
Lulu dan Arka asyik bercerita dan tak terasa sudah malam dan jam menunjukkan pukul setengah 10 malam, tapi pesta reuni itu belum selesai, karena dapat dilihat dari taman gedung sekolah itu masih ramai.
"Arka... Kita pulang yuk udah malam ini, ntar sampai rumah udah jam 10 malam" rengek Lulu
"Bentar lagi dong San, aku masih kangen sama kamu, emangnya kamu nggak kangen sama aku?" Rayu Arka agak tidak segera pulang.
"Dih PD amat situ, udah ayo pulang" Lulu berdiri sambil menarik tangan Arka.
Arka diam saja dan malah menarik tangan Lulu hingga Lulu jatuh terjerembab ke pangkuan Arka.
Mata mereka seakan mengunci keduanya hingga suara detak jantung mereka memekakan telinga mereka dan mereka memutuskan pandangan mereka.
“Ya Tuhan kenapa Leley sekarang ganteng banget” Lulu berkata dalam hati karena tidak mau sampai Arka tau kalau Lulu memujinya
"Arka.....!!!!! Ternyata kamu disini sama perempuan ini? Kamu kok malah tinggalin aku sih Ka" itu Gita yang melangkah dengan cepat sambil berteriak.
Gita Larasati teman sekolah Lulu dan Arka yang menjadi model yang kini sedang naik daun itu mencak-mencak menghampiri Arka dan Lulu.
Lulu reflek turun dari pangkuan Arka dan mereka langsung berdiri. Gita datang dengan muka merah padam menahan amarah karena melihat Arka sang pujaan hati malah berduaan saling pangku sama Lulu gadis yang ia benci.
"Arka, kenapa kamu malah sama dia dan ninggalin aku sendirian dipesta?" Gita masih marah dengan nada tinggi dan Lulu hanya diam saja.
"Sorry, aku ada urusan penting sama Lulu dan itu bukan urusan kamu" ucap Arka dengan santai.
"Oh jadi ini urusan yang kamu bilang penting itu? Urusan masa cewek nggak tau diri ini?" Gita marah-marah sambil menekan kata-kata terakhir hingga menunjuk Lulu dengan jarinya.
"Gita!!! Jaga ucapan kamu, jangan pernah mengatai Lulu seperti itu,kamu tidak tau apa-apa dan jangan pernah ikut campur urusan aku" bentak Arka.
Karena dari dulu Arka paling tidak suka bila Lulu dihina.
Gita terperanjat kaget karena laki-laki dihadapannya tidak pernah berkata kasar sama Gita. Dan baru kali ini ada yang berani membentak Gita.
Tetapi hanya karena Lulu-Arka sampai membentak Gita.
Sebenarnya siapa Lulu,dan apa hubungannya dengan Arka? Kenapa Arka hingga sampai hati membentaknya, padahal selama 3 tahun menggait Arka gadis itu tidak pernah dibentak, bahkan berkata kasar pun tidak, meski Gita berusaha mendapatkan Arka dan Arka diam saja tanpa respon tapi tidak pernah sekasar ini.
"Arka... Kenapa kamu bentak aku? Apa salah aku? Apa aku salah ngomong? Dia memang nggak tau diri Arka, dia hanya cewek murahan yang nggak tau diri menunggu lelaki yang nggak pernah tau dimana keberadaannya! Apa aku salah bicara karena memang kenyataannya seperti kan?" Gita yang sudah naik pitam langsung menarik rambut Lulu tapi langsung ditepis oleh Arka.
"Gita hentikan!!!!" Seru Arka
" Dan kamu tau siapa yang lelaki itu dia tunggu?? Itu aku, dia menungguku Git, dan aku pernah cerita sama kamu tentang sahabat masa kecil aku yang selalu aku ceritakan sama kamu? Dia adalah Lulu-San-san aku" kata Arka dengan nada yang sudah pelan
******
Setelah berdebat panjang dan hampir saling serang kini Arka dan Lulu masuk kedalam gedung sekolah untuk mencari Dika, karena kunci mobil Arka dibawa oleh Dika.
Dan untuk Gita setelah acara pergulatan perang adu mulut antara Arka dan Gita - Arka memilih meninggalkan Gita di taman.
"Dari mana Lo? Gue cariin gak ketemu?" Tanya Dika.
Dika melirik kesamping Arka dan menemukan Lulu ada di samping Arka, kemudian tersenyum kearah Lulu
"Mana kunci mobil gue mau antar Lulu pulang!" Jawab Arka santai.
"Lo dapat mangsa baru? Dia kan karyawan Lo? Bagian marketing kalau nggak salah" Dika meledek Arka dengan alis mata yang naik turun.
"Sialan Lo, emangnya gue singa cari mangsa! Lo nggak tau dia siapa?" Arka berujar dengan senyum mengarah kearah Lulu. Dan Lulu membalas senyuman Arka dengan senyum malu-malu.
"Iya gue tau dia Lulu kan anak marketing di Soraya Corp?" Dika masih tidak paham.
"What????? Maksud Lo San-san? Dika yang melongo sambil menatap bergantian Arka dan Lulu. Dan dibalas anggukan oleh Lulu.
"Serius???? Ah kalian bercanda kali.... Gue udah sering lihat dia di kantor tapi gue nggak tau kalau Lulu itu San-san Lo" Arka masih terbengong tidak percaya
"Ya udah kalau Lo nggak percaya gue mau antar Lulu pulang dulu udah malam" Arka melenggang pergi meninggalkan Dika sambil menggandeng Lulu keluar dari gedung.
“Dik, tolong ntar anterin si Gita ya, dia lagi marah-marah tuh di taman” Pesan Arka pada Dika
Dika masih terbengong tidak bergerak melihat punggung sahabat tapi bosnya menjauh dengan seorang gadis cantik yang katanya itu San-san Arka
*****
Dalam mobil Arka terasa hening, tidak ada yang bersuara hanya deru knalpot yang mengiringi langkah mereka, begitupun dengan angin malam yang menusuk kulit putih Lulu, karena ia hanya mengenakan dress Sabrina dengan pundak terekspos dan rok yang melebar dibawah lutut berwarna biru.
"Lho Ley kenapa kita berhenti?" Tanya Lulu karena tiba-tiba mobil Arka menepi dan berhenti.
"Pakai ini, udaranya sangat dingin sepertinya mau turun hujan" balas Arka seraya melepaskan jas biru navi dan menyampaikan dipundak Lulu.
"Terima kasih" jawab Lulu dengan wajah menunduk karena merona.
Arka lalu menjalankan kembali mobilnya, hingga depan rumah Lulu tidak ada kata yang terucap dari mulut dua sejoli itu.
"Udah sampai, aku turun dulu ya, terima kasih telah mengantar aku pulang" ucap Lulu sambil memegang hendle pintu mobil.
Arka hanya diam dan memandang Lulu dari dalam mobil, dan saat Lulu sudah hampir masuk halaman rumahnya Arka berkata
"San-San.... Besok aku jemput ya"
Bersamaan dengan Arka berucap demikian petir menyambar dan membuat Lulu berjengkit ketakutan dan langsung berlari masuk ke dalam rumah, Arka yang melihat itu menarik kedua sudut bibir ke atas membentuk lengkung senyum.
Arka lalu melajukan mobilnya keluar halaman rumah Lulu dan menuju rumahnya. Selama perjalanan Arka sepertinya lupa caranya untuk tidak tersenyum.
“Ah gila ini, perasan apa ini perasaan dulu nggak seperti ini” monolog Arka sambil terus tersenyum.