
Arka berlari dengan niat mengejar Lulu, tapi entah kenapa terasa jauh, Arka mengedarkan mata ke setiap penjuru mall juga tidak menemukan Lulu.
Dan akhirnya Arka memutuskan untuk menuju parkiran untuk mencari Lulu di luar.
Yang benar saja Arka baru mengendarai mobilnya melewati pagar besar di depan mall, Lulu terlihat sedang duduk sendiri di pinggir jalan dengan bersandar di bawah baleho dengan tangan menutup wajahnya.
Ya... Lulu sedang menangis. Arka lalu menepikan mobilnya dan membuka kaca jendela untuk memanggil Lulu,
Tapi sayang Lulu yang mendengar panggilan Arka itu segera berlari menjauh dari Arka, gadis itu berlari tanpa arah sedangkan Arka masih setia mengikuti kemana gadis itu dengan menggunakan mobil.
Arka terus berusaha untuk memanggil Lulu hingga akhirnya pria itu terpaksa keluar dari mobil untuk mengejar gadisnya itu.
Langkah Arka yang panjang berhasil menangkap Lulu yang berlari sambil menggunakan heels, tangan Arka mencekal tangan Lulu dan dengan terpaksa Lulu berhenti.
“Lepasin tangan aku Arka!!” desis Lulu dengan sorot mata tajam.
“Nggak, aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu dengar penjelasan aku dulu” sorot mata Arka pun tak kalah tajamnya.
“Nggak perlu di jelasin lagi, semua udah jelas Ka, semuanya udah menjawab pertanyaan aku tentang sikap kamu akhir-akhir ini, kamu pembohong Arka, aku nggak .. hiks... hiks... percaya kamu lagi” ucap Lulu di sela tangisnya yang pecah sambil meronta melepaskan genggaman tangan Arka.
“Kamu salah paham sayang, tolong dengerin aku dulu sayang..... ini cuma salah paham” Arka masih berusaha untuk menjelaskan
Lulu pun kehabisan akal agar lepas dari Arka dan dengan terpaksa Lulu menginjak kaki Arka dengan heels nya, dan seketika Arka mengaduh kesakitan.
Lulu bergegas untuk melepaskan diri dari Arka dan berlari sejauh mungkin.
Karena posisi mereka sekarang ada di pinggir jalan raya, Lulu yang berlari dengan membawa emosi dan tangis kesedihan tidak melihat arah jalan dia hanya berusaha untuk lari dan lari pergi dari Arka.
Dan tiba-tiba...
Ciiiittt.....
Braaakkk.....
Mata Arka seakan mau copot melihat apa yang terjadi di depannya. Jantung Arka seakan sudah didasar perut, dan waktu seperti berhenti seper sekian detik, Arka yang masih syok melihat kejadian di depan matanya tersadar oleh suara riuh para manusia yang meneriakkan kejadian itu.
Pria itu langsung berlari
“Lulu..........!!!!!” teriak Arka dan setelah sampai di lokasi kejadian arka memnerobos orang-orang yang melihat kecelakaan itu.
Lulu yang tadi berlari tanpa meliat sisi kanan kiri jalan tertabrak mobil, dan sayangnya mobil itu langsung kabur.
Lulu jadi korban tabrak lari.
“Lu.... bangun sayang... bangun, ini aku Leley.... jangan tinggalin aku Lu” pria itu memangku kepala Lulu sambil bersimpuh diatas aspal.
Lulu yang tidak sadar itu pun akhirnya di bawa Arka menuju rumah sakit.
****
Arka kini sedang menunggu Lulu di ruang IGD, pakaian Arka pun tidak luput dari darah Lulu, dan penampilan Arka pun bukan seperti seorang CEO.
Arka hancur, kakinya lemas seperti jelly yang tidak bisa menopang bobot tubuhnya kini tertunduk di depan pintu UGD
Dan yang di pikiran Arka saat ini hanya Dika. Lalu pria itu menghubungi sahabatnya dan meminta Dika datang ke rumah sakit.
