
Meeting berjalan dengan sangat memuaskan, persetujuan Handoko Grup untuk kerja sama dengan Soraya Corp berjalan sebagaimana mestinya.
Akan tetapi sepasang mata indah yang sedang mencuri pandang kepada gadis yang ada di ruangan itu, ia menatap intens saat setelah rapat selesai dan sedang membereskan berkas-berkas yang menjadi bahan penunjang jalannya rapat kali ini.
Lulu yang merasa sedang diawasi menjadi risih karena ia tahu bahwa yang menatapnya dari tadi adalah Alex, mantan kekasih Lulu saat SMA.
Gadis itu pura-pura tidak mengetahui kalau sedari meeting tadi Alex diam-diam sering melirik Lulu.
Hingga rasanya Lulu ingin segera keluar dari ruang ini, enggan berlama-lama dengan Alex, karena itu bikin sesak di dada Lulu.
Saat Lulu hampir keluar dari ruangan itu tiba-tiba Lulu dipanggil oleh Alex “Lulu..”
Lulu pun berhenti dan menoleh ke arah Alex. “Iya ada apa?”
Lulu berusaha profesional dengan menghargai Alex sebagai rekan kerja. Palagi disana masih ada banyak orang termasuk Pak Eka yang masih berbicara dengan direktur dari PT. Handoko Grup
Pak Eka yang berada tidak jauh dari Lulu menolehkan kepala sejenak karena rekan kerjanya dipanggil dan bertanya pada Lulu.
“Lu, kamu kenal sama Pak Alex?”
“Oh iya pak, saya kenal sama Pak Alex, beliau teman saya waktu SMA."
“Pak Eka, boleh kah saya minta waktu sebentar untuk berbicara sama Lulu, sebagai teman lama saya merasa senang bisa bertemu dan bekerja sama dengan teman lama” ijin Alex pada pak Eka.
“Oh silahkan pak Alex,, Lulu.. saya tunggu di lobi ya?” pamit pak Eka
Setelah Pak Eka dan direktur PT. Handoko Grup masuk Lift Alex dan Lulu masih berdiri ditempat masing-masing masih terdiam, hingga Alex memulai percakapan mereka
“Apa kabar Lu?” tanya Alex basa basi. Karena sejujurnya Alex sempat hampir tidak mengenali Lulu, karena perubahan Lulu sekarang lebih cantik dan lebih lebih dan lebih dari waktu Lulu SMA
Alhamdulillah kabar baik, kamu sendiri gimana kabarnya?” balas Lulu
“Aku belum pernah sebahagia ini” kata Alex dengan senyum manis semanis buah kurma
“Oh ya, apa yang kamu mau bicarakan? Katanya tadi mau bicara sama aku?” Tanya Lulu to the point karena Lulu merasa sangat risih dengan tingkah Alex apalagi senyumnya yang dari tadi bikin melting tapi tidak bagi Lulu.
Tak bisa dipungkiri Alex memang tampan dan senyumnya sangat manis bisa bikin para wanita langsung jatuh hati kepada pria itu, senyum manis dan lesung pipi yang membuat kadar ketampanan Alex semakin berlipat.
“Sebenarnya nggak ada yang penting sih, Cuma kangen aja sama kamu, lam nggak berjumpa semenjak waktu itu.” Arka berkata dengan lirih dan sorot masta sendu.
“Kalau nggak ada yang peting mending aku pulang aja deh, aku masih banyak kerjaan, lagian atasan aku udah nunggu di lobi, nggak enak nunggu lama-lama” ucap Lulu dengan nada sedikit kesal
Yah Lulu kesal karena Alex adalah orang pertama yang mengisi hati Lulu saat sendirian menunggu Arka, Alex lah yang membuat Lulu ceria kembali, dan keluar dari lubang kesendirian yang ia ciptakan karena menunggu sahabat kecilnya yang pergi tanpa pamit.
Dan Alex lah yang pertama kalli membuat Lulu sakit hati karena tingkah laku Alex yang menghianati Lulu.
Dengan ketampanan Alex selingkuh di belakang Lulu dan saat lulu mengetahui Alex selingkuh, pria itu malah secara terang-terangan selingkuh di depan Lulu hingga Lulu minta putus dari Alex.
“Tapi aku masih pengen ngobrol sama kamu, oh ya aku boleh tau nomor handphone kamu nggak? Kalau ada waktu aku mau ngajak kamu ngobrol-ngobrol lagi” kata Alex sedikit memaksa.
Disaat Lulu hampir menjawab pertanyaan Alex, tiba-tiba ponsel Lulu berbunyi dan ternyata dari Arka, mata Lulu membulat, karena ia bersama dengan Alex yang notabennya adalah Ex Lulu.
Akhirnya Lulu menjawab telfon Arka di depan Alex dengan senyum yang mengembang
Sekalian saja biar Alex tahu kalau Lulu sudah memiliki tunangan.
Dengan sengaja Lulu mengangkat telfon dengan tangan kiri yang ada cincin dari Arka, biar aja sekalian Alex tahu kalau sudah ada cincin di jari manis di tangan kiri Lulu
"Halo Ley...”
“Halo sayang, kamu dimana? Kok aku cari diruangan kamu nggak ada?”
“Oh iya aku lupa Ley, tadi aku meeting di Handoko Grup sama Pak Eka, soalnya Pak Bowo nggak bisa karena istrinya masuk Rumah Sakit. Ini udah selesai kok meetingnya, bentar lagi aku balik kantor”
“Beneran balik kantor dulu, jangan langsung pulang!”
“Iya Ley, aku juga belum beresin kerjaan aku yang di kantor kok”
“Beneran lho ya awas kalau nggak!”
“Iya sayang.. iya.., udah ah aku mau balik nih”
“Oke sayang I love you....”
Lulu diam dan nggak menjawab kata cinta dari Arka
“Sayang.... jawab dong...”
“I.... Iya... i love you too sayang” tatapan Lulu sengaja mengarah pada Alex
Lalu memasukkan ponselnya kedalam tas dan memandang Alex sebentar. Lalu beralih menatap alex.
Alex yang sedari tadi memperhatikan tangan Lulu yang sedang memegang ponsel terkejut dengan cincin yang melingkar dijari manis sebelah kiri. Alex berpikiran kalau Lulu sudah bertunangan
“Maaf sebelumnya kalau tidak ada yang perlu dibicarakan, saya permisi pak” ucap Lulu dengan sedikit membungkukkan badan.
“Tunggu sebentar, itu.... “ Alex menunjuk pada jari manis Lulu yang terpasang cincin dari Arka “Kamu sudah bertunangan?” lanjutnya lagi
“Oh ini.. “ Lulu menunjukkan cincinnya
“iya aku udah bertunangan dengan orang yang sangat aku cintai dan mencintai aku, dia orang yang aku tunggu selama belasan tahun ini, nggak sia-sia aku menunggunya kan?” kata Lulu sambil senyum sinis
“Saya duluan Pak Alex, permisi dan selamat sore..” pamit lulu lalu meninggalkan Alex yang masih terbengong ditempatnya.