BE MY LOVE

BE MY LOVE
12. INGIN BERTEMU


Lulu sampai rumah sudah pukul 10 malam, setelah acara makan malam bersama Arka dan Dika tadi, Arka mengantar Lulu pulang.


Lulu keluar dari dalam mobil dan berpamitan sama Arka, “Pak....” tapi sebelum Lulu pamitan Arka sudah mencela kata-kata Lulu “Jangan panggil pak! Aku udah nggak pakai pakaian kerja” seru Arka


Lulu hanya tertawa mendengar perkataan temannya itu, “Iya tuan muda, saya pamit pulang dulu sudah malam, selamat malam tuan muda Leley” kata Lulu sambil menahan tawa.


Dan akhirnya Lulu masuk kedalam rumah dan bersamaan dengan itu, Arka melajukan mobilnya ke apartemen Dika.


Setelah mengantarkan Dika ke apartemen pria tersebut Arka melajukan mobilnya menuju rumahnya yaitu kediaman Agung Bramantyo Soraya.


“Darimana saja kamu jam segini baru pulang Arka?” Itu Maya sang mama tercinta yang baik hati dan tidak sombong yang juga adalah malaikat tak bersayap kesayangan Arka.


“Habis makan malam terus nganterin Dika pulang ke apartemen, lagian ini juga baru jam sebelas malam, belum lewat tengah malam mah” Arka selalu ngeles jika pulang telat dan diintrogasi oleh sang mama


“Eee... eee... ni anak dibilangin orang tua selalu ngeyel ya, emang kamu pacaran sama Dika sampai makan malam aja sampai jam segini!!” omel Maya sambil menjewer telinga anaknya karena selalu seperti itu.


“Aaww.... mah, sakit mah entar kalau teling Arka copot gimana” Arka mengaduh sambil mengusap telinganya yang terasa panas


“lho lho malam-malam gini kok berisik banget, kaya ada pertandingan bola aja. Papa mau tidur aja jadi nggak bisa” Itu Agung Bramantyo Soraya papa Arka yang bijaksana tapi kadang juga ngeselin.


“Ini pah, mama jewer telinga Arka lagi, kalau sering di jewer dua tahun lagi telinga Arka bisa copot beneran nih pah” Arka mengadu sambil pura-pura merasa tersakiti.


Maya yang sudah tau kelakuan anak dan suaminya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala


“Udah istirahat sana besok kamu harus kerja jangan kebanyakan drama sama mama kamu, papa juga mau istirahat, pusing papa kalau harus lihat kalian berdebat gini”


Agung yang sudah lelah hanya bisa melerai keduanya dengan cara perintah, dan kalau sudah seperti itu, mana ada yang bisa ngalahin papa Agung?


***


Pagi hari yang cerah secerah senyum Arka pagi ini. Sejak bangun tidur rasanya aneh banget dan ia lupa caranya untuk berhenti tersenyum.


Pria itu keluar kamarnya dengan raut wajah berseri-seri dan dandanan super rapi juga partfum yang dipakai pria itu menguar di seluruh ruangan bukan hanya ruangan kamar, tapi juga saat Arka menuruni tangga menuju meja makan yang sudah di tunggu oleh mama dan papanya


“Pagi pah... pagi mah..”Arka menyambut kedua orang tuanya dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.


Agung yang mulai curiga termasuk Maya hanya saling pandang lalu menoleh ke arah Arka yang sudah duduk di kursi


“Pagi sayang...” jawab kedua orang tuanya serentak


“Tadi Arka mandi pakai parfum mah” jawab Arka sekenanya.


“Papa juga heran dengan penampilan kamu dari beberapa hari ini, dan semakin kesini kamu semakin beda Arka, kamu tuh kaya orang lagi kasmaran atau sejenisnya” Agung juga mengomentari penampilan Arka


“Mama sama papa kaya nggak pernah muda aja sih,” jawaban Arka membuat Maya dan Agung mengkerutkan dahi


“Jadi bener kamu lagi kasmaran?” goda sang papa


“Iddiiihh... cewek mana sih yang bisa bikin anak mama jatuh cinta” Maya juga ikut menggoda Arka


“Mah, pah, tau nggak siapa yang bikin Arka jadi kaya gini?” Tanya Arka dan dibalas dengan gelengan kepala kedua orang tuanya


“San-San yang bikin Arka kaya gini, Arka udah ketemu San-San pah, mah...” Arka bercerita dengan mata berbinar dan rasaagia yang membuncah


“Yang bener??” kedua orang tua itu serempak bertanya


“Iya pah mah, Arka seneng banget mah, tepatnya beberapa hari setelah Arka gantiin posisi papa di kantor.” Jawab Arka membuat Agung semakin bingung


"Tunggu, maksud kamu San-San kerja di kantor kita?” tanya Agung yang masih penasaran


“Iya pah, masa papa nggak tau, San-san itu udah hampir tiga tahun kerja di Soraya Corp lho pah” Arka menjelaskan dengan wajah serius.


“Bentar-bentar Ka, apa San-San itu karyawan yang ada di bagian marketing lantai empat terus kalau tidak salah namanya Lulu... Lulu siapa ya papa lupa. Soalnya papa pernah melihat sekilas kok kaya papa kenal gitu ya, senyumnya kaya agak familier gitu, tapi memang papa belum ada kesempatan buat ketemu langsung berhadapan gitu selama ini, tapi klau iya San-san kerja di kantor, masa dia nggak ngenalin papa? Nggak tau itu perusahaan keluarga kita?” Agung bercerita sesuai dengan pemikirannya selama ini tentang Lulu


Karena memang benar Agung belum pernah sekalipun ketemu berhadapan dengan Lulu selama Lulu bekerja sebagai karyawan Soraya Corp


“Arka juga belum tanya kalau soal itu sih pah, semalam Lulu tanya kemana selama ini kita tinggal, dan alasan kenapa Arka ninggalin dia secara mendadak, dan Arka hanya menjelaskan garis besarnya aja sih pah itupun dia langsung nangis jadi nggak tega buat Arka tanya-tanya soal yang lain. Tapi untung ada Dika semalam yang bisa mencairkan suasana biar Lulu nggak sedih lagi. Nanti......” Ucapan Arka seketika dipotong sang mama tersayang


“Stop!!!! Mama kok di abaikan sih. Arka kasih tau alamat rumah Lulu, dan papa ayo nanti kita ke rumah Lulu, Mama sudah kangen banget sama Mbak yu Rita sama mas Toni pah.” Maya yang tiba-tiba menyela obrolan ayah dan anak itu sambil merengek dan menatap Arka dan sang suami secara bergantian


“Iya mama sayang, Arka nanti kasih alamat rumahnya Lulu. Tapi kayaknya om Toni sama tante Rita belum tau siapa Arka deh mah, mereka belum ngeh kalau ini Arka anaknya papa sama mama” Arka juga bahagia bercerita dengan keluarganya tentang San-San.


Gara-gara mereka ingin bertemu kembali dengan Rita dan Toni yang juga teman orang tua Arka. Mereka semua jadi terlambat untuk urusan masing-masing, Arka ke kantor, Agung dengan meeting pagi dengan klien dan Maya yang yang ingin bertemu dengan pelanggan di butiknya.


Mereka keluar dari rumah dengan buru-buru tapi juga saling meledek saling menggoda tapi mereka saling menyayangi satu sama lain