BE MY LOVE

BE MY LOVE
20. MASA LALU


Pagi yang cerah untuk para pekerja karena beberapa hari terakhir dilanda gerimis hingga hujan membuat setiap insan yang ingin mencari nafkah untuk keluarganya harus menerjang jutaan tetesan air yang jatuh dari langit.


Tak sedikit orang pun yang merasakan demam dan flu setelah berjuang ditengah gerimis yang terkadang deras demi nafkah keluarga.


Pagi ini orang-orang semangat karena sinar mentari menunjukkan sinar hangatnya, tak terkecuali dengan beberapa karyawan Soraya Corp tidak ada acara ngedumel karena habis kehujanan.


Sebuah mobil sport keluaran terbaru yang berisi pria dan wanita itu baru berhenti di basement khusus pejabat tertinggi.


Sepasang muda mudi yang saling mencintai, seakan lupa akan ada orang lain disekitarnya.


“Arka aku keluar dulu ya,, takut telat” kata Lulu saat hendak membuka pintu mobil.


“Bentar lagi deh sayang,,, masih kangen yang,,,” Rengek Arka sambil memeluk gadisnya seperti anak kecil yang hendak minta dibeliin permen.


Yah memang baru pagi ini mereka bertemu tepatnya setelah seminggu Arka ada perjalanan bisnis bersama sang papa di negeri berlambang singa dan duyung, Arka yang baru tadi malam pulang dan paginya menjemput sang pujaan hati di rumah untuk berangkat ke kantor bersana


“Iiihhh.... udah siang nih Ka, lepas ah pelukannya malu tau kalau ada orang lewat” rengek Lulu


“Biarin aja ah, lagian siapa yang nggak kangen setelah seminggu nggak ketemu” Arka masih betah menahan pelukan Lulu


Lalu tanpa aba-aba Arka semakin mengeratkan tubuh Lulu kedalam pelukan Arka,


“Akh....” jerit Lulu karena tindakan impulsif Arka.


Dan tentu saja Arka hanya terekeh, lalu suasana menjadi hening mereka hanya saling mencium aroma tubuh masing-masing, dan kemudian Lulu melepaskan pelukannya “Ley....” tanya Lulu tiba-tiba.


“Hmm...” arka hanya bergumam dengan memandang raut wajah Lulu yang sendu


“Kamu beneran Leydarka temen aku waktu kecil? Terus beneran kita akan menikah???” tanya Lulu tiba-tiba.


Karena Lulu merasa aneh setelah sekian lama mereka berpisah dan sekalinya bertemu belum juga setahun setelah Arka kembali, pria ini mengajaknya menikah


Lalu sejak kapan Arka mencintainya?


Seingatnya dulu itu mereka masih kecil belum tau apa artinya cinta dan pacaran, karena mereka terbiasa bersama sejak kecil.


"Kamu meragukan aku? Aku udah kasih bukti kuat sama kamu, luka di tangan ini nggak ada yang punya dan nggak ada yang tau tentang sejarahnya selain keluarga kita.” Balas Arka sambil mengangkat tangan yang ada bekas luka jahit.


"Terus sejak kapan kamu mencintai aku?" Tanya Lulu dengan wajah sendu


"Sejak pertama kali ketemu kamu di jalan dan kamu marah-marah sama aku" balas Arka cepat


Mereka saling pandang, Lulu mencari kebenaran dalam bola mata Arka mencari tau apa ada kebohongan di sana, tapi lama Lulu memandang mata hitam pekat milik Arka seakan Lulu tidak menemukan kebohongan dimata Arka.


Merasa Lulu hanya diam maka Arka menggigit kecil bibir bagian bawah Lulu hingga Lulu tak sengaja membuka mulutnya seketika itu Arka melesakkan lidahnya untuk mengabsen apa yang ada di rongga mulut Lulu.


Mereka ciuman lumayan lama hingga Arka melepas tautan bibirnya karena merasa Lulu kehabisan oksigen.


Arka memandang Lulu yang wajahnya berubah menjadi merah karena ulah Arka sambil membersikan sekitar bibir Lulu dari sisa-sisa saliva akibat dari pergulatan lidah Arka dengan senyuman merekah di bibir Arka.


Lulu yang masih tidak percaya dengan kejadian barusan, segera turun dari mobil Arka dan berlari menuju dalam gedung mewah itu sambil menahan senyum juga malu.


***


Arka yang akan melakukan meeting di luar bersama klien disebuah resto ternama bersama Dika tiba-tiba tercengang dengan kehadiran Stefi mantan pacar Arka saat kuliah di luar negeri.


Sejujurnya Arka tidak mencintai Stefi, ia hanya risih karena setiap hari harus ditempeli Stefi juga dorongan oma dan opa yang kasihan melihat Arka seperti murung saat tinggal di luar negeri.


Yaah Arka sering murung dan tidak terlalu dekat dengan wanita manapun karena Arka masih tidak rela pergi meninggalkan Lulu.


“Selamat siang Pak Arka, saya Stefi Wiratmaja perwakilan dari PT. ACD dan ini rekan saya bernama Diana” Kata Stefi profesional sambil mengulurkan tangan dan berhasil membuyarkan lamunan Arka.


“Oh iya selamat siang Ibu Stefi, saya Arka dan ini sekretaris saya, Dika” Jawab Arka rada malas-malasan.


Mereka membicarakan kerjasama dan berakhir dengan pendatanganan berkas oleh kedua belah pihak, sebetulnya hanya Diana dan Dika yang banyak menerangkan, Arka hanya diam dan sesekali menanggapi apa yang perlu ditanggapi saja.


Sementara Stefi yang sedari tadi mencuri-curi pandang Arka dengan senyum, dan mengetahui hal itu Arka jadi diam dan tidak banyak bicara.


Dika yang sudah hafal dengan karakter bos tapi sahabatnya itu langsung mengambil alih tugas Arka.


Setelah meeting selesai dan berakhir dengan makan siang Arka yang hendak memasuki mobil kemudian berhenti karena merasa ada yang memanggil


“Arka... tunggu” Ya itu Stefi yang memanggil Arka


Dika dan Arka seletika menoleh ke arah suara dan benar saja Stefi berjalan dengan anggunnya melenggak lenggokan kaki jenjangnya.


“Arka senang bertemu dengan kamu lagi, kamu apa kabar sekarang? Kamu sekarang gagah ya, tidak seperti waktu masih kuliah. Aku senang sekarang kita menjalin kerja sama dan itu akan membuat kita sering bertemu kan karena proyek ini besar dan pasti akan membutuhkan waku yang cukup lama” Stefi bicara panjang lebar dengan senyum tak lepas dari bibirnya,


“Kabar aku baik Stefi, maaf aku harus segera kembali ke kantor masih banyak kerjaan” Jawaban Arka yang tidak memuaskan sama sekali bagi Stefi.


Dan setelah itu Arka masuk mobil dan Dika segera menginjak pedal gas dan melaju dengan kecepatan sedang.


Didalam mobil Arka tiba-tiba melamun karena mengingat Stefi jadi rekan bisnis dan mau tidak mau Arka harus banyak bertemu dengan Stefi, dan semua mkenangan di masa lalu tiba-tiba terlintas di benak Arka dan seketika Arka menguap wajahnya dengan kasar untuk menghilangkan bayangan Stefi di benaknya.