Nola, seakan tau isi hati Kyara.
"Iya Bi, tadi Kak Def mengajak Kyara untuk makan malam bersama. Apa Kak Def sudah selesai makannya bi?"
"Tidak Nona, Tuan Muda masih menunggu Nona Kyara. Namun tidak diruang makan, melainkan di taman samping kolam renang. Tuan Muda biasa menghabiskan waktu sambil makan malam disitu biasanya nona kalau Tuan besar dan Nyonya sedang tidak dirumah." Jelas Bi Nola
"Oh begitu, baiklah Bi. saya akan segera kesana. Terimakasih ya Bi." Tak lupa Kyara pun berpamitan ke Bi Nola.
Kyara pun menuju ke taman samping kolam renang seperti yang dijelaskan Bi Nola, namun Kyara masih sedikit bingung, karena ia masih belum begitu hafal seluk beluk rumah Defras. Maklum ia baru 2hari disini, meskipun sudah dijelaskan letak ruangan dirumah suaminya itu, tapi tak semudah itu. Sebab rumah Defras tergolong rumah mewah yg cukup luas.
"Ky." Terdengar suara Defras memanggilnya sambil melambaikan tangan kearahnya.
Kyara pun segera menghampiri Defras dengan perasaan lega, karena ia takut tersesat tadinya.
"Kenapa lama sekali?? Apa kau tersesat di rumahku?" Ledek Defras.
Kyara tertawa terkekeh sambil menutup mulutnya karena merasa malu. "Hehehe, Iya Kak aku hampir tersesat. Rumah Kak Defras begitu luas, memori otak Kyara sepertinya sampai tak sanggup menghafalnya." Kyara membalas ledekan Defras dengan lelucon juga.
"Kau ini, dasar. sudah cepatlah duduk & makan." Defras menyuruh Kyara sambil ia menggeser kursi untuk Kyara tempati.
"Ky, ayo cepat makan. malah melamun. Apa perlu aku suapin?" Goda Defras.
"Ah, kau pikir aku anak kecil. Aku bisa makan sendiri. Lagi pula siapa yang melamun." Kyara berusaha membantah perkataan Defras, meskipun sebenarnya tebakan Defras memang benar.
Mereka berdua pun makan bersama sambil menikmati musik yang mengalun romantis, entah dari mana asalnya suara yang mengalun indah tersebut. Tapi mereka sangat menikmati suasana seperti itu. Tanpa disadari jam sudah menunjukkan pukul 11.25 pm.
Terlihat dari kejauhan Bi Nola menghampiri Kyara dan Defras yang sedang asik mengobrol. Bahkan Bi Nola ikut tersenyum mendengar Defras tertawa bersama Kyara. Karena sudah lama sekali Bibi pengasuh Defras semenjak dari bayi itu, tidak melihat Tuan Mudanya tersebut tertawa lepas seperti itu semenjak kepergian Laurent.
"Ada apa Bi Nola? Apa Mama dan Papa sudah pulang?" Tanya Defras.
"Nyonya besar barusan telpon Tuan Muda, Katanya Beliau dan Tuan besar mendadak harus menginap di resort yg ada di den haag. Karena Klien mendadak mengundur jadwal pertemuan beliau. Jadi Tuan muda dan Nona Kyara tidak perlu menunggu Tuan dan Nyonya besar." Jelas Bi Nola
"Baiklah Bi, terimakasih." Ucap Defras dan Kyara bersamaan
"Oh iya Tuan maaf, ini suda pukul 11.25 pm Tuan. Apa tidak sebaiknya Tuan Muda dan Nona Kyara beristirahat." Bi Nola mengingatkan kedua majikannya yang masih duduk santai disitu.
Defras kemudian melirik jam di pergelangan tangannya.
"Astaga ternyata suda hampir pagi. Terimakasih Bi, kami akan segera beristirahat."
Defras pun mengajak Kyara untuk segera beristirahat, karna ia yakin Kyara pasti lelah karena seharian ia beres beres barangnya dirumah Aunty Niken yang ia pindahkan ke rumah Defras.
"Selamat malam Bi Nola." Ucap Kyara sambil menaiki tangga menuju kamar.
"Selamat malam juga Nona." Balas Bi Nola.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di kamar. Kyara pun segera menuju ke Kamar Mandi untuk mencuci Kaki, Tangan dan muka sebelum ia tidur. Karena sudah menjadi kebiasaannya jika ia tidur maka harus dalam kondisi bersih.
namun saat ia hendak menutup pintu kamar mandi, telapak tangan Kyara tak sengaja terjepit. Kyara pun reflek berteriak histeris.
"Ada apa Ky?" Tanya Defras panik. Ia pun segera menghampiri Kyara dan melihat apa yang terjadi.
"Auhh,, Maaf kak. Tidak apa apa kok hanya telapak tangan Kyara terjepit pintu. Maaf kak, Kyara reflek berteriak." Kyara menjelaskan dengan perasaan tidak enak karena menyebabkan keributan sesaat. Sambil ia masih memegangi telapak tangannya yg masih sakit.
Defras segera menarik telapak tangan Kyara yang sedikit terdapat noda merah akibat bercak darah yang mengalir dari telapak tangannya. Ia kemudian mengajak Kyara untuk duduk di sofa dekat tempat tidur mereka.
"Sebentar aku ambilkan obat merah dan plester." Defras beranjak mengambil kotak obat yang ia simpan di laci dalam lemarinya.
"Tidak usah kak,, Kyara tidak apa apa kok. Ini hanya luka kecil." Jawab Kyara asal, karena ia takut merepotkan Defras.
"Kau ini, kalau dibiarkan bisa infeksi." Defras dengan penuh perhatian mengobati Luka Kyara.
Kini jarak antara mereka berdua cukuplah dekat. Kyara yang mendapatkan perhatian lebih dari Defras sedikit tersentuh.
"Oh God, kenapa jantung ini berdegup begitu kencang seperti ini? Ini tidaklah benar, Pria ini kenapa begitu baik terhadapku?" Perasaan Kyara mulai campur aduk dibuatnya.
"Sudah selesai. Sekarang istirahatlah." Defras pun menghentikan aktifitasnya. Namun saat bersamaan ia melihat Kyara memandangi wajahnya dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"Hei, Kau lihat apa?? Jangan berpikiran macam macam ya, jangan salah mengartikan perhatian ku. Aku hanya bersikap baik, karena jika aku membiarkanmu terluka, maka orang akan berpikiran macam macam nantinya." Defras berusaha menampik pikiran Kyara. Seakan ia tau apa yang sedang Kyara pikirkan.