“Halo Dik, gue butuh pertolongan lo” kata Arka dengan suara lemah
“Hey, lo kenapa Ka, kok suara lo gitu banget?” tanya Dika karena merasa curiga dengan nada suara Arka
“Lulu kecelakaan, dan gue sekarang ada di rumah sakit, lo tolong kasih tahu nyokap tentang hal ini terus lo suruh nyokap gue buat menyampaikan hal ini pada nyokapnya Lulu. Gue nggak kuat buat ngasih tau beliau” jelas Arka
“Oke gue akan sampaikan berita ini ke nyokap lo, soalnya gue juga nggak tau nomor telfon orang tua Lulu” jawab Dika yang membuat Arka sedikit lega
“Thanks bro” ucap Arka yang tanpa menunggu balasan dari Dika, pria itu sudah mematikan sambungan telepon
Dika yang masih bingung Arka ada di rumah sakit mana akhirnya mengirim pesan pada Arka untuk tanya di rumah sakit mana Lulu dirawat
Sejurus dengan Arka selesai menghubungi Dika, dokter keluar dari bangsal pemeriksaan Lulu.
"Maaf dengan Wali dari pasien bernama Lulu Santika?” tanya dokter bername tag Boby
“Iya dok, saya wali dari pasien tersebut, saya Arka tunangan Lulu” balas Arka sambil menjabat tangan dokter Boby
“Begini pak Arka, ada luka di bagian kepala Lulu akibat benturan yang keras, dan sepertinya ada pengumpalan darah di kepala, jadi kami perlu operasi agar tidak terjadi gagar otak.” Dokter menjelaskan
“Lakukan dok, lakukan yang terbaik dan dan tolong selamatkan calon istri saya dokter?” pinta Arka sambil memegang tangan sang dokter
“Kami akan berusaha sebaiknya, dan tolong jangan putus doa ya pak, semoga usaha kami dan doa bapak di hijabah oleh Allah” saran dokter boby sambil memberi semangat pada Arka.
“Kalau begitu tolong anda segera menuju ke bagian adminitrasi untuk tanda tangan persetujuan operasi” pinta dokter itu lalu pergi ke ruang operasi untuk mengecek segala sesuatu yang duperlukan untuk operasi.
***
Dika langsung tancap gas menuju rumah sakit yang di beri tahu Arka setelah beberapa menit sejak Dika mengirim pesan singkat itu.
Arka termenung sendiri di kursi tunggu dan tak lama kemudian terlihat Dika berlari menuju Arka di kursi tunggu
“Ka, gimana keadaan Lulu?” tanya Dika dengan nafas masih tersengal karena habis berlari
“Lulu harus dioperasi Dik, ada penggumpalan darah di kepala” lirih Arka
Arka merasa gagal menjaga lulu. Arka takut kehilangan Lulu, setelah dia meninggalkan Lulu selama belasan tahun, kini Arka tidak mau kehilangan Lulu, sorot mata Arka kosong diajak ngomong Dika hanya bisa mengangguk dan menggelengkan kepala.
Melihat brangkar Lulu di dorong oleh para petugas medis, Arka dan Dika sontak langsung berdiri dan mengikuti para perawat membawa Lulu ke ruang operasi.
Arka ingin masuk ke ruang operasi tapi di larang oleh perawat, dan meminta Arka menunggu di luar dan berdoa untuk kelancaran operasi Lulu.
Arka berlutut menghadap pintu ganda bertuliskan “ruang operasi” dengan tatapan kosong.
Dika menghampiri dan menepuk pundak Arka seraya menarik Arka agar duduk di kursi tunggu.
"Gimana kalau lulu nggak selamat Dik?” lirih Arka
“Hust... lo ngomong apa sih, Lulu pasti selamat, lo harus kuat agar Lulu kuat, berdoa, dan tetap semangat” Dika memberi semangat karena hanya itu yang bisa Dika lakukan karena belum mengetahui cerita pastinya